Dengarkan Artikel
Sehingga, kebiasaan begadang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia sejak dulu hingga sekarang.Jadi begadang, bukanlah hal baru. Namun demikian, tidak terlalu banyak orang yang begadang, seperti sekarang. Faktor penyebabnya pun sangat beragam dan bervariasi karena masalah sosial, ekonomi dan lain-lain.
Kini, sejalan dengan perubahan zaman, di mana hadirnya gadgets yang begitu menggoda, telah mengubah secara massif pola hidup masyarakat kita. Gaya hidup begadang pun kemudian, bermetamorfosis mengikuti perkembangan zaman. Apa yang membuat orang begdang setiap malam, bukan karena factor sosial atau keagamaan saja, tetapi juga karena dipengaruhi okeh perkembangan teknologi.
Kita masih ingat dahulu, pada masa-masa televisi menjadi media informasi dan hiburan, warung-warung kopi, seperti di Aceh mulai memasang televisi di warung kopi, café dan pusat kuliner lainnya, untuk menarik konsumen datang ngopi dan sekaligus menonton televisi untuk mendapatkan berita atau untuk hiburan.
Televisi juga mendorong orang menghabiskan waktu malam di luar rumah atau di dalam rumah. Pokoknya kala itu, banyak orang yang begadang untuk mendapatkan hiburan dengan menonton acara televisi, terutama pada momentum pertandingan piala dunia di mana para penggemar bola, tua dan muda menghabiskan waktu malam mereka di depan televisi.
Bukan hanya pada turnamen level daerah, nasional, tetapi juga level dunia. Pada event begini, ramai-ramai pecinta bola begadang hingga larut malam menonton bola dengan semaraknya.
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





