Ini Eranya Generasi Begadang Yang Bakal Menuai Badai

Ini Eranya Generasi Begadang Yang Bakal Menuai Badai - 9EE568EE DDF7 4743 A82C 4D812DDEBE1F | # Begadang | Potret Online
WA FB X

Sehingga, kebiasaan begadang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia sejak dulu hingga sekarang.Jadi begadang, bukanlah hal baru. Namun demikian, tidak terlalu banyak orang yang begadang, seperti sekarang. Faktor penyebabnya pun sangat beragam dan bervariasi karena masalah sosial, ekonomi dan lain-lain.

Kini, sejalan dengan perubahan zaman, di mana hadirnya gadgets yang begitu menggoda, telah mengubah secara massif pola hidup masyarakat kita. Gaya hidup begadang pun kemudian, bermetamorfosis mengikuti perkembangan zaman. Apa yang membuat orang begdang setiap malam, bukan karena factor sosial atau keagamaan saja, tetapi juga karena dipengaruhi okeh perkembangan teknologi. 

Baca Juga

Kita masih ingat dahulu, pada masa-masa televisi menjadi media informasi dan hiburan, warung-warung kopi, seperti di Aceh mulai memasang televisi di warung kopi, café dan pusat kuliner lainnya, untuk menarik konsumen datang ngopi dan sekaligus menonton televisi untuk mendapatkan berita atau untuk hiburan. 

Televisi juga mendorong orang menghabiskan waktu malam di luar rumah atau di dalam rumah. Pokoknya kala itu, banyak orang yang begadang untuk mendapatkan hiburan dengan menonton acara televisi, terutama pada momentum pertandingan piala dunia di mana para penggemar bola, tua dan muda menghabiskan waktu malam mereka di depan televisi. 

Bukan hanya pada turnamen level daerah, nasional, tetapi juga level dunia. Pada event begini, ramai-ramai pecinta bola begadang hingga larut malam menonton bola dengan semaraknya.

ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tabrani Yunis

Bio Narasi

Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari.

Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan”

Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak.

Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh