Dengarkan Artikel
Abu Qahir Al-Baghdadi menyifatkan pengikut Ahlusunnah dengan mereka yang bergelut dalam teologi; para imam fikih dari kalangan ra’y dan hadis; mereka yang memiliki ilmu mengenai jalur periwayatan hadis, sunnah-sunnah yang berasal dari Nabi saw; mereka yang memahami sastra, Nahwu, Sharf, qiraat-qiraat Al-Quran dan penafsiran, penakwilan sesuai mazhab Ahlusunnah; termasuk di dalamnya para ahli zuhud, sufi, yang membahas mengenai isyarat dan ibarat dengan metode ahlu hadis; mereka yang menjaga perbatasan yang nampak dalam benteng mereka mazhab ahlu sunnah.
Dan seluruh penduduk negeri yang umumnya ahlu sunnah, tidak termasuk daerah-daerah yang menunjukkan hawa nafsunya.
Al-Baghdadi menyebutkan pengaruh positif kaum ahlusunnah di berbagai negeri Islam yang tidak mampu ditandingi seperti masjid-masjid, sekolah-sekolah, istana, lembaga pendidikan, pabrik, rumah sakit, dan berbagai bangunan yang terdapat di negeri ahlu sunnah.
Dapat disimpulkan bahwa apa saja yang disepakati oleh ahlusunnah waljama’ah dari rukun agama, dan yang diperselisihkan padanya oleh selain mereka. Metode keilmuan akidah ahlusunnah waljama’ah dibangun atas kaedah yang terdapat dalam Al-Quran dan sunnah, ijma’ dan perkara logika sehat yang tidak diperselisihkan.
📚 Artikel Terkait
Sehingga perselisihan dalam akidah dilarang dalam Islam, maksudnya perbedaan dalam persoalan akidah, yaitu persoalan yang berbeda dengan jumhur ummat. Perbedaan yang berorientasi mengikuti hawa nafsu tanpa menghiraukan dalil syara’. Memaksakan dalil untuk tunduk pada hawa nafsu. Perbedaan jenis ini menyebabkan perpecahan umat dan kehancur.
Maka penguatan akidah umat secara massal menjadi point penting dalam upaya membendung dan menekan tersebarnya aliran sesat. Mudahnya mereka terjebak ke dalam aliran sesat adalah lantaran lemahnya akidah dan minimnya pengetahuan agama yang mereka miliki, sehingga para penyebar aliran sesat begitu mudah memperdayakan dengan dalih agama untuk menyesatkannya.
Sehingga dalam proses penguatan akidah dan membentenginya diperlukan kebersamaan antara empat elemen masyarakat; pemerintah dan pemimpin, ulama dan cendekiawan sebagai pengawal agama masyarakat, para hartawan yang dermawan, dan masyarakat yang selalu mendoakan dan mendukung demi suksesnya pelaksanaan penguatan tersebut.
Akhirnya semoga Allah swt menghidupkan kita dalam Islam, mewafatkan kita dalam iman, menyatukan kita di akhirat bersama para Nabi, syuhada, shalihin, dan mengembalikan kaum muslimin yang tersesat ke jalan yang benar dan diridhai-Nya, serta mengampuni mereka atas segala kekhilafannya. Amin.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





