🔊
Dengarkan Artikel
Emosi Jema semakin kacau. Kini, gadis itu meraih sebuah besi kecil di sekitar komputer dan menghantam layar di hadapannya dengan sekuat tenaga. Suara kaca pecah memenuhi ruangan, disusul oleh kilatan cahaya dari layar yang hancur. Pecahan layar berhamburan ke lantai, dan wajah kakaknya menghilang dalam sekejap.
Belum sempat Jema mengembalikan napasnya yang tercekat, suara langkah kaki tergesa-gesa di koridor terlebih dahulu membuatnya panik. Andrenalin langsung menguasai tubuhnya, matanya bergerak cepat mencari jalan keluar. Sampai pandangan Jema tertuju pada satu-satunya jendela di ruangan itu. Namun, itu terkunci.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 78x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📚 Artikel Terkait
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.





