POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Literasi

Kenapa Saya Harus Menulis?

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Februari 26, 2025
in Literasi, Menulis
0
Kenapa Saya Harus Menulis? - IMG 20250226 WA0016 | Literasi | Potret Online

Oleh Rosadi Jamani

Dulu saya youtuber. Sekarang masih sih, cuma tak seinten dulu tiap hari nenteng handycam. Sekarang kembali ke habitat lama saya, menulis. Kenapa harus menulis? Sambil menikmati Bubur Ayam Abah Azis khas Sukabumi di Jalan Pancasila Pontianak, ikuti narasi ini sampai tuntas ya, wak.

Senjata penulis itu hanya kata-kata yang disusun jadi kalimat. Ingat, kata-kata adalah jenderal tanpa pasukan. Tapi anehnya, ia bisa menaklukkan dunia. Sebaris kalimat bisa menggetarkan hati. Sepatah kata bisa memporak-porandakan keyakinan. Seperti Muhammad Qahtani pernah berkata, “Kata-kata yang disusun dengan apik bisa menciptakan keyakinan, mesti tanpa kebenaran.”

Baca Juga
  • Kenapa Saya Harus Menulis? - 2025 05 27 09 45 34 | Literasi | Potret Online
    #Perempuan Hebat
    Apakah Perempuan Akademik yang Memilih Jadi Ibu Rumah Tangga Tidak Produktif?
    27 Mei 2025
  • Kenapa Saya Harus Menulis? - ilustrasi cewek berjilbab sedang membaca buku berjudul seni menulis | Literasi | Potret Online
    Literasi
    Pentingnya Membaca untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis
    24 Mar 2025

Pikirkan. Seorang orator ulung bisa berdiri di podium, menyemburkan seribu janji, dan puluhan juta orang percaya. Meski ia tak berniat menepati. Seorang pemuka agama bisa berkhotbah berapi-api, menggugah iman, padahal yang ia sampaikan hanya remah-remah dongeng dari masa lalu. Seorang politisi bisa meyakinkan rakyat bahwa penderitaan adalah bagian dari rencana besar. Kata-kata lebih berbahaya dari pedang. Sebab pedang hanya bisa membunuh tubuh, sementara kata-kata bisa membunuh akal sehat.

Mari kita tengok sebuah dunia di mana kebohongan diulang-ulang hingga dianggap sebagai kebenaran. Joseph Goebbels, sang Menteri Propaganda Nazi, meyakini bahwa kebohongan yang terus dikumandangkan akan menjadi fakta dalam benak publik. Sekali bohong, tetap bohong. Tapi jika bohong seribu kali, itu jadi realitas baru.

Baca Juga
  • Kenapa Saya Harus Menulis? - EE039887 4BA1 4BA2 BD0F F20DC0B8941B | Literasi | Potret Online
    Buku
    Guru MTsN 6 Aceh Utara, Putra Buloh Menulis Buku “Problematika Fiqhiyah dan Solusinya”
    25 Agu 2022
  • 02
    Guru
    Digital Literasi Numerasi itu Mudah
    05 Des 2021

Fakta sosial? Lihatlah sekitar. Berapa banyak orang yang percaya pada sesuatu hanya karena mereka sering mendengarnya? Seorang penulis buku self-help bisa meyakinkan jutaan orang bahwa kesuksesan hanya soal mindset, seolah-olah modal, privilese, dan nasib bisa dikecilkan menjadi sekadar “percaya pada diri sendiri.” Seorang influencer bisa membuat produk murahan laku keras hanya dengan satu kata: “Wajib beli!”

Di dunia ini, bukan kebenaran yang berkuasa. Tapi siapa yang bisa menyampaikan cerita lebih baik. Cerita itu biasanya dikarang seorang penulis.

Baca Juga
  • Kenapa Saya Harus Menulis? - 1462a3b5 103a 43b3 9646 dac2cf9aaa3f | Literasi | Potret Online
    Aceh
    Menjadi Generasi Muda Yang Pembelajar
    08 Nov 2024
  • Kenapa Saya Harus Menulis? - 2dd1b9ec 0316 41f7 8ce6 a3b276946179 | Literasi | Potret Online
    Artikel
    Bahagiaku di Hari Sabtu
    12 Jan 2025

Maka, jangan heran. Para penulis adalah dalang di balik peradaban. Mereka merangkai kata setiap hari, menciptakan dunia dari lembaran kosong. Mereka bisa menciptakan Tuhan. Mereka bisa membunuh Tuhan. Kitab suci adalah rangkaian kata. Biografi nabi adalah catatan yang disusun oleh tangan-tangan manusia. Sejarah ditulis oleh pemenang. Pemenang adalah mereka yang menguasai pena.

Kalau ente masih percaya dunia ini dipimpin oleh orang yang memegang pedang atau uang, kau keliru. Dunia ini dikuasai oleh mereka yang tahu cara menyusun kata-kata. Sebab kata-kata adalah sihir tertua di dunia.

Sihir itu, sayangnya, bisa digunakan untuk menipu atau menyadarkan. Tergantung siapa yang memegang pena. Nah, pena yang saya pegang, untungnya di tangan tukang ngopi macam saya ini. Bayangkan wak, Mega, Bukilic, Nohran, Dabin yang di Korea bisa saya bawa ke Pontianak. Suatu saat si kuning itu bisa klepek-klepek pada tukang ngopi di warkop reot.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Previous Post

Soal Essay, Pilihan Cerdas Yang Mencerdaskan

Next Post

Koperasi Sebagai Pilihan Badan Hukum Usaha Tambang

Next Post
Kenapa Saya Harus Menulis? - IMG 20250226 WA0033 | Literasi | Potret Online

Koperasi Sebagai Pilihan Badan Hukum Usaha Tambang

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah