Dengarkan Artikel
…..
Tidak ada bintang maupun bulan di langit. Kegelapan seolah jatuh, seakan menambah berat langkah gadis itu. Selama les tadi, tulisan yang ia temukan di kamarnya, terus berputar-putar di kepalanya, membuat Jema tidak bisa fokus. Lihat saja, Jema akan mengungkap habis misteri kertas itu saat sampai di rumah, semoga saja.
Setelah turun dari taxi, ia berjalan cepat memasuki rumah. Dencitan pintu terdengar pelan, malam juga sudah larut. Kakaknya pasti sudah tidur, ini waktu yang tepat. Ia terus melangkah perlahan menyusuri berbagai sudut rumahnya yang sepi. Ia menaruh kecurigaan pada satu ruangan di rumah ini, satu ruangan di dekat dapur yang memang belum pernah ia masuki.
Ruangan itu adalah ruang tempat almarhum ayah Jema bekerja, sekaligus kini menjadi tempat sang kakak bekerja.
📚 Artikel Terkait
Dengan napas tertahan, Jema berdiri di depan pintu itu. Tangannya terulur, memegang gagang pintu yang terasa dingin. Ia mencoba membukanya dengan perlahan, dan yang mengejutkannya, pintu itu tidak dikunci. Dadanya berdegup kencang. Apakah ini kebetulan, atau memang disengaja?
Pertanyaan demi pertanyaan terus berterbangan dalam kepala Jema, membuat pikiran gadis itu semakin kacau. Tapi kesempatan ini jarang terjadi, ia tidak boleh menyia-nyiakannya. Dengan hati-hati, Jema menutup kembali pintu kamar itu, ia harus tetap fokus pada rencana awal.
Tangannya terus meraba dinding di sekitarnya, mencari saklar untuk menerangi ruangan. Begitu lampu menyala, matanya membelalak lebar. Pandangannya sungguh terpaku pada apa saja yang ada di dalam ruangan itu. Dokumen, foto-foto, obat-obatan hingga sejumlah perangkat elektronik yang asing baginya.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





