Dengarkan Artikel
“Kamu tidak mendengarku? Bangun sekarang! Kakak baru saja menelpon guru privat barumu, kita akan keluar. Kakak akan menunggumu selama 5 menit, jika kamu belum keluar, bersiaplah untuk konsekuensinya.”
Mata Jema terbuka, memandang pintu kamarnya dengan tersenyum paksa, berusaha menahan amarah yang terpedam. Di luar kamarnya, suara sang kakak sangat jelas terdengar. Dengan perasaan geram, gadis berambut pendek itu menghentakkan kakinya, meraih tas biru muda yang tergeletak di atas meja belajarnya.
Namun ada satu kertas yang mengalihkan perhatiannya, sebuah kertas coretan yang jatuh dari selipan buku matematika Jema.
📚 Artikel Terkait
“Jema, dia mengawasimu. Carilah kebenaran di ruang yang selama ini tidak pernah kamu lihat. Di sana, semua jawabannya menunggu.”
Jema menatap bingung pada tulisan di kertas itu, kini benaknya dipenuhi berbagai pertanyaan. Sejak kapan kertas ini ada di buku matematikanya? Siapa yang menaruhnya di sana? Dan apa sebenarnya maksud dari tulisan itu? Belum sempat gadis itu menemukan jawaban, suara sang kakak dari luar kamar lebih dahulu berteriak, memaksa Jema untuk mempercepat kedatangannya.
Dengan ragu, ia menyelipkan kertas itu ke dalam sakunya, lalu bergegas mengikuti titah sang kakak
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





