Dengarkan Artikel
Oleh Syerayun Zahrani
“Apa yang bisa kamu lakukan sendiri? Mengerjakan hal kecil saja tidak bisa, Kakak baru melihat orang sebodoh dirimu”
“Kamu itu cuma beban. Semua usaha Kakak buat mengajarimu selalu sia-sia. Sampah seperti kamu tidak pantas berharap apa-apa”
Kakak perempuan, dengan segala kerumitan dan ucapan menusuknya. Gadis itu, Jema hanya menunduk, memilih bungkam daripada menanggapinya dengan kata kata. Tidak ada hal baru, ia telah terbiasa dengan semua ini.
📚 Artikel Terkait
“Pergilah ke kamar dan ulangi materi ini, jangan keluar sebelum kamu menyelesaikannya, dan jangan lupa untuk meminum pil yang telah kakak sediakan.” Jema mengangkat kepalanya, kala ucapan yang paling ia tunggu-tunggu keluar. Tanpa berpikir dua kali, ia berdiri dan bergegas menuju kamarnya.
Setibanya di sana, Jema langsung menghela napas lega, dengan segera merobohkan diri ke atas kasurnya
Gadis itu menatap nanar tiap inci kamarnya, berbagai materi yang harus dia hafal tertempel rapi di sana. Ia menutup matanya erat, berharap sejenak bisa mengabaikan semuanya. Tapi rasa pusing di kepalanya semakin kuat, hanya menunggu waktu sampai gadis ini gila karena semua ini.
Ia tatap obat yang tidak tahu untuk apa di atas meja belajarnya, meminum obat itu hanya akan membuat tubuh Jema semakin hilang kendali. Ia ambil satu pil, kemudian melemparnya dari jendela kamar, semoga saja sang kakak tidak mengetahui ini.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






