Oleh Don Zakiyamani
Siapa bilang menulis artikel, opini, cerpen, maupun puisi tidak berguna. Selain memiliki kepuasan dapat mengungkapkan yang dirasa, dilihat, dan hal-hal yang ditanyakan media sosial. Misalnya Facebook menanyakan apa yang kamu pikirkan. X menanyakan apa yang sedang terjadi.
Selain itu, menulis juga mendapat bayaran. Bayaran yang diberikan bervariasi. Ada beberapa situs yang didasarkan pada view dari artikel yang kita tulis. Ada pula yang ketat dan sulit lolos moderasi redaksi, setelah lolos baru dibayar.
Berbeda dengan kebanyakan situs tersebut, potretonline.com tidak menggunakan keduanya. Semua akan diloloskan dan tidak bergantung pada banyaknya view tulisan. Potretonline.com akan membayar upah lelah para penulis terpilih.
Mulai 2025 tepatnya Februari, potretonline.com akan membayar penulis yang mengajukan naskah terbaiknya. Tentu dengan ketentuan yang sudah disyaratkan.
Syaratnya tidak menyulitkan penulis. Hanya aturan umum dalam dunia kepenulisan. Redaksi akan memilih tulisan terbaik, dan langsung dibayar setelah pengumuman.
Berbeda pula dengan situs lain, potretonline.com membayar penulis terbaik dengan kaos eksklusif. Bila dikonversi dengan uang seharga 150-200 ribu. Cukup menarik bukan?
Tema penulisan juga berganti setiap bulannya. Tema aktual yang mudah kita dapati dalam kehidupan sehari-hari, dan dirasakan nyaris semua orang kecuali anak-anak. Tema itu mengajak kita riset kecil-kecilan, melalui berbagai platform media. Media online maupun media sosial.
Di Aceh, satu-satunya media online yang berani begitu, hanya potretonline.com. Silahkan cek media online lain di Aceh. Apakah mereka membayar para penulis artikel atau opini, jawabannya tidak.
Ini menjadi terobosan yang harus kita dukung. Ini penting agar media online tidak hanya mengejar keuntungan saja. Tanpa peduli pada para penulis dan calon penulis (pembaca) media mereka.
Terutama di Aceh, kita tidak menemukan media online yang benar-benar peduli pada literasi. Ini kritik sekaligus masukan bagi media online yang ada di Aceh. Uang memang penting namun manusia jelas lebih penting.
Mencerdaskan anak bangsa bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Media sebagai pilar demokrasi punya kewajiban intelektual.
Saran Bagi Penulis
Setiap minggu, bahkan hari maupun jam, kita menulis di media sosial. Self-actualizing memang salah satu kebutuhan manusia. Menurut Abraham Maslow, kebutuhan ini perlu dilakukan agar manusia mendapat kebahagiaan. Wajar bila kita temukan teman atau sanak famili kita sering meng-update situasi dan kondisi terkini yang dirasakan maupun dilihat.
Hal yang direncanakan, maupun hal lain yang menurutnya perlu diekspresikan dan diketahui publik. Media sosial menampung semua hal itu. Namun bagaimana jika kita ubah kalimat-kalimat pendek itu menjadi tulisan runut. Tidak harus ilmiah, yang penting tidak bohong dan tidak menyinggung unsur SARA.
Saran saya sih silahkan mulai menulis di potretonline.com. selain seleksi tulisan tidak terlalu ketat, kita berpeluang dibayar. Bayaran baju cukup lumayan. Iseng-iseng berhadiah, begitu ungkapan yang sering kita dengar.
Sekarang malah lebih mudah menulis di POTRET, ada kolom khusus bagi yang ingin menulis. Di kolom kirim tulisan, kita dapat langsung menulis tanpa harus mengirimkan ke redaksi. Cukup mudah dan memudahkan. Jadi jangan tunggu kiamat datang baru menulis, apalagi menulis di media sosial “kiamat datang”. Segera menulis di potretonline.com dan bersiaplah mendapat bayaran (baju kaos).
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini















