• Latest
Rembuk Konspirasi di Balik Jeruji

Rembuk Konspirasi di Balik Jeruji

Maret 2, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Rembuk Konspirasi di Balik Jeruji

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Maret 2, 2025
Reading Time: 3 mins read
Rembuk Konspirasi di Balik Jeruji
597
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Di sebuah sel khusus di Kejaksaan Agung, tiga orang yang disebut-sebut sebagai otak megakorupsi terbesar abad ini, Yaya Kusmaya, Diva Siahaan, dan Berry Chalid, duduk bersila seperti hendak berzikir. Mereka pikirkan bukan taubat, melainkan strategi lolos dari jerat hukum.

Mereka baru saja ditangkap atas dugaan korupsi yang merugikan negara 968,5 triliun rupiah. Sebuah angka yang jika dirupiahkan ke dalam pecahan seribu rupiah, bisa membangun jembatan dari bumi ke bulan dan masih ada kembalian buat beli gorengan.

“Kita udah bayar miliaran bahkan triliunan ke semua lini!” Yaya menggebrak lantai. “Polisi, jaksa, hakim, auditor, media, influencer, tukang parkir, sampai tukang bakso depan kantor Jaksa dan KPK! Kok bisa bocor, sih?! Apa tukang bakso itu agen rahasia?! Ini jelas konspirasi tingkat super-ultra-mega-galak!”

Diva Siahaan, yang biasanya tenang, kini menggigit kukunya. “Harusnya kita aman, kan? Kita cuma menjalankan perintah atasan. Eh, kenapa kita yang dikorbankan? Di atas kita masih ada menteri, jenderal, ketum parpol, anggota dewan, bahkan mungkin tukang kebun istana!”

Berry Chalid mengangguk, matanya menyipit curiga. “Jangan-jangan ini akal-akalan mereka. Kita yang dijadikan tumbal buat menenangkan rakyat. Padahal, uangnya sudah dibagi-bagi, kan? Mana mungkin korupsi segede ini cuma melibatkan sembilan orang? Bahkan maling ayam aja kadang komplotannya lebih banyak!”

Mereka bertiga terdiam sejenak. Kemudian, dengan penuh kebijaksanaan ala mafia kelas wahid, mereka membuat keputusan bersejarah.

“Kita bocorin semuanya!” seru Yaya.

“Setuju! Kalau kita masuk, semua harus ikut! Kita bikin daftar nama! Dari atasan kita, sampai yang cicipin uangnya, termasuk penyanyi dangdut yang dikasih Alphard, artis TikTok yang dikasih endorsement, bahkan politisi yang tiba-tiba rajin umroh!”

Mereka bertiga mulai menulis daftar di tembok sel dengan pecahan batu.

  1. Menteri A – 50 triliun
  2. Jenderal B – 20 triliun
  3. Ketua Parpol C – 30 triliun
  4. Selebgram D – 5 Miliar + bonus konten ‘A Day in My Corrupt Life’
  5. Wartawan E – 10 Miliar + liburan ke Maladewa
  6. Tukang parkir F – 100 juta (karena dia tahu terlalu banyak)

Daftarnya makin panjang. Mereka tak sadar bahwa kamera pengawas menangkap semua gerak-gerik mereka.

Di ruangan monitor, seorang pejabat senior tersenyum miring. “Bagus, lanjutkan, bocorkan semuanya… Sampai nanti mereka sadar kalau mereka sedang main catur dengan orang yang mengendalikan papan permainan.”

Sementara itu, di sel lain, enam tersangka lainnya juga sedang membuat strategi masing-masing. Salah satunya mengusulkan agar mereka membuat film dokumenter berjudul “968,5 Triliun: The Untold Story”, dengan tujuan agar Netflix membeli hak siarnya.

Pintu sel tiba-tiba terbuka. Seorang sipir berbisik, “Pak, ada yang mau nego. Kalau bayarannya pas, bisa keluar malam ini.”

Baca Juga

IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026
b25b943e-f0d2-47df-bd75-ad0c643a8322

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026

Mata mereka berbinar. Korupsi mungkin dosa besar, tapi di negeri ini, dosa lebih fleksibel ketimbang harga cabai di pasar.

Disclaimer; Ini hanya fiksi, maklum kang ngopi tak bisa ngopi siang hari.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Dijajah, Dikorupsi, Tak (juga) Bangkrut

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com