Dengarkan Artikel
Bila tidak, belajarlah lebih banyak.
Rendahnya kemampuan membaca, yang masih banyak pada tataran literal yang masih sulit memahami bacaan, adalah bukti rendahnya peradaban bangsa ini. Ketika memahami bacaan saja masih rendah, bagaimana bangsa ini mampu mengidentifikasi dan menganalisis masalah yang dihadapi bangsa ini, hingga mampu melakukan kontemplasi untuk memberikan solusi terhadap persoalan hidup dan untuk mampu bersaing dalam percaturan global. Jadi, harus difahami bahwa masih rendahnya kemampuan memahami bacaan, adalah masalah literasi. Rendahnya kemampuan literasi Anak bangsa adalah akar masalah yang harus segera diatasi oleh Pemerintah dan Bangsa ini.
Masalah rendahnya kemampuan literasi, numerasi dan sains bangsa ini, harus segera dituntaskan. Bila tidak, akar masalah ini akan menyebabkan kualitas pendidikan kita terus rendah. Membangun kemampuan literasi, numerasi dan sains adalah sebuah keniscayaan. Pemerintah Indonesia harus lebih serius membangun kemampuan literasi, numerasi dan sains anak-anak negeri ini. Bila tidak, kita akan terus berhadapan dengan konsekwensi. Bangsa Indonesia menjadi pecundang, bukan pemenang. Padahal, selama ini kita begitu gembira karena memiliki bonus demografi. Ya, kita adalah bangsa yang sedang menikmati bonus demografi, memiliki generasi usia produktif, bagaimana kita bisa menikmati bonus, kalau kemampuan memahami bacaan saja masih rendah?
Nah, bagaimana pula anak bangsa ini bisa bersaing secara global, bila kemampuan memahami bacaan saja masih rendah? Bukan hanya itu, Pemerintah Indonesia saat ini juga semakin sering menjual komoditas politik dengan barang dagangan Indonesia emas di tahun 2045 yang semakin di depan mata. Pertanyaannya, bagaimana akan bisa mendulang emas, bila rakyatnya memahami bacaan saja belum lancar? Bukankah ini membahayakan dan mengancam serta mendiskreditkan semua harapan yang sudah dideklarasikan?
Sangat lah rugi bangsa ini bila tidak mampu memanfaatkan bonus demografi yang sedang kita miliki, yang memberikan banyak keuntungan bagi kemaslahatan hidup bangsa Indonesia saat ini, bila terjegal oleh rendahnya kemampuan literasi, numerasi dan sains. Bonus itu akan menjadi buih yang terapung-apung di permukaan air, hanya mengikuti gerak air dan angin. Ya, Apa artinya bonus demografi melimpah, bila kualitas rendah? Bukankah hanya akan menjadi bangsa yang kalah dalam segala hal?
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





