POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Ketika Kemampuan Memahami Bacaan Masih Rendah

Tabrani YunisOleh Tabrani Yunis
February 27, 2025
Tags: #analisis
🔊

Dengarkan Artikel

Bila tidak, belajarlah lebih banyak.

Rendahnya kemampuan membaca, yang masih banyak pada tataran literal yang masih sulit memahami bacaan, adalah bukti  rendahnya peradaban bangsa ini.  Ketika memahami bacaan saja masih rendah, bagaimana bangsa ini mampu mengidentifikasi dan menganalisis masalah yang dihadapi bangsa ini, hingga mampu melakukan kontemplasi untuk memberikan solusi terhadap persoalan hidup dan untuk mampu bersaing dalam percaturan global. Jadi, harus difahami bahwa masih rendahnya kemampuan memahami bacaan, adalah masalah literasi. Rendahnya kemampuan literasi Anak bangsa adalah akar masalah yang harus segera diatasi oleh Pemerintah dan Bangsa ini.

Masalah  rendahnya kemampuan literasi, numerasi dan sains  bangsa ini, harus segera dituntaskan. Bila tidak, akar masalah ini akan menyebabkan kualitas pendidikan kita terus rendah.  Membangun kemampuan literasi, numerasi dan sains adalah sebuah keniscayaan. Pemerintah Indonesia harus lebih serius membangun kemampuan literasi, numerasi dan sains anak-anak negeri ini. Bila tidak, kita akan terus berhadapan dengan konsekwensi. Bangsa Indonesia menjadi pecundang, bukan pemenang.  Padahal, selama ini kita begitu gembira karena memiliki bonus demografi. Ya, kita adalah bangsa yang sedang menikmati bonus demografi, memiliki generasi usia produktif, bagaimana kita bisa menikmati bonus, kalau kemampuan memahami bacaan saja masih rendah? 

Nah, bagaimana pula anak bangsa ini bisa bersaing secara global, bila kemampuan memahami bacaan saja masih rendah?  Bukan hanya itu, Pemerintah Indonesia saat ini juga semakin sering menjual komoditas politik dengan barang dagangan Indonesia emas di tahun 2045 yang semakin di depan mata. Pertanyaannya, bagaimana akan bisa mendulang emas, bila rakyatnya memahami bacaan saja belum lancar? Bukankah ini membahayakan dan mengancam serta mendiskreditkan semua harapan yang sudah dideklarasikan?

Sangat lah rugi bangsa ini bila tidak mampu memanfaatkan bonus demografi yang sedang kita miliki, yang memberikan banyak keuntungan bagi kemaslahatan hidup bangsa Indonesia saat ini, bila terjegal oleh rendahnya kemampuan literasi, numerasi dan sains. Bonus itu akan menjadi buih yang terapung-apung di permukaan air, hanya mengikuti gerak air dan angin.  Ya, Apa artinya bonus demografi melimpah, bila kualitas rendah? Bukankah hanya akan menjadi bangsa yang kalah dalam segala hal?

📚 Artikel Terkait

DIA YANG MEMBUAT AKU LELAH

Di Bukit Jalin Lembaga Pendidikan Tinggi Seni bernama ISBI Aceh Berdiri, Membangun Kebudayaan Aceh dan Nusantara

KAMPUNG YANG BERSIH DAN INDAH

Idul Adha sebagai Dekonstruksi Kepemilikan dan Pembangunan Loyalitas Transendental

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 70x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 57x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share6SendShareScanShare
Tags: #analisis
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
150
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Mengenal Maestro Korupsi Pertamax Rasa Pertalite

Mengenal Maestro Korupsi Pertamax Rasa Pertalite

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00