POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Nyi Ageng Serang: Bara di Tanah Jawa

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
February 24, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (10)

Oleh Gunawan Trihantoro


Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah

Setelah keluarganya tumpas di tangan Belanda, Nyi Ageng Serang turut menyokong perjuangan Diponegoro. Bahkan, dia adalah pemimpin pasukan perang melawan Belanda pada 1825. [1]


Di tanah yang kerap dibasuh hujan,
berdiri seorang perempuan berjiwa baja.
Bukan sekadar ibu, bukan sekadar istri,
melainkan nyala api yang menolak padam.

Darah bangsawan mengalir di nadinya,
tetapi hatinya milik rakyat jelata.
Dari kecil, ia tak diajarkan menyerah,
melainkan bertempur dengan akal dan nyali.

“Jangan kau pikir aku rapuh,
Jangan kau sangka aku gentar!
Aku lahir dari petir yang menggelegar,
Aku adalah bara di tanah yang kau injak!”

-000-

Angin berbisik di rerimbunan bambu,
langit mengabarkan firasat yang muram.
Nyi Ageng Serang mendongak ke cakrawala,
menatap jauh ke medan perang yang kian mendekat.

Diponegoro telah bergerak,
seperti ombak yang hendak menghantam karang.
Tapi Belanda, dengan licik dan siasat,
menanam jebakan dalam cawan persahabatan.

📚 Artikel Terkait

Surga dan Rupiah

Belajar Teori Hegemoni dari Sebotol Kecap Manis

Berkacalah

Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (2)

Ia menggenggam keris yang berkilau,
sembari berbisik pada angin malam,
“Jangan biarkan tanah ini menjadi pekuburan kehormatan,
biarkan ia menjadi pusara bagi para penjajah.”

-000-

Nyi Ageng Serang tak hanya bertempur,
Ia merancang siasat, mengatur langkah.
Ia paham medan, paham rakyat,
Menggerakkan pasukan dengan lincah dan cerdik.

Di bawah komando seorang perempuan,
lelaki tak gentar, pemuda tak goyah.
Sebab nyalanya lebih terang dari obor,
sebab tekadnya lebih tajam dari belati.

-000-

Tetapi tak semua perang berujung kemenangan,
dan tak semua pahlawan menutup mata di medan laga.
Tahun berlalu, pertempuran memudar,
namun nama Nyi Ageng Serang tetap berkobar.

Ia tak sekadar bertempur,
tapi mengajarkan arti kehormatan.
Ia tak sekadar melawan,
tapi menanamkan benih perlawanan.

Sampai hari ini, di tiap desiran angin,
masih terdengar gaung langkahnya.
Di tiap nyala lilin perjuangan,
masih tersimpan bara semangatnya.

“Jangan biarkan tanah ini menjadi dingin,
Jangan biarkan darah ini tumpah sia-sia.
Selama kita masih mengingat, selama kita masih berjuang,
Aku, Nyi Ageng Serang, tetap hidup!”


Rumah Kayu Cepu, 6 Februari 2025

CATATAN:
[1] Puisi esai ini diinspirasi dari kisah Nyi Ageng Serang yang lahir sebagai Raden Ajeng Retno Edhi pada abad ke-18 dan berasal dari Kesultanan Mataram. https://tirto.id/firasat-nyi-ageng-serang-dan-siasat-de-kock-menangkap-diponegoro-gCjN
• Ia berperan penting dalam Perang Diponegoro (1825–1830) dengan strategi gerilyanya yang cerdas.
• Ia dikenal sebagai ahli strategi perang dan memimpin pasukan melawan kolonial Belanda.
• Firasat dan kebijaksanaan taktisnya banyak disebut dalam catatan sejarah, termasuk dukungannya terhadap Pangeran Diponegoro.
• Nama dan semangatnya tetap hidup sebagai simbol perlawanan perempuan dalam sejarah perjuangan Indonesia.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 140x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 92x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
165
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Demikian

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00