• Latest
Danantara Diresmikan, Indonesia Cerah? - IMG 20250224 WA0003 | #Danantara, | Potret Online

Danantara Diresmikan, Indonesia Cerah?

Februari 24, 2025
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Danantara Diresmikan, Indonesia Cerah?

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Februari 24, 2025
in #Danantara,, Indonesia
Reading Time: 2 mins read
0
Danantara Diresmikan, Indonesia Cerah? - IMG 20250224 WA0003 | #Danantara, | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Rosadi Jamani

Mahasiswa belum berhenti demo, Indonesia gelap. Begitu juga pemerintah belum berhenti menggebrak. Terkini, Danantara diluncurkan. Akankah ini membuat Indonesia Cerah? Sambil menikmati Nasi Kafsah Najwa di Sungai Jawi Pontianak, yok kita kunyah “ape bende” Danantara ini.

Dunia terdiam. Angin berhenti berhembus. Langit seolah mengamati dengan tatapan penuh rasa ingin tahu. Di tengah gegap gempita politik dan ekonomi yang penuh lika-liku, muncullah satu nama yang digadang-gadang sebagai penyelamat, mercusuar harapan, serta tonggak baru kemakmuran Indonesia, Daya Anagata Nusantara (Danantara). Dengan gebrakan penuh gempita, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan lembaga investasi ini. Ini sebuah maha karya yang katanya akan membawa Indonesia ke puncak kejayaan, Indonesia Cerah. Pidato disampaikan, janji-janji ditebar, tepuk tangan menggema. Mata dunia tertuju pada negeri ini, menunggu apakah kita akan melesat ke angkasa atau terjerembab ke lubang yang sama seperti sebelumnya.

Danantara disebut-sebut sebagai gerbang menuju masa depan emas, di mana uang tak lagi sekadar angka di layar, tetapi makhluk hidup yang tumbuh, berkembang biak, dan beranak-pinak dengan kecepatan cahaya. Dengan dana awal yang digadang-gadang US$20 miliar dan potensi pengelolaan mencapai US$900 miliar. Kita seolah berdiri di ambang kebangkitan ekonomi yang lebih epik dari dongeng-dongeng kerajaan kuno. Bayangkan, tumpukan emas dan berlian yang bisa digunakan untuk membangun istana mewah di setiap sudut negeri, atau setidaknya cukup untuk membangun jalan tol ke bulan.

Dalam skenario sempurna, Danantara akan menjadi surga bagi investasi hijau dan proyek-proyek berkelanjutan. Matahari akan bersinar lebih terang untuk panel surya, angin akan berembus lebih kencang untuk turbin listrik, dan bumi akan tersenyum menyaksikan transformasi peradaban ini. Iklim ekonomi akan sejuk, bisnis berkembang, dan rakyat bersorak bahagia. Pemerintah menjamin bahwa transparansi adalah kunci, dan segala bentuk pengawasan akan dilakukan oleh dewan maha sakti yang terdiri dari mantan presiden dan tokoh agama. Sebuah susunan yang nyaris terdengar seperti dewa-dewa Olympus yang turun dari gunung untuk mengawasi keberlangsungan dunia fana.

Namun, bayangan gelap selalu mengikuti cahaya. Sejarah mengajarkan kita bahwa mimpi besar sering kali berujung pada kenyataan pahit. Bisikan-bisikan skeptis mulai bergaung, menyusup di antara riuh rendah optimisme. Apa jaminannya bahwa Danantara tidak akan menjadi saga tragis seperti skandal finansial yang pernah mengguncang dunia? Bukankah janji-janji manis sudah sering kita dengar, hanya untuk diakhiri dengan permohonan maaf dan klaim bahwa ‘ada kekeliruan teknis’? Apakah rakyat akan melihat keberhasilan gemilang, atau sekadar layar gelap dengan teks ‘Dana Tidak Ditemukan’?

Terlepas dari segala keraguan, roda sudah berputar. Kita berada di titik tanpa jalan kembali. Danantara telah lahir, seperti seorang pahlawan dalam kisah epik yang siap menantang takdir. Kita hanya bisa menunggu, menyaksikan, dan berharap bahwa kali ini, mungkin, hanya mungkin, cerita ini akan berakhir bahagia. Atau setidaknya, tidak menjadi lelucon sejarah yang kita ulang setiap dekade. Sediakan kopi, siapkan pisang goreng atau goreng pisang, eh mana sih yang benar. Drama baru saja dimulai.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Share234SendTweet146Share
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Next Post
Danantara Diresmikan, Indonesia Cerah? - IMG 20250224 WA0006 | #Danantara, | Potret Online

Ironi di Negeri Subur dan Makmur

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com