Dengarkan Artikel
Wah, adem ya. Ujar sang sahabat. Lagi pula langit tampak cerah dan berwarna abu kebiruan. Aku merespon dengan rasa syukur. Alhamdulilah ucapku sambil menoleh ke wajahnya dan memberi tahu, kalau aku mengambil jalan ke kanan, ke arah jalan Blang Bintang lama. Jalan itu lebih dekat, dibandingkan belok kiri ke arah Lambaro Kaphe. Ya, lewat jalan Blang Bintang lama, aku bisa menunjukan pada teman kalau di tengah jalan, akan bisa melihat sebuah Universitas Abul Yatama, yang berlokasi di desa Lampouh Keude, yang tak jauh dari rumahku. Juga aku ingin menjamunya dengan suguhan kopi Arabika Gayo. Maka, ia tidak langsung kuantarkan ke hotel.
Aku ingin ia merasakan cita rasa aroma kopi Arabica Goyo Highland. Aku memilih warung kopi yang sudah sangat dekat dengan rasa yang disajikan di warung kopi yang menempati bangunan kecil, berdinding kayu, dan di sampingnya ada Musleni Tomyam, yang juga banyak menyediakan sajian makan siang dan malam.
Dalam perjalanan dari bandara ke warung Gerobak, yang hanya beberapa meter dari POTRET Gallery, mata sang sahabat sering terarah pada tumpukan sampah. Bukan karena ia suka melihat sampah, tapi ia adalah sahabat yang punya concern dan Pekerjaan sebagai aktivis lingkungan. Jadi Wajah kalau matanya sering terarah pada sampah yang dilihatnya menggangu penglihatan. Ia pun berujar, “ Wah, sampahnya sampai terbang ke jalan ya!”.
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





