• Latest
#KaburAjaDulu: Mimpi, Realita dan Pejabat yang Tutup Mata

#KaburAjaDulu: Mimpi, Realita dan Pejabat yang Tutup Mata

Februari 21, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

#KaburAjaDulu: Mimpi, Realita dan Pejabat yang Tutup Mata

Redaksiby Redaksi
Februari 21, 2025
Reading Time: 3 mins read
#KaburAjaDulu: Mimpi, Realita dan Pejabat yang Tutup Mata
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Dwi Sutarjantono

Belakangan ini, tagar #KaburAjaDulu ramai berseliweran di media sosial. Bagi sebagian orang, ini lebih dari sekadar candaan. Ia adalah bisikan hati, keluhan tertahan, dan mimpi untuk keluar dari “sumur kering” yang semakin lama terasa pengap.

Sebagian berandai-andai tentang negeri asing yang lebih tertata, udara lebih bersih, dan penguasa yang lebih berpihak kepada rakyat. Mereka membayangkan hidup di tempat di mana aturan ditegakkan tanpa pandang bulu dan harga kebutuhan pokok tidak seperti wahana rollercoaster yang naik turun sesuka hati.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Kita sering mendengar pepatah lama, “Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, lebih baik di negeri sendiri.” Namun, bagaimana jika yang terjadi adalah hujan petir kebijakan yang membuat rakyat terpaksa berteduh ke negeri asing?

Kita terbuai dengan kisah sukses ekspatriat, tetapi jarang mendengar kisah mereka yang terjebak dalam birokrasi yang dingin, tersisih dalam persaingan global, atau sekadar rindu makan pecel lele di pinggir jalan tanpa harus menjual ginjal.

Di luar negeri, hidup bukan sekadar menikmati keindahan kota yang tertata atau sistem transportasi yang nyaman. Ada realitas yang tidak tertangkap dalam lensa media sosial: rindu keluarga yang tak kunjung reda, sulitnya menemukan tempat ibadah yang nyaman jika agama kita minoritas, atau bahkan tekanan sosial karena dianggap ‘orang luar’ selamanya.

Saya pernah waktu di Paris, dan untuk sekadar mengurus kartu SIM saja harus menempuh perjalanan berkilo-kilometer. Di sini? Tukang pulsa di warung depan rumah bisa sekalian ganti casing HP. Di sini, lapar tinggal go-food merem banyak pilihan. Di sana? Keluar rumah saja bisa berjam-jam hanya untuk cari makanan (saya muslim) .

Jadi, apakah kita benar-benar ingin pindah karena mengejar mimpi, atau sebenarnya hanya ingin lari dari kenyataan?

Bagi kita sebagai individu, #KaburAjaDulu bisa jadi hanya bentuk pelarian sesaat dari penatnya hidup. Namun, bagi para pemimpin negeri, ini adalah sirine tanda bahaya yang seharusnya tak bisa diabaikan.

Jika rakyat mulai bercita-cita meninggalkan tanah air bukan karena ingin berkembang, tetapi karena sudah tak tahan, ada yang salah. Ini bukan sekadar tren media sosial yang bisa didiamkan seperti berita basi. Ini adalah gelombang kegelisahan yang jika terus dibiarkan, bisa berubah menjadi tsunami ketidakpercayaan. Ketika rakyat sudah bicara dengan tagar, artinya mereka merasa suaranya tak didengar.

Tapi sayangnya, sering kali para pejabat justru lebih sibuk menari di panggung politik, menutup mata terhadap keluhan yang datang. Seakan semua baik-baik saja, seakan negeri ini masih nyaman ditinggali tanpa ada suara putus asa di lini masa.

Jika para pemimpin lebih sibuk membangun citra daripada membangun kepercayaan, jangan salahkan rakyat jika mereka mencari tempat yang lebih bisa memberi harapan.

Di tengah semua kegelisahan ini, pertanyaannya bukan hanya apakah kita ingin pergi atau bertahan. Tapi lebih dalam lagi: Apakah kita hanya ingin menghindar, atau justru berkontribusi untuk memperbaiki keadaan?

Bagi yang ingin hijrah ke luar negeri demi masa depan yang lebih baik, silakan. Itu hak masing-masing individu. Tapi sebelum benar-benar berkemas, tanyakan pada diri sendiri: “Apakah saya benar-benar mencari peluang, atau sekadar kabur dari kenyataan?”

Bagi para pemimpin negeri, ini saatnya membuktikan bahwa tanah air ini masih layak diperjuangkan. Jika semakin banyak rakyat yang ingin pergi, jangan salahkan mereka karena kehilangan harapan. Salahkan diri sendiri karena gagal membuat mereka ingin bertahan.

Jadi, masih ingin #KaburAjaDulu, atau malah mau coba membuat negeri ini lebih baik? Eh tapii kalau mau kabur untuk healing ajak-ajak saya ya….

(Dwi Sutarjantono, penulis/Mind Programmer/Sekretaris Umum Satupena DKI Jakarta)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Hasto dan Opera Rompi Oranye

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com