• Latest
Calon Pewaris - Cerpen Calon Pewaris dengan latar belakang Kalimantan | Cerpen | Potret Online

Calon Pewaris

Februari 18, 2025
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Calon Pewaris - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerpen | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Calon Pewaris - Cerpen Calon Pewaris dengan latar belakang Kalimantan | Cerpen | Potret Online

Calon Pewaris

Heri Haliling by Heri Haliling
Februari 18, 2025
in Cerpen
Reading Time: 10 mins read
0
592
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Gerimis masih mengganggu dengan sensasi nyaman sebagai godaan. Di sebuah sofa masih di ruang tamu, kami duduk dalam penghayatan. Sekarang Julak Ampoy hanya menimang mandaunya. Sementara tameng itu telah ia sandarkan pada pinggir sofa.

“Apakah hantu pria tanpa kepala itu berulah lagi?”

“Iya Julak.”

“Apakah dia yang menuntutmu ke ruangan ini?”

“Saya kira demikian. Cukup, Julak” sahutku dengan sedikit berani. “Kembalikan kepalanya. Kubur selayaknya agar dia tak mengganggu.”

Julak Ampoy terkekeh sambil menyalakan rokok kreteknya. Sekejab asap putih kebiruan sudah mengukung wajahnya.

“Setiap suku punya budaya kelam sendiri-sendiri” ujar Julak memulai dan kini mencabut mandau itu. Besi hitam dengan bagian ujung atas terlihat sekitar ada 6 lubang kecil. “Lubang kecil ini adalah jumlah jawara yang tewas karena pusaka ini. Kita punya tradisi lama yang ditinggalkan namun bisa bangkit kembali.”

“Ngayau??” jawabku sedikit ragu.

Julak meniup bilah mandaunya dengan asap rokok.

“Iya. Warisan budaya untuk sikap keberanian dan kehormatan atas penghinaan perlu kau ketahui dan kuasai. Sebab itulah kau di sini.”

“Tapi Julak, ini pembunuhan. Ini menyimpang!”

Baca Juga

di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026

“Kau pikir jika aku yang kalah dalam pertarungan itu, mereka akan berlaku ramah terhadap jasadku???”

Aku diam. Ku yakin setelah ini beliau akan meneruskan sendiri.

“Si gajang laleng lipa atau tarung sarung, carok, dan tumbal proyek. Jepang punya sapuku! Apa itu bukan pembunuhan atau saling bunuh?” Julak Ampoy berdiri dan memasukkan mandau ke sarungnya. “Tapi sebagai manusia yang beradab tentu semua tak dikerjakan tanpa alasan.”

“Ini warisan tentang harga diri. Biarkan kepalanya di situ. Dia akan jadi penjaga rumah ini. Abaikan saja dan beranikan nyalimu. Itu pelajaran dalam darah sukumu di sini!” urai Julak Ampoy yang berlalu pergi.

Begitulah katanya. Beliau berjalan menata rak-rak seperti semula dan meletakkan mandau serta tameng sebagai penjaga. Sementara diriku yang beku harus menikmati ini sebagai pelajaran panjang. Tapi entah rasa apa, tubuhku seolah mendidih. Mataku nyalang.

ADVERTISEMENT

Ku putuskan dengan keteguhan, darah sukuku tak hendak gentar barang selangkahpun dari ini. Sungguh! Mulai ini ku persiapkan malamku dengan keteguhan. Ini warisan yang melekat dalam nadiku.

***

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 352x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 352x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 317x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 266x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 212x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Page 6 of 6
Prev1...56
SummarizeShare237Tweet148
Heri Haliling

Heri Haliling

Heri Haliling merupakan nama pena dari Heri Surahman. Beliau pengajar di SMAN 2 Jorong. Heri Haliling selain mengajar juga aktif menulis baik cerpen atau novel dalam aplikasi GWP atau Kwikku. Beberapa karyanya yang telah terbit antara lain: 1. Novlet Rumah Remah Remang, 2024 (J-Maestro). 2. Novel Perempuan Penjemput Subuh, menjadi juara 2 Sayembara Menulis Novel Guru dan Dosen Tahun 2024 (PT Aksara Pustaka Media). 3. Beberapa cerpennya telah termuat dalam media cetak dan digital seperti Balipolitika, Radar Utara, Radar NTT, Negeri Kertas.com, Kaltim Post, Kompasiana, dan Republika

Baca Juga

IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
Next Post
Calon Pewaris - e76c585c b71b 4151 b1cc 946d87a33a66 1 | Cerpen | Potret Online

Mewujudkan Masyarakat Ideal dengan Akhlaqul Karimah

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com