• Latest

Calon Pewaris

Februari 18, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Calon Pewaris

Heri Halilingby Heri Haliling
Februari 18, 2025
Reading Time: 10 mins read
592
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Bunyi ramai puluhan orang berpadu dengan gemericing lonceng datang dari arah kanan. Berikat tali merah kuning pada bagian dahi dan menyilang ke tubuh,  mereka setengah tak berbaju sambil mengacungkan mandau dan hentakkan tombak. 

Sementara itu tak kalah bersorak penuh tantangan puluhan orang juga datang dari arah kiri. Mereka ini umumnya mengenakan jaket hitam dan beberapa berpeci sambil berjalan beringas memutarkan celurit.

Dua kubu berlari saling maju. Brakkkk!!!!! Tumpah ruah jadi satu!!! Prang!!!!Prang!!!!!Prang!!!! Desingan besi beradu gila. Saling timpas saling sabet!!!!! Aku mundur hendak berlari tapi bodoh kembali menyadarkanku bahwa tubuh ini hanya bisa pasrah tanpa gerakan. Cepat dan mengerikan korban mulai berjatuhan. Robek usus terburai, tangan putus, kepala belah, mata jebol terhujam tombak, dan di antaranya penggal kepala masuk bejana. Darah banjir di jalan, meluber kemana-mana bagai tumpahan minyak; setengah di antaranya darah membuncah bercampur jeroan manusia  mengarsir daun dan bunga-bunga taman dengan warna merah.

Baca Juga

IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Emak Mananti Lebaran

Emak Mananti Lebaran

Maret 23, 2026

Tuhan hentikan kegilaan ini!!!!! Hentikan tolonggg!!!!! pekikku dalam ketiadaan.

Tak masuk perhitungan, tiba-tiba sebuah senja merah muncul menabrak silau. Dengan ruang dan waktu yang aneh aku berpusing dan kini di hadapanku hanya tersisa dua orang. Keduanya berdiri, napasnya tersengal kepayahan. Satu orang berlilit kain merah kuning dan kalung dari akar berpadu tulang tampak merayapkan tangan kiri meraih bungkusan merah yang menggantung di pinggang.

Bungkusan ia buka; sebuah daun hijau dan tampak beras kuning coba ia satukan. Mulutnya merapal sebuah bacaan yang ku kira pasti mantra. Di lain pihak, sosok berjaket hitam dengan peci tak kalah berceracau sambil jemarinya memulas sebuah batang kecil misterius yang terikat pada gagang celuritnya.

Kuluk!!!!!kuluk!!!kuluk!!!!

Bunyi kembali menyeruak dari mulut pria berlilit kain. Dia maju dan melempar buntalan daun dan beras kuning ke arah pria berjaket. Sekejap api aneh muncul. Pria berjaket bergumul api tapi tanpa teriakan. Dari balutan api yang berkobar mandau menyilang dan menebas bagai puma terkam menjangan. Pria berjaket berputar seperti tarian sufi. Mendadak angin kencang berembus memeluk pria dalam kobaran. Api kian besar tapi terasa tipis; dan sungguh ajaib, pria berjaket itu keluar dari kobaran dengan tanpa adanya luka bakaran.

Aku hanya menyaksikan dalam kondisi yang kian sakau. Liurku meleleh tak terkontrol. Lalu sekejab warna merah muncul  kembali. Mendekat dan menabrakku lagi. Aku mengangkat dagu.  Saat kembali pada pertarungan, semua telah berbeda. Aku bukan lagi di halaman. Sungguh tak masuk akal, kini aku berdiri di ruang tamu, tepat memandang tembok yang ku yakin posisi itu kini ditempati rak kaset dvd.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Kontribusi Umat Islam Terhadap Peradaban Dunia

Mewujudkan Masyarakat Ideal dengan Akhlaqul Karimah

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com