• Latest

Menilik Eksistensi Seni Tradisional Dari Perspektif Milenial di Aceh

April 16, 2021
Mahasiswa duduk sendiri di lingkungan kampus dengan ekspresi cemas sementara mahasiswa lain berlalu di belakangnya

Bukan Sekadar Malu: Kecemasan Sosial yang Menggerus Percaya Diri Mahasiswa

April 11, 2026
db5df19e-a49a-4379-86f9-5e88076f4172

Harap-harap Cemas Menunggu Hasil Perundingan Iran vs AS

April 11, 2026
2fc46e4c-99ca-4bd5-8807-7ae4e054e3db

Rekor MURI, Pameran Lukisan, Menghias Telur, dan Makna Kemanusiaan dalam Keberagaman

April 11, 2026

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

April 11, 2026
IMG_0733

Berjuang Hingga Akhir

April 11, 2026
9edda383-f515-49a9-9938-8d5b8ebcf730

Sastra sebagai Cermin Kehidupan: Refleksi Perjalanan dari Panggung Teater ke Dunia Penelitian

April 11, 2026
29e05edd-7320-4d1e-bee4-7bd4496720de

Bahaya “Self-Diagnosis” di Balik Layar TikTok: Mengapa Remaja Aceh Butuh Validasi Profesional?

April 10, 2026
Ilustrasi dua kelompok manusia yang terpisah dengan perbedaan warna, menggambarkan prasangka, bias sosial, dan pengelompokan in-group dan out-group.”

Memahami Prasangka: Mengapa Kita Mudah Menilai Orang Lain Secara Keliru

April 10, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Sabtu, April 11, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Menilik Eksistensi Seni Tradisional Dari Perspektif Milenial di Aceh

Redaksi by Redaksi
April 16, 2021
in Essay, IAIN Langsa, Mahasiswa
Reading Time: 4 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Baca Juga:
  • Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa
  • Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi
  • Tahun Baru yang Sunyi di Kampung



Oleh Lili Nurma Yanti

Mahasiswi Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, IAIN Langsa, Aceh

Sampai hari ini kehidupan keseharian kita masih dikelilingi oleh ruang lingkup seni. Melalui seni kehidupan bermasyarakat lebih memiliki warna tersendiri. Sebenarnya karya seni merupakan suatu yang lumrah, kemudian muncul suatu keunikan dimana minat untuk berkarya di kalangan non-akademik seni menjadi sesuatu fenomena yang menarik.

Baca Juga

Mahasiswa terlihat lelah di depan laptop akibat tekanan akademik dan burnout

Mengapa Mahasiswa Mudah Burnout? Ini Penyebab dan Solusinya

April 9, 2026
Perempuan Aceh mengenakan hijab sedang menulis di buku dalam suasana komunitas, mencerminkan semangat literasi dan pemberdayaan perempuan desa

Kerinduan Perempuan Aceh untuk Menulis: Dari Dibungkam Menjadi Bersuara

April 9, 2026
Menilik Eksistensi Seni Tradisional Dari Perspektif Milenial di Aceh - c86cd6d8 20aa 4057 aded 2641187d0b37 | Essay | Potret Online

Bangga! Mahasiswa STP Riau Raih Juara 3 di Ajang Competition of Science and Mathematics Jenjang Perguruan Tingkat Nasional

Februari 12, 2026

Pada masa ini generasi milenial menjadi topic hangat diperbincangkan oleh berbagai kalangan masyarakat di perlbagai belahan dunia. Berbagai macam aspek kehidupan yang bersinggungan dengan generasi milenial menjadi sangat menarik untuk dibahas. Terutama pada hal ini, sangat menarik apabila kita menilik kembali bagaimana seni dalam perspektif generasi milenial, terutama di kawasan Aceh. 

Yang terjadi pada hari ini sebagian milenial di Aceh masih banyak yang enggan peduli terhadap pelestarian seni tradisional. Namun hal ini hanya segelintir dan tidak menyeluruh. Meskipun demikian, harusnya seluruh generasi milenial memiliki kesadaran agar tetap melestarikan kesenian tradisional. 

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Aceh memiliki berbagai macam kesenian. Mulai dari tarian, alat music, seni rupa dan lainnya. Dari berbagai macam kesenian yang dimiliki Aceh ini menjadi suatu ciri khas tersendiri. Kesenian Aceh banyak mencampurkan unsur-unsur keagamaan di dalamnya.

Kesenian tradisional Aceh merupakan identitas yang dimiliki daerah Aceh yang harusnya terus dilestarikan agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.  Lagi pula, jika kita lihat hari ini banyak sekali masuk seni-seni modern. Hal ini membuat kaum milenial lebih menyukai seni modern dari pada seni tradisional yang dimiliki oleh daerah asalnya sendiri. Terkadang mereka merasa seni tradisional daerahnya terlihat kuno dan ketinggalan zaman. 

Harusnya milenial saat ini lah yang melalukan pergerakan untuk pelestarian seni. Karena para milenial lebih mampu dalam upaya pelestarian seni tradisional ini. Mereka lebih paham dalam mempromosikan kesenian tradisional. Apa lagi ditambah dengan pesatnya perkembangan teknologi digital. Sehingga dengan mudah mempromosikan kesenian yang kita miliki agar diketahui oleh dunia luar.

Kaum milenial pun harus membentengi diri mereka dari pesatnya seni modern yang masuk. Lebih membatasi diri dalam masuknya seni modern ini. Milenial saat ini harusnya mengurangi konsumsi terhadap kesenian bangsa lain. Lebih mencintai kesenian sendiri adalah langkah awal yang tepat. 

Dan juga kaum milenial bisa mempelajari kesenian tradisionalnya dengan cara yang mengasyikkan. Mempelajari salah satu kesenain yang diminiati sesuai dengan passion-nya. Banyak cara yang asyik yang bisa kita lakukan, seperti mengikuti kegiatan di suatu komunitas atau pun mempejarinya melalui internet. 

Cara lain yang dapat dilakukan yakni dengan cara membuat suatu komunitas seni. Milenial yang memiliki sifat jiwa produktif pasti senang dan tertarik berkumpul dengan komunitas yang bersifat positif. 

Cara selanjutnya yakni menumbuhkan rasa cinta dari dalam diri kita sendiri. Mulai mencoba mencintai kesenian daerah sendiri merupakan langkah awal yang baik. Tidak sulit dan tidak rugi pula mempelajari serta memperkenalkan kesenian daerah kita sendiri. Karena, kalau bukan kita sendiri selaku milenial sebagai pemilik serta penerus kesenian daerah tersebut, lalu siapa lagi?

SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Related Posts

Mahasiswa duduk sendiri di lingkungan kampus dengan ekspresi cemas sementara mahasiswa lain berlalu di belakangnya
Psikologi

Bukan Sekadar Malu: Kecemasan Sosial yang Menggerus Percaya Diri Mahasiswa

April 11, 2026
db5df19e-a49a-4379-86f9-5e88076f4172
Iran

Harap-harap Cemas Menunggu Hasil Perundingan Iran vs AS

April 11, 2026
2fc46e4c-99ca-4bd5-8807-7ae4e054e3db
Esai

Rekor MURI, Pameran Lukisan, Menghias Telur, dan Makna Kemanusiaan dalam Keberagaman

April 11, 2026
# Ironi

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

April 11, 2026
Next Post

Mendidik Menteri

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com