• Latest

Tidak Ada Ide

Februari 14, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Tidak Ada Ide

Don Zakiyamaniby Don Zakiyamani
Februari 14, 2025
Reading Time: 3 mins read
592
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Don Zakiyamani

Saat meeting dengan para junior dan senior, ada satu pertanyaan menarik soal dunia menulis. “Tidak ada ide”. Sama seperti ketika mahasiswa kesulitan mencari judul skripsi. Dan tidak ada ide atau ide masih setengah atau seperempat adalah hal yang sering ditemui penulis.

Pakar sering memberi saran agar ide ditemukan, lalukan beberapa hal. Misalnya, membaca, menonton film, mendengarkan musik, jalan-jalan, dan aktifitas lainnya. Lalu jika semua hal tersebut sudah dilakukan namun ide tidak ditemukan, apa yang harus dilakukan?.

Bagaimana jika tulis saja sulitnya menemukan ide. Bukankah itu juga ide yang menarik. Jika dalam perspektif dunia pendidikan, persoalan ide bermula ketika kita jarang diajak ke ranah berpikir. Kita diharuskan seragam dalam segala hal.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Saat kuliah, Dekan dan pembantu dekan kerap protes ketika saya menggunakan sandal dalam acara-acara formal. Bagi mereka itu tidak sopan. Bagi saya, selama tidak melanggar syariat, semua halal.

Karena halal, tidak harus mengikuti hasrat mereka. “Ke rumah Tuhan saja pakai sandal, masa sih ke ruangan koruptor kampus harus rapi”, ujar jiwa muda itu.

Sikap itu tetap saya lanjutkan. Sikap itu melahirkan banyak ide. Sikap merdeka tanpa melanggar hak orang lain. Menemukan ide mudah selama kita memiliki jiwa merdeka. Termasuk tidak dijajah pikiran sendiri. Tidak dijajah keinginan sendiri apalagi orang lain.

Jika gibah itu mudah, harusnya menulis itu lebih mudah. Tidak ada bantahan. Bukankah melalui tulisan kita dapat menggibah peristiwa, orang lain, termasuk menggibah diri sendiri. Jadi, tidak ada ide adalah ide juga.

Ya benar, kita ingin tulisan berkualitas. Ibarat makanan, selain enak harus bergizi. Itulah yang dilakukan ibunda kita. Dengan bahan seadanya, masakan lezat tersaji dan lahap kita santap. Demikian juga dengan menulis.

Tak perlu khawatir tulisan kita tak lezat. Seperti masakan, setidaknya nikmati sendiri. Soal orang lain mengatakan tulisan kita buruk, tidak runut, tidak elok, dan kritikan lainnya, senyumin saja. Toh mereka yang kritik telah membaca.

Saat Anda tidak bercelana dalam, apakah ada yang kritik Anda?, jelas tidak. Saat Anda ngomong di kamar mandi, apakah ada yang bantah. Nah, tulisan kita juga ibarat baju luar, bila tidak cocok menurut orang pastilah dikritik. Apa perlu malu? tidak.

Menulis juga ibarat membuat kopi. Ada puluhan pengunjung, si pembuat kopi menyajikan kopi terbaik, tetap saja bagi beberapa orang kopi tidak pas. Bila semua pengunjung sepakat mengatakan pas, kita telah naik level menjadi pakar.

Penulis yang tulisannya seperti narkoba, gadis cantik, pria sholeh, uang, kopi, bahkan ibarat kitab suci, jelas melalui proses panjang. Sering diremehkan, bahkan oleh dirinya sendiri.

Namun, ketika ia telah merdeka, ia mulai bangkit perlahan. Jika tulisan ini menggurui, itu karena saya tidak ada ide. Namun, daripada otak diperkosa keengganan menulis, satu tulisan singkat ini cukup menghibur.

Kapan-kapan kita tanya Socrates mengapa memilih racun daripada menjilat penguasa. Kita tanya pula Rene, kenapa ia eksis hanya saat mikir. Di lain waktu kita tanya Nietzsche mengapa ia menuduh para pendeta sebagai pembunuh Tuhan. Atau kita bisa tanyakan pada Prabowo, mengapa masih di bawah ketiak Jokowi. Semua pertanyaan itu menarik dibahas.

Tapi tidak sekarang. Kapan? saat ide menghampiri. Saat ini, ide tidak memakai GPS. Entah di mana lokasi terakhirnya. Bisa jadi ia tidak kemana-mana, kita saja yang berburuk sangka pada ide.

ADVERTISEMENT

Bila tidak menemukan ide, bagaimana kalau kita ciptakan ide. Apakah mungkin? bagi Plato ide memang sudah ada. Bagi saya, ide bisa diciptakan. Apakah ide bisa diciptakan tanpa ide? atau jangan-jangan ide menciptakan ide adalah ide. Bagaimana menurut Anda?

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Kami Orang Papua Mencintai Republik Ini, Hanya Saja Republik Ini yang Tidak Mencintai Kami

Kami Orang Papua Mencintai Republik Ini, Hanya Saja Republik Ini yang Tidak Mencintai Kami

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com