POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Momen Pelantikan Gubernur, HMI Pertanian USK Soroti Tantangan Dan Harapan Besar Sektor Pertania Aceh

Muzakir Manaf dan Fadhullah, SE dilantik (12/02/2025)

RedaksiOleh Redaksi
February 13, 2025
Momen Pelantikan Gubernur, HMI Pertanian USK Soroti Tantangan Dan Harapan Besar Sektor Pertania Aceh
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Riski Alfandi

Ketua Umum Hmi Komisariat Fakultas Pertanian USK

Pelantikan Gubernur Aceh terpilih, Muzakir Manaf, dan Wakil Gubernur, Fadhlullah, pada 12 Februari 2025, menjadi momen penting yang dinanti-nantikan oleh seluruh rakyat Aceh, tak terkecuali para petani yang menggeluti sektor pertanian di Aceh. 

Gubernur Aceh terpilih, Muzakir Manaf, dan Wakil Gubernur, Fadhlullah, memiliki tanggung jawab besar untuk menyelesaikan permasalahan pertanian yang telah lama membelit Aceh. Mulai dari infrastruktur irigasi yang rusak, dampak perubahan iklim, hingga ketergantungan pada impor pangan. Semua ini membutuhkan solusi konkret dan terintegrasi. 

Visi-misi mereka yang berfokus pada pembangunan lumbung pangan dan modernisasi pertanian sejalan dengan program swasembada pangan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Namun, sinergi antara program pemerintah pusat dan daerah harus diperkuat agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan atau bahkan kegagalan implementasi seperti yang terjadi pada program food estate di daerah lain.

Muzakir Manaf telah menegaskan komitmennya untuk membangun Aceh yang mandiri pangan melalui pembangunan lumbung pangan berbasis korporasi dan peningkatan infrastruktur pertanian. Hal ini sejalan dengan program Presiden Prabowo yang menargetkan perluasan lahan panen hingga 4 juta hektar untuk tujuh komoditas strategis. 

Namun, Gubernur terpilih harusmemastikan bahwa program ini tidak mengabaikan petani kecil, yang selama ini menjadi tulang punggung sektor pertanian Aceh. Selain itu, upaya modernisasi pertanian yang digaungkan oleh pemerintah pusat, seperti penggunaan teknologi digital dan alsintan, harus diadaptasi dengan kondisi lokal Aceh.

Krisis Pertanian Aceh

Ironi yang Memilukan Aceh, yang seharusnya mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, justru bergantung pada impor beras dari Pakistan, Thailand, dan Myanmar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada Desember 2024, nilai impor beras ke Aceh mencapai 9,71 juta USD.

Sementara itu, beras lokal Aceh justru “diekspor” ke Medan karena minimnya pasar lokal yang menyerap hasil panen petani. Ini adalah ironi yang memilukan.

Produksi padi di Aceh anjlok dari 2,3 juta ton pada 2015 menjadi hanya 1,5 juta ton pada 2022. Banjir di Aceh Utara pada 2022 menyebabkan 3.611 hektar sawah gagal panen, dengan kerugian mencapai Rp 162 miliar. Belum lagi kekeringan ekstrem di Pidie pada 2024 yang mengancam 5.000 hektar sawah. Jika ini terus berlanjut, Aceh akan semakin bergantung pada impor.

Sekitar 46% jaringan irigasi di Aceh dalam kondisi rusak, dan 30,6% petani tidak memiliki akses ke irigasi yang memadai. 

Bendungan Krueng Pase di Aceh Utara, yang seharusnya menjadi penopang irigasi ribuan hektar sawah, mangkrak selama bertahun-tahun. Akibatnya, ribuan petani harus menanggung kerugian akibat gagal panen.

📚 Artikel Terkait

HARGA NAIK, DAYA BELI RENDAH

Bunda Literasi di Era Artificial Intelligence

Ketika Purnawirawan Bicara: Refleksi Moral untuk Kedewasaan Demokrasi Indonesia

The Power of Mindset

Dampak perubahan iklim semakin nyata. Kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino melanda 23 kabupaten/kota di Aceh pada 2024. Petani di Aceh Besar, Pidie, dan Aceh Utara terpaksa menggunakan mesin pompa air untuk menyelamatkan tanaman padi mereka. 

Namun, biaya operasional yang tinggi membuat banyak petani memilih menghentikan aktivitas pertanian.Mayoritas petani di Aceh berusia di atas 55 tahun. Generasi muda enggan terjun ke sektor pertanian karena dianggap tidak menjanjikan secara ekonomi. Di desa Baktiya Barat, Aceh Utara, petani kesulitan mendapatkan benih bersertifikat dan pupuk subsidi. Minimnya akses terhadap teknologi modern juga membuat sektor pertanian semakin tertinggal.

Luas panen padi di Aceh turun drastis dari 461.060 hektar pada 2015 menjadi hanya271.750 hektar pada 2022. Penyebab utamanya adalah alih fungsi lahan pertanian untuk pembangunan dan permukiman. Jika tidak ada regulasi ketat, lahan pertanian produktif akan semakin menyusut. 

Hasil pertanian Aceh dijual dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai tambah ekonomi lebih banyak dinikmati di luar Aceh. Komoditas seperti tomat dan cabai sering tidak laku maksimal di pasar lokal, karena minimnya industri pengolahan. Akibatnya, petani kesulitan meningkatkan pendapatan mereka.

Rekomendasi Kebijakan

Solusi Konkret untuk Pertanian Aceh. Sebagai solusi konkret, HMI Pertanian USK merekomendasikan sebagai berikut:

Revitalisasi Infrastruktur Irigasi

Pemerintah harus segera memperbaiki saluran irigasi yang rusak dan membangun embung baru guna mengatasi kekeringan yang kerap terjadi.

Subsidi dan Akses Peralatan Modern

Petani perlu didukung dengan akses terhadap pupuk bersubsidi, benih unggul, dan teknologi pertanian modern seperti drone pertanian dan alat mekanisasi lainnya.

Pendidikan dan Regenerasi Petani

Program beasiswa dan pelatihan bagi generasi muda dalam bidang agribisnis dan teknologi pertanian harus diperluas untuk menarik lebih banyak anak muda ke sektor ini.

Penguatan Pasar dan Industri 

Pengolahan: Mendorong investasi di sektor industri pengolahan hasil pertanian agar produk Aceh memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan.

Perlindungan Lahan Pertanian

Peraturan yang lebih ketat untuk mengendalikan alih fungsi lahan harus diterapkan guna menjaga lahan produktif dari eksploitasi non-pertanian. Harapan Besar untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih HMI Pertanian USK, melalui Ketua Umum, menyampaikan harapan besar kepada Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk segera mengambil langkah konkret dalam membenahi sektor pertanian Aceh. “Kami berharap momentum pelantikan ini menjadi titik balik bagi pertanian Aceh. Jangan biarkan petani terus menderita, dan jangan biarkan potensi besar Aceh terbuang sia-sia,”

HMI Pertanian USK berharap Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih dapatmewujudkan kebijakan pertanian yang berpihak kepada petani kecil serta memastikan regenerasi petani dapat berjalan dengan baik. Pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda dalam bidang pertanian harus menjadi prioritas, sehingga sektor ini tidak semakin ditinggalkan. 

Selain itu, diharapkan adanya sinergi dengan perguruan tinggi dalam pengembangan riset dan inovasipertanian yang berbasis pada kebutuhan lokal. Dengan langkah-langkah strategis ini, Aceh dapat menjadi contoh sukses dalam program swasembada pangan nasional dan membuktikan bahwa sektor pertanian mampu menjadi pilar utama pembangunan ekonomi daerah.  Juga,  diharapkan momentum pelantikan ini untuk membawa Aceh menuju pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
(Jangan) Biarkan MPA Menjadi Parasit

(Jangan) Biarkan MPA Menjadi Parasit

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00