POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Dilihat Lalu Diraba

Don ZakiyamaniOleh Don Zakiyamani
February 11, 2025

Ilustrasi

🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Don Zakiyamani

Malam minggu seperti biasa ngopi. Tak ramai meja kopi kami, namun cukup ramai warkop malam itu. Banyak perempuan cantik, meski tak secantik Bulan Sutena. Tak seseksi dia pula, namun cukup menambah meriahnya malam.

Live music menambah meriah suasana malam itu. Bank Indonesia sebagai sponsor memberi voucher 15 ribu perak bagi pengunjung. Sebagai responden tepatnya.

Mereka mengenalkan program CBP (Cinta, Bangga, Pahami) rupiah. Belakangan rupiah memang diguncang. Nilai tukarnya terus tergerus dengan mata uang Asing.

Kita diharapkan mencintai rupiah. Namun sudahkah prilaku itu dilakukan para elit. Apakah elit bangga dengan rupiah. Termasuk para pegawai bank itu sendiri.

Upaya BI memang patut diapresiasi, namun harus dimulai dari RI-1 dan pembantunya. Dalam sosialisasinya, BI juga memberi pemahaman beda uang asli dan palsu.

Kita cukup sering mendengar dan membaca tanda uang asli dan palsu. Namun dengan masih beredarnya uang palsu di tengah-tengah kita, artinya ada pembuat dan pemakai.

BI fokus pada pemakai, sama seperti pihak keamanan fokus pada pemakai narkoba. Sementara para pengedar, maupun pembuat narkoba menikmati kekayaan.

Sepertinya proses melihat dan meraba BI, terhadap uang palsu kurang maksimal. Dugaan saya, ada mafia uang palsu. Melibatkan orang-orang penting di negeri ini (Indonesia). Bahkan elit internasional.

Namun kita tak perlu berlama-lama di ranah konspirasi. Teori-teori konspirasi memang asik dibicarakan, sampai kita lupa bahwa itu ciptaan penguasa.

Sangat sering kita dengar dan baca teori konspirasi yang didesain penguasa. Disebarkan di media sosial dan dikonsumsi oleh kita yang malas melihat dan meraba persoalan dengan jernih.

Jika melihat sekalipun, kita hanya melihat dengan mata zahir, bukan mata dahir. Mata analisis kita buta. Kita tak lebih baik dari robot yang dimasukan data. Tanpa olah data lalu otomatis bodoh.

Bila mesin dimasukan data pintar, kita kerap dimasukan data kebodohan. Outputnya dapat kita rasakan hari ini.

📚 Artikel Terkait

EMPAT PULAU SIAPA PUNYA: ACEH ATAU SUMATERA UTARA?

GOMBAL LEWAT JEJARING SOSIAL, LEBIH MUDAH

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Waktu Tak Bisa Diulangi

Sering kita dapati argumen bodoh di sekitar kita. Selain cacat logika akut. Misalnya “bila bukan si M gubernur, Aceh akan begitu”, cacat logika ini pun dilahap habis oleh mereka yang cacat logika.

Cacat logika lainnya yang dianggap benar, “semua anggota dewan korupsi”. Meski kebanyakan anggota parlemen korupsi, bukan berarti semuanya korupsi.

Cacat logika ini masih terus terjadi. Dan beberapa cacat logika lain yang terpaksa kita diamkan saja demi menjaga pertemanan, bahkan persaudaraan.

Karena debat dengan si pandir adalah pandir itu sendiri. Karenanya perlu kiranya melihat setiap persoalan dengan jernih pikiran.

Jangan pakai kacamata frame negatif dan positif. Hal ini berguna dalam penjernihan pikiran. Tidak semua prajurit akan menjadi jenderal, tidak semua telur ayam akan menetas menjadi anak ayam.

Dahulu, beberapa orang di Aceh punya cacat logika soal merdeka. Karena dibakar emosional, ramai-ramai rakyat mendukung. Logika yang digunakan lebih mirip kampanye.

Jika merdeka kita bisa digaji pemerintah. Janji manusia di tengah lautan pada Tuhannya pun demikian.”Jika selamat sampai di darat akan begini dan begitu”.

Setelah batal merdeka, namun diberi kekuasaan, punya otoritas mensejahterakan rakyat. Nyatanya, dongeng Aceh lebih baik memang, mampu menidurkan para aktivis.

Meski tidak semua. Kini pembicaraan siapa dapat apa lebih nyaring keluar dari mulut aktivis. Jangankan diskusi dan eksekusi ide segar, bahkan ide segar yang ada pun kini membusuk.

Melihat realitas itu, kita dapat meraba pikiran-pikiran tidak perawan. Hasil prostitusi aktivis di ranah politik. Mereka pencuci piring pesta demokrasi. Beberapa orang penerima tamu, sebahagian lagi pemasang tenda, dan selebihnya makan nasi gratis.

Selain melihat dan meraba, kita harus menerawang uang palsu. Dengan demikian kita tidak tertipu pidato agitasi palsu. Mereka yang mengatakan bersama rakyat harus dilihat dan diraba, lalu diterawang, apakah nilai mereka selevel rupiah di dunia internasional atau bahkan palsu.

Uang dan manusia memiliki nilai. Boleh jadi profesi Anda rendah di mata manusia, namun itu asli. Sementara itu, ada orang yang dianggap hebat ditambah keberlimpahan harta, tapi itu seperti uang palsu. Tidak bernilai.

Dan sore ini, cukup 5 ribu rupiah, namun asli ketimbang 100 ribu tapi palsu. Bisa ngopi. Begitulah manusia, ada yang kelihatan nilainya ratusan milyar, namun palsu. Ada pula yang kelihatan beberapa rupiah, namun asli dan bisa buat ngopi.

Sudahkah Anda melihat dan meraba teman-teman Anda? bila sudah, jangan lupa terawang. Bisa jadi dia palsu.

Bila belum, lihat dan raba mereka. Semoga mereka asli dan bernilai. Lihatlah dengan mata dahir bukan zahir, rabalah saat susah bukan saat senang, terawanglah dengan pikiran jernih, bukan dengan frame negatif atau positif. Selamat ngopi dan jangan lupa bersyukur.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Don Zakiyamani

Don Zakiyamani

Penikmat kopi tanpa gula

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Kita Butuh Sekolah Literat

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00