Dengarkan Artikel
Oleh: Dr. Nurkhalis Muchtar, Lc., M.A.
Salah satu topik yang menarik untuk dikaji dalam konteks kekinian adalah kontribusi umat Islam terhadap peradaban dunia. Hal ini menjadi semakin relevan mengingat berbagai stigma negatif yang diciptakan untuk memperburuk citra Islam dan umat Islam. Membahas kontribusi umat Islam terhadap dunia secara menyeluruh merupakan hal yang mustahil dilakukan karena kontribusi tersebut mencakup berbagai bidang kehidupan. Sejarah juga mencatat banyak ulama dan cendekiawan Muslim yang berhasil menemukan serta merumuskan teori ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi umat manusia.
Dalam mengkaji peradaban, para ahli memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Ada yang memaknai peradaban sebagai kemajuan dalam bidang materi tanpa melihat aspek moralitas manusia. Ada pula yang mengartikan peradaban sebagai masyarakat yang tinggal di daerah maju. Di sisi lain, ada yang menilai peradaban berdasarkan kemampuan manusia dalam menggunakan teknologi canggih, dan ada juga yang mengukurnya dari keberadaan bangunan-bangunan pencakar langit. Namun, definisi-definisi tersebut belum mampu menggambarkan hakikat peradaban secara utuh dan menyeluruh.
Para ilmuwan Islam dari berbagai generasi telah melakukan penelitian terhadap sejarah umat Islam dan menyimpulkan bahwa inti peradaban terletak pada tiga kriteria utama yang telah dipraktikkan oleh Rasulullah saw. Tiga kriteria tersebut adalah:
1. Membangun hubungan baik dengan Allah SWT (hablum minallah).
2. Mampu membangun hubungan baik dengan sesama manusia (hablum minannas).
3. Menjalin hubungan baik dengan alam sekitar, termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan.
Tiga kriteria ini dilaksanakan oleh Rasulullah saw. bersama para sahabat dan umat Islam pada masa kejayaan. Oleh karena itu, keberadaan Rasulullah saw. menjadi pelopor rahmat bagi semesta (rahmatan lil alamin). Bahkan, masyarakat Madinah pada masa Rasulullah saw. merupakan perwujudan dari peradaban yang sesungguhnya. Tiga kriteria tersebut menjadi tolok ukur dalam menentukan kesuksesan sebuah peradaban. Tentunya, hal ini tidak menafikan kemajuan yang dimiliki oleh negara-negara maju saat ini. Namun, kemajuan tersebut masih belum memiliki format yang komprehensif.
Kriteria Peradaban Islam
Peradaban Islam mulai berkembang pesat ketika Rasulullah saw. berhijrah ke Madinah. Langkah awal yang beliau lakukan adalah membangun masjid dan mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Anshar. Di dalam masjid, Rasulullah saw. dan para sahabat mengokohkan hablum minallah dan hablum minannas.
1. Hubungan erat dengan Allah SWT
Kriteria pertama dari peradaban Islam adalah keterikatan yang erat antara manusia dengan Allah SWT. Sebagai makhluk ciptaan Allah, manusia harus menyadari bahwa keberadaannya di dunia ini bukanlah sia-sia. Ada tugas mulia yang diembankan kepadanya, yaitu menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Sebagai figur teladan umat manusia, Rasulullah saw. memberikan contoh bagaimana hatinya selalu mengingat Allah SWT. Bagi beliau, shalat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga menjadi kebutuhan.
2. Hubungan harmonis dengan sesama manusia
Kriteria kedua adalah hubungan harmonis antar sesama manusia. Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, tidak berpecah belah, serta menjauhi sikap saling merendahkan, menghina, mengejek, dan memfitnah. Islam menanamkan nilai bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari wajah, harta, atau jabatan, melainkan dari ketakwaannya kepada Allah SWT.
📚 Artikel Terkait
3. Hubungan baik dengan alam sekitar
Kriteria ketiga adalah kemampuan menjalin hubungan baik dengan alam sekitar, termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan. Rasulullah saw. mengajarkan kepada umatnya untuk menyayangi hewan. Bahkan, dalam riwayat yang sahih disebutkan bahwa seorang pelaku dosa besar masuk surga karena memberi minum seekor anjing yang hampir mati kehausan. Sebaliknya, seorang wanita yang rajin beribadah harus masuk neraka karena dengan sengaja menganiaya seekor kucing hingga mati karena tidak diberi makan.
Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keluhuran budi. Tidak hanya kepada hewan, Islam juga mengajarkan kebaikan terhadap tumbuh-tumbuhan. Salah satu akhlak yang diajarkan oleh Rasulullah saw. adalah larangan menebang pohon secara sembarangan, bahkan dalam kondisi perang sekalipun.
Kebangkitan Peradaban Islam
Berbagai kenyataan di atas semakin menegaskan bahwa hanya peradaban Islam yang mampu mewujudkan peradaban umat manusia yang sesungguhnya. Peradaban Islam memiliki akar yang kuat dan dapat mengayomi umat manusia dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Bangsa Arab yang dulunya tandus dan hidup berpindah-pindah, secara logika mungkin sulit memimpin peradaban dunia. Namun, para sahabat Nabi justru menjadi pelopor peradaban manusia. Seperti yang dikatakan oleh Umar bin Khattab r.a.:
“Kami dulu adalah bangsa yang terhina. Kemudian Allah SWT memuliakan kami dengan Islam hingga kami menjadi mulia. Maka, betapapun kami mencari kemuliaan pada selain ajaran Islam, kami tidak akan berjaya.
Langkah Umat Islam Menuju Kebangkitan
Mungkin muncul pertanyaan dalam benak kita: Apa yang harus dilakukan umat Islam agar bisa bangkit dari berbagai keterpurukan yang dihadapi?
Jawaban dari pertanyaan ini merupakan langkah awal untuk kembali sadar bahwa umat Islam pada masa lalu mampu membangun peradaban dunia dan berkontribusi secara luas. Untuk bisa bangkit kembali dan memimpin peradaban dunia, umat Islam harus kembali kepada ajaran Al-Qur’an dan Hadis.
Saat umat Islam menjauh dari tuntunan ajaran agama, maka hidayah akan menjauh, bahkan mereka bisa tersesat. Ada beberapa poin yang harus dilakukan umat Islam:
1. Kembali kepada Al-Quran dan Sunnah
Kesuksesan para sahabat Rasulullah saw. di masa lalu adalah karena mereka berpegang teguh pada Al-Quran dan mengamalkannya dalam kehidupan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Ahzab: 36:
Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang beriman dan perempuan yang beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata.
2. Mengkaji sejarah peradaban Islam
Umat Islam harus mempelajari sejarah kejayaan Islam agar bisa mengambil pelajaran berharga dari keteladanan para pendahulu mereka. Kita harus menelaah ide-ide cemerlang dari para ulama dan cendekiawan Islam di berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, ilmu pengetahuan, seni, dan sebagainya.
3. Menyampaikan keindahan Islam kepada dunia
Setelah memahami ajaran Islam dengan baik, umat Islam harus menyampaikan pesan kebaikan ini ke seluruh penjuru dunia. Bukankah umat Islam diperintahkan untuk menyeru kepada kebaikan dan menjadi rahmat bagi semesta alam?
Jika umat Islam memiliki semangat untuk mengkaji dan mengamalkan ajaran Islam, maka akan lahir kembali catatan keemasan baru dalam sejarah. Islam adalah agama yang membawa solusi dan pencerahan bagi umat manusia. Oleh karena itu, umat Islam harus siap menjadi pelopor setiap kebaikan demi kebangkitan peradaban dunia.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






