POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Syekh Abdurrauf al-Singkili; Pemuka Ulama Aceh

RedaksiOleh Redaksi
February 1, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh DR. Nurkhalis Muchtar, Lc, MA

Nama asli beliau adalah Syekh Abdurrauf bin Ali al Fansuri. Demikian tertulis dalam literatur yang beredar. Beliau lahir dari keluarga yang kuat menjaga tradisi keislaman. Ayahnya Syekh Ali al-Fansuri adalah seorang ulama dan tokoh masyarakat. Ada yang menyebut adik kakak dengan Hamzah al Fansuri, Pujangga Melayu’. Syekh Abdurrauf kecil belajar langsung dari ayahnya yang juga seorang ulama terpandang di kota kelahirannya Singkil Aceh.

Rasa haus terhadap ilmu mendorong Syekh Abdurrauf muda berlayar ke semenanjung Jazirah Arab. Banyak tempat di Timur Tengah yang pernah disinggahinya untuk menimba ilmu pengetahuan dari para ulama setempat. Mulai dari Dhoha, Qatar, Zabid, Yaman, Jeddah, dan berakhir di tanah suci Mekkah dan Madinah. Selama 19 tahun Syekh Abdurrauf Singkel melanglang buana belajar kepada ulama-ulama ternama dunia Islam, seperti Syekh Ahmad Qusyasyi dan Syekh Ibrahim Kurani yang merupakan guru utama dari Syekh Abdurrauf Singkel.

Setelah menjadi alim ‘allamah, beliau kembali ke Tanah kelahirannya Aceh. Beliau kemudian diangkat sebagai Syaikhul Islam dan mufti yang mengawasi pemahaman keislaman di Aceh saat itu. Syekh Abdurrauf Singkel termasuk ulama yang produktif dalam menulis, banyak karya tulisnya yang menjadi bacaan para peneliti sesudahnya. Banyak karyanya yang monumental.Sebut saja kitab tafsir Melayu pertama, Tarjuman al-Mustafid yang merupakan kitab tafsir pertama dalam versi melayu di Asia Tenggara. Karya lainnya adalah Kitab Mir’atu Thullab, kitab fikih muamalah pertama terlengkap, ditulis atas permintaan Sulthan Safiyatuddin. Karya-karya lainnya dalam berbagai disiplin keilmuan.

📚 Artikel Terkait

“ Awas POTRET” Jangan (hanya) Dibaca

Ketika Sang Muazzin dan Juara Pidato Telah Pergi untuk Selamanya

Sepeda

Pemerintah VS Rakyat

Selain sebagai penulis, Syekh Abdurrauf juga dikenal sebagai seorang murabbi yang banyak mengkader para ulama yang dikenal sesudahnya. Adapun di antara ulama yang dikenal sebagai ilmuwan yang meneruskan jejak Syekh Abdurrauf Singkel adalah: Syekh Burhanuddin Ulakan, seorang ulama besar yang berasal dari Pariaman Padang dikenal dengan sebutan Tuangku Ulakan. Murid Syekh Abdurrauf lainnya berasal dari Jawa Barat adalah Syekh Abdul Muhyi Pamijahan yang menyebarkan Tarekat Syattariah di Jawa.

Ada pula yang menyebut bahwa Syekh Yusuf al Makassari seorang tokoh yang dianggap suci oleh rakyat Afrika Selatan ketika beliau diasingkan ke sana juga murid dari Syekh Abdurrauf Singkel. Sedangkan murid yang melanjutkan estafetnya di Aceh adalah Syekh Daud Rumi yaitu ulama keturunan Turki yang wafat di Aceh, disebutkan beliau adalah pengarang Kitab masyhur ‘Masailal Mubtadiin’. Banyak lagi murid Syekh Abdurrauf yang bertebaran di alam Melayu, bahkan ada yang menyebutkan bahwa Pengarang Kitab Hikam Melayu Tokku Pulau Manis Trengganu yang dikenal keramat juga murid dari beliau.

Selain sebagai guru besar, Syekh Abdurrauf Singkil juga seorang Mursyid untuk Tarekat Syattariah yang diterima dari gurunya Syekh Ahmad Qusyasyi dan Syekh Ibrahim Kurani. Umumnya jaringan Syattariah di Indonesia melewati jalur Syekh Abdurrauf Singkel mulai dari Aceh, Padang, Jawa Barat dan Sulawesi. Walaupun Syekh Abdurrauf hidup pada abad 17, namun pemikiran keagamaannya sangat inklusif dan maju. Beliau bisa merubah iklim keagamaan Aceh dari ketegangan Konsep Wujudiah dan Wahdatu Syuhud antara pengikut Syekh Hamzah Fansuri dengan Mufti Syekh Nuruddin al Raniri ke iklim Tasauf Sunni akhlakhi. Karena kebesaran jiwa dan cinta masyarakat untuknya ia digelar dengan sebutan Teungku Syiah Kuala artinya Ulama besar yang berkubur di Kuala, dan kuburnya sampai hari ini tidak sepi dari penziarah.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share7SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Dewi Sartika: Lentera Priangan yang Tak Padam

Dewi Sartika: Lentera Priangan yang Tak Padam

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00