POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Dewi Sartika: Lentera Priangan yang Tak Padam

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
February 1, 2025
Dewi Sartika: Lentera Priangan yang Tak Padam
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh Gunawan Trihantoro
(Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah)

Seorang perempuan muda menjadi salah satu kontributor untuk suatu komisi tentang perbaikan derajat perempuan pada 1912. Melalui esainya, ia mengkritik kolotnya pandangan kaum feodal Sunda terhadap perempuan. Ia juga menyinggung pentingnya pendidikan bagi perempuan. [1]
***

Di tanah Parahyangan yang sarat harmoni,
Berdiri seorang perempuan melawan arus tradisi.
Ia bukan sekadar nama di lembar sejarah,
Namun jiwa yang menyala dalam gelapnya waktu.

Dewi Sartika, sang putri dari bumi Sunda,
Tumbuh dalam bayang adat yang melilit.
Di balik senyumnya yang teduh,
Ada impian yang melangit,
Untuk kaum perempuan yang terpasung,
Dalam sunyi tanpa pengetahuan.

Ayahnya, Raden Rangga Somanagara,
Seorang priyayi dengan jiwa merdeka.
Namun rintangan datang kala tirani menguasa,
Kehilangan ayah tak memadamkan bara.
Dari ibunya, Raden Ayu Rajapermas,
Ia belajar ketangguhan wanita Priangan,
Yang memeluk kearifan namun melawan kebisuan.

Di rumah pamannya, ia menempa diri,
Bukan sekadar menjadi bunga penghias.
Namun menjadi lentera yang bercahaya,
Menggapai impian bagi mereka yang terlupa.
Ia belajar menulis, membaca, dan bicara,
Dalam bahasa ibu dan bahasa penjajah.
Baginya, ilmu adalah senjata,
Untuk memecah rantai ketidaktahuan.

-000-

Pada 16 Januari 1904,
Di bawah langit Bandung yang megah,
Berdirilah Sakola Istri, harapan bagi kaum hawa.
Bukan sekadar ruang untuk belajar,
Namun tempat bagi perempuan Priangan,
Membuka mata dan hati,
Menggenggam masa depan yang tak hanya jadi bayang.

Dewi Sartika mengajarkan kehidupan,
Bukan hanya dalam wujud aksara,
Namun bagaimana bertahan di tengah badai.
Menganyam keterampilan,
Membentuk karakter dalam etika luhur,
Menolak tunduk pada adat yang kolot.

📚 Artikel Terkait

Panggung Itu Tak Pernah Menyebut Nama Kegagalan

Merekam Sejarah dan Makna Melalui Lukisan

Mengulik Perihal Ujian Calon Kepala Sekolah di Aceh

Norsan dan Kekuatan Politik Tingkat Dewa

“Perempuan harus berdiri sejajar,”
Ucapnya di tengah hembusan angin malam.
“Karena cahaya tak pernah memilih,
Siapa yang pantas untuk disinari.”

Namun jalan yang ia tempuh tak pernah mudah,
Cercaan datang dari adat yang terluka.
Bagaimana mungkin seorang perempuan,
Menentang garis leluhur yang sakral?

Namun Dewi Sartika tahu,
Cahaya tak bisa dipadamkan oleh bayangan.
Ia berdiri teguh, berani, dan yakin,
Bahwa masa depan harus diperjuangkan,
Meski tangan harus terluka memegang obor.

-000-

Di bawah langit Sunda yang biru,
Ada luka yang menggantung di hati.
Poligami yang diterima adat,
Bagi Dewi Sartika adalah duri.
Bagaimana mungkin cinta menjadi belenggu,
Yang membagi hati tanpa pengertian?

Namun ia tak hanya diam,
Ia lawan melalui kata dan tindakan.
“Perempuan bukan pelengkap kehidupan,”
Katanya pada mereka yang tuli.
“Namun adalah jiwa yang setara,
Dengan hak untuk bermimpi dan memilih.”

Di tengah badai patriarki,
Ia membawa payung keberanian.
Bagi Dewi Sartika,
Perempuan harus mampu berjalan,
Bukan di belakang, namun di sisi,
Menatap dunia dengan mata terbuka.

-000-

Dewi Sartika tak pernah berhenti,
Hingga akhir hayatnya di Tasikmalaya,
Ia adalah lentera yang terus menyala.
Meskipun tubuhnya terkubur dalam tanah,
Namun jiwanya hidup dalam langkah perempuan Priangan,
Yang melangkah ke depan tanpa gentar.

Kini, namanya menjadi cerita,
Dari bibir ke bibir, dari buku ke buku.
Ia adalah simbol bahwa perempuan,
Bisa menjadi penentu perubahan.
***

Rumah Kayu Cepu, 27 Januari 2025

CATATAN:
[1] Puisi esai ini diinspirasi dari kisah Dewi Sartika, pelopor pendidikan bagi perempuan di tanah Sunda, dengan mendirikan Sakola Istri pada 16 Januari 1904.
https://tirto.id/dewi-sartika-pendidik-dari-priangan-melawan-adat-kolot-poligami-cH1v

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Pisau Bermata Dua itu Bernama “AI”

Pisau Bermata Dua itu Bernama “AI”

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00