POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Cerita Tanpa Kisah

Don ZakiyamaniOleh Don Zakiyamani
January 28, 2025
Cerita Tanpa Kisah
🔊

Dengarkan Artikel

Gie Bran adalah anak raja yang dibesarkan di istana. Sejak kecil ia dididik dengan penuh kedisiplinan. Ia diajarkan ilmu kepemimpinan, tata negara, sosial bahkan dikenalkan dengan kerasnya dunia.

Sebaliknya, Kei Xang dimanja dan selalu mendapat belaan permaisuri setiap kali melakukan kesalahan. Sebagai putra bungsu, Kei Xang memang berlimpah kasih-sayang. Itu sebabnya ia sering dikritik rakyat.

Raja Joi Koe Wie dikenal sebagai raja yang merakyat. Menindas rakyat (merakyat) ala raja Joi Koe Wie memang canggih. Ia mampu menghipnotis jutaan rakyat. Jarang kita dapati orang yang ditindas memuja yang menindasnya. Hanya rakyat negeri Endo yang demikian.

Kisah kehebatan Joi Koe Wie sampai ke telinga Ziang Ze Ming, raja negeri tirai emas. Kerajaan tirai emas pernah menguasai ekonomi endo. Saar itu Endo dipimpin raja Soe Har Toe. Sampai suatu hari terjadi perang ‘celana dalam’.<span;>

Related Postingan

Ramadan, Refleksi, dan Revolusi Intelektual: Saatnya Umat Islam Tidak Hanya Mengaji, Tapi Berinovasi

Ramadan, Refleksi, dan Revolusi Intelektual: Saatnya Umat Islam Tidak Hanya Mengaji, Tapi Berinovasi

February 16, 2026
57
IGI Membangun Kapasitas Pengurus Organisasi Guru

IGI Membangun Kapasitas Pengurus Organisasi Guru

February 16, 2026
71
Peran Guru dan Blogger dalam Membangun Literasi Pendidikan

Peran Guru dan Blogger dalam Membangun Literasi Pendidikan

February 16, 2026
60

Pada saat itu, rakyat Endo marah besar pada warga keturunan negeri tirai emas. Konflik berdarah tak terhindari. Korban jiwa dan harta tak terelakan.

Jenderal kavaleri Soe Bie, bahkan ikut dipecat seiring ayah mertuanya turun takhta. Ia dianggap menculik dan membunuh para gerilyawan yang anti ayah mertuanya.

Di masa pemerintahan Joi Koe Wie, Ziang merasa perlu menanamkan pengaruhnya. Benar saja, tak lama setelah berkuasa, Joi Koe Wie dililit naga. Hutang Endo membengkak, rakyat dikibulin. Namun rakyat Endo super-sabar. Tetap saja mengelukan raja.

Sebelum turun tahta, Joi Koe Wie mempersiapkan anaknya. Namun Jenderal Soe Bie tak rela. Mereka akhirnya kompromi. Soe Bie boleh menjadi raja dengan syarat putranya Gie Bran menjadi perdana menteri.

Related Postingan

Ramadan, Refleksi, dan Revolusi Intelektual: Saatnya Umat Islam Tidak Hanya Mengaji, Tapi Berinovasi

Ramadan, Refleksi, dan Revolusi Intelektual: Saatnya Umat Islam Tidak Hanya Mengaji, Tapi Berinovasi

February 16, 2026
57
IGI Membangun Kapasitas Pengurus Organisasi Guru

IGI Membangun Kapasitas Pengurus Organisasi Guru

February 16, 2026
71
Peran Guru dan Blogger dalam Membangun Literasi Pendidikan

Peran Guru dan Blogger dalam Membangun Literasi Pendidikan

February 16, 2026
60

Singkat cerita mereka berdua memangku kekuasaan. Soe Bie yang dikenal keras kepala, didampingi Gie Bran. Meski mereka sepaket namun tak sepakat.

📚 Artikel Terkait

SURAUKU

FENOMENA KEJAHATAN SEKSUAL ANAK DI INDONESIA

AI dan Transformasi Pembelajaran di Kelas Digital

Dewi Sartika: Lentera Priangan yang Tak Padam

Para menteri dan adipati binaan Joi Koe Wie masih berkuasa. Soe Bie yang dikenal sebagai jenderal kardus, sedikit meradang. Ia merasa dirinya hanya boneka Joi Koe Wie.

Pasukan infanteri dan kavaleri masih pro Joi Koe Wie. Sulit bagi Soe Bie bergerak leluasa. Apalagi kasim istana merupakan orang-orang dekat Joi Koe Wie. Mereka kerap melaporkan tindakan dan kebijakan Soe Bie.

Cerita tanpa kisah ini masih berlangsung. Apakah Soe Bie akan bebas? ataukah Joi Koe Wie akan tetap mendominasi. Pertarungan mereka memang bukan hal baru. Sejak manusia belum bercelana dalam, perebutan kekuasaan selalu terjadi.<span;>

Related Postingan

Ramadan, Refleksi, dan Revolusi Intelektual: Saatnya Umat Islam Tidak Hanya Mengaji, Tapi Berinovasi

Ramadan, Refleksi, dan Revolusi Intelektual: Saatnya Umat Islam Tidak Hanya Mengaji, Tapi Berinovasi

February 16, 2026
57
IGI Membangun Kapasitas Pengurus Organisasi Guru

IGI Membangun Kapasitas Pengurus Organisasi Guru

February 16, 2026
71
Peran Guru dan Blogger dalam Membangun Literasi Pendidikan

Peran Guru dan Blogger dalam Membangun Literasi Pendidikan

February 16, 2026
60

Di dalam diri kita, perebutan kekuasaan juga telah dan sedang berlangsung. Terkadang nafsu bertahta, dan kita menjadi budaknya. Sebaliknya, ketika hati kita bertahta, meski berontak, nafsu harus tunduk dan patuh.

Nafsu memiliki kavaleri dan infanteri serta pasukan intelijen yang kuat. Mereka berkolaborasi menipu indera dan pikiran kita. Terjerumuslah kita dalam penjara nafsu. Bahkan kita sering tak sadar sedang disandera nafsu. Kita hidup dalam ilusi kenikmatan.

Hal itu biasanya terjadi ketika nafsu membantu kita. Ia membantu kita menjadi orang baik namun melanggar kebenaran. Ia memompa kita agar berbuat benar dan berlaku baik sambil memuji kita.

Pujian nafsu mengharuskan kita meminta imbalan sosial. Kita butuh dan kehausan akan validitas orang lain. Entah dianggap pintar, kaya, baik, hebat, dan puja-puji lain yang menyenangkan hati.<span;>

Related Postingan

Ramadan, Refleksi, dan Revolusi Intelektual: Saatnya Umat Islam Tidak Hanya Mengaji, Tapi Berinovasi

Ramadan, Refleksi, dan Revolusi Intelektual: Saatnya Umat Islam Tidak Hanya Mengaji, Tapi Berinovasi

February 16, 2026
57
IGI Membangun Kapasitas Pengurus Organisasi Guru

IGI Membangun Kapasitas Pengurus Organisasi Guru

February 16, 2026
71
Peran Guru dan Blogger dalam Membangun Literasi Pendidikan

Peran Guru dan Blogger dalam Membangun Literasi Pendidikan

February 16, 2026
60

Kebenaran semakin menjauh. Ia enggan dengan manusia sombong. Ia enggan dengan manusia merasa baik dan benar. Ia enggan dimanipulasi pamrih, ia enggan berinteraksi dengan manusia pandir yang merasa pintar.

Begitulah cerita tanpa kisah dalam diri kita. Kekuasaan dari nafsu dan oleh nafsu untuk kepentingan nafsu. Mari berhitung berapa periode nafsu bertahta dalam hati dan pikiran kita. Sudah berapa tahun nafsu memanipulasi danau seolah lautan.

Penjajahan dalam diri kita oleh nafsu harus dihapuskan. Karena tidak sesuai dengan fitrah kita. Hal-hal yang berkaitan dengan dosa di masa lalu sebaiknya kita bertaubat. Banda Aceh 23 Januari 2025, atas nama hamba Allah, yang penuh dosa.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Don Zakiyamani

Don Zakiyamani

Penikmat kopi tanpa gula

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Menteri ATR/BPN Akhirnya Mencabut Juga SHGB Pagar Laut

Menteri ATR/BPN Akhirnya Mencabut Juga SHGB Pagar Laut

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00