POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Ketika Jurnalis Muda Membongkar Topeng Syahwat Pemuka Agama

Akmal Nasery BasralOleh Akmal Nasery Basral
January 18, 2025
Tags: #Ulasan Film
Ketika Jurnalis Muda Membongkar  Topeng  Syahwat Pemuka Agama
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh Akmal Nasery Basral

Pesan utama film_ Maharaj _tetap relevan dengan kondisi masyarakat era digital, meski kisah sebenarnya terjadi lebih dari 1,5 abad silam yang banal

1/
Jurnalisme investigasi adalah mahkota dunia informasi. Saat rahasia yang disembunyikan rapat-rapat oleh otoritas (kekuasaan atau keagamaan) dikelupas melalui penelusuran melelahkan, kadang membahayakan, nyawa sang jurnalis dan media yang memberitakan.

Contoh klasik adalah keuletan wartawan Carl Bernstein dan Bob Woodward dari harian _The Washington Post_ membongkar skandal Watergate yang bermuara pada terjungkalnya Presiden Richard Nixon. Kerja investigatif itu menjadi inspirasi film _All the President’s Men_ (1976) yang telah menjadi studi referensial bagi praktisi dunia jurnalistik, ilmu hukum, dan pekerja sinema.

Contoh lainnya investigasi trio reporter Michael Rezendez, Walter Robinson dan Sacha Pfeiffer dari koran _The Boston Globe_ saat mengendus adanya pelecehan seksual para pendeta Gereja Katolik Boston terhadap anak-anak jemaat pada era 1970-an. Tragedi ini diangkat duet penulis skenario Josh Singer dan Tom McCarthy—sekaligus sebagai sutradara— film _Spotlight_ (2015), dengan aktor Mark Ruffalo memerankan Rezendez, Michael Keaton menjadi Walter Robinson dan Rachel McAdams sebagai Sacha Pfeiffer.

Kini, referensi film jurnalisme investigasi bertambah satu lagi melalui _Maharaj_ (2024) persembahan sutradara India, Siddhart P. Malhotra. Terinspirasi kisah nyata kasus pencemaran nama baik pemuka agama Hindu, Jadunath Maharaj ( _Maharaj Libel Case 1862_ ), geger sosial ini ditabalkan sebagai “kasus hukum terbesar ketika Inggris menjajah India”. Malhotra mengekstrak novel sejarah karya wartawan-penulis Saurab Shah berjudul sama sebagai sumber utama filmnya yang berdurasi 131 menit.

2/
_Maharaj_ dibuka dengan kelahiran seorang bayi lelaki yang diberi nama Karsandas Mulji pada 1832 di Bombay (berganti menjadi Mumbai sejak 1995). Keluarga Karsan penganut sekte Pushtimarga Sampradaya, cabang mazhab Waisnawa ( _Vaishnavism_ ) yang menempatkan Mahavishnu, Sang Purusha Agung, pencipta alam semesta dan penjaga keberlangsungannya, sebagai dewa tertinggi. (Di Indonesia, visualisasi Purusha Agung terlihat pada Patung Garuda Wisnu Kencana di Jimbaran, Bali).

Sejak kecil Karsan selalu kritis terhadap segala hal. Mulutnya tak pernah berhenti menanyakan beragam ihwal, dari fenomena sosial hingga wilayah agama yang sensitif dan sakral. Rangkaian adegan pembuka yang beraroma _coming of age_ ini dibutuhkan sebagai fondasi cerita tersebab peran Karsan sebagai protagonis.

Memasuki usia 20–Karsan dewasa diperankan aktor debutan Junaid Khan–dia bertunangan dengan dara cantik bernama Kishori (Shalini Pandey). Berbeda dengan pasangan di India yang biasanya langsung menikah, Kishori melanjutkan sekolah atas izin Karsan yang mulai meniti karir sebagai wartawan harian _Rast Goftar_ bagi kelas menengah yang berbahasa Anglo-Gujarat. Pemilik koran itu adalah Dadabhai Naoroji (Sunil Gupta), seorang intelektual muda yang berusia hanya 7 tahun lebih tua. Tulisan-tulisan Karsan yang kritis dan galak membuat pamornya melejit sebagai favorit pembaca.

Sebagai dua sejoli, penampilan Karsan – Kishori sangat serasi, berintelektual tinggi, sekaligus pengikut setia Jadunathjee Brajratanjee Maharaj, pemimpin spiritual tertinggi sekte Pushtimarga, yang dipanggil “JJ dengan sepenuh hormat oleh umat.

Setiap kali JJ melangkahkan kaki di area publik, para lelaki merebahkan diri dan menjulurkan tangan agar kaki JJ menginjak telapak tangan mereka, bukan tanah atau jalan raya. Umat pun memberikan donasi besar untuk _hivali_–rumah ibadah–sehingga berdiri megah dan mewah di tengah kondisi warga sekitar yang miskin parah.

Keharmonisan hubungan Karsan – Kishori berubah drastis pada satu hari besar keagamaan. JJ yang tertarik melihat kecantikan Kishori meminta gadis molek itu menjalani upacara _charan seva_ (penyerahan diri secara total). _Charan seva_ berlangsung di dalam _hivali_ dan boleh diintip para lelaki dewasa dengan membayar uang kepada asisten JJ yang berjaga di depan pintu.

📚 Artikel Terkait

Jangan Runtuhkan Jembatan

Tim Gabungan Forkopimda Kota Banda Aceh Tutup Sejumlah Dagangan PKL dan Pedagang Kaki Lima dan Pedangang Musiman

Terulang Rindu Bagimu Die

Juleha Hadir Menjawab Kerisauan Penanganan Hewan Qurban Belum Memenuhi Standar Kesrawan

Karsan terlambat mengetahui upacara itu. Dia mendobrak masuk ke dalam _hivali_ dan melabrak JJ yang mencemari kesucian Kishori. Di luar dugaannya, Kishori menyatakan rela melakukan _charan seva_ sebagai bukti ketaatan sebagai perempuan Pushtimarga. Karsan meradang dan menyebutkan percuma Kishori sekolah jika tetap bodoh tertipu syahwat senggama yang dimanipulasi JJ sebagai bentuk kepatuhan beragama. Karsan pun memutus ikatan pertunangan mereka.

Tindakan itu menjadi bumerang bagi Karsan. Ayah dan keluarga besarnya berbalik melindungi Kishori karena meyakini _chavan seva_ sebagai tradisi sakral yang harus dijalani sebagai _dharma_. Karsan diusir dari rumah. Tak menyangka akan mendapat perlakuan itu, Karsan menulis liputan rinci _Rast Goftar_, termasuk menulis nama lengkap JJ. Cara itu dianggap berisiko tinggi oleh Dadabai Naoroji yang menolak menerbitkan karena khawatir reaksi balik yang keras dari umat Pushtimarga.

Karsan memilih mundur dari _Rast Goftar_ dan mendirikan koran sendiri_Satya Prakash_ yang ditujukan bagi kelas bawah umat Hindu. Saat itu usianya baru 25 tahun. Dengan memiliki koran sendiri, tulisannya bisa diterbitkan tanpa disensor sama sekali. Problem muncul saat koran didistribusikan karena di tengah perjalanan, preman-preman yang dikendalikan JJ menghadang dan merampas seluruh edisi serta membakarnya di dalam _hivali_.

Rangkaian peristiwa itu membuat Kishori depresi sehingga memilih bunuh diri. Dia meninggalkan surat agar Karsan terus melakukan investigasi terhadap perilaku lancung JJ yang sudah menodai kesuciannya dan banyak perempuan Pushtimarga lainnya atas nama kepatuhan terhadap ajaran agama.

Karsan menyesali sikapnya yang keras terhadap Kishori, namun perjalanan waktu tak bisa dikembalikan. Dia harus mewujudkan pesan terakhir tunangannya, sekaligus kritisismenya selama ini terhadap ajaran Pushtimarga. Dalam pergaulan sosial, Karsan semakin dikucilkan umat.

Tak dinyana seorang perempuan muda cerdas dan pemberani bernama Viraaj (Sharvari Wagh) mengajukan diri untuk menjadi editor _Satya Prakash_. Viraaj punya keberanian lain yang tak dimiliki perempuan India, yakni nyali menyatakan cinta lebih dulu kepada lelaki idaman hati. Dia melamar Karsan sebagai calon suami. Sang jurnalis menolak dengan sopan dan memilih menjaga hubungan mereka sebatas rekan kerja.

Melalui beragam strategi, laporan investigatif Karsan tentang kebejatan syahwat JJ di _Satya Prakash_ bisa mencapai tangan pembaca. Kehebohan muncul. JJ murka dan memerintahkan pintu _hivali_ dikunci agar umat tak bisa beribadah. Tujuannya agar umat menekan Karsan untuk meminta maaf. Namun Karsan bergeming dan mengajak umat untuk beribadah di luar hivali. Sebab bagi Karsan, dalam hal ibadah yang penting buat tempat melainkan niat.

Melihat pembangkangan Karsan yang berkelanjutan, JJ memilih melaporkan jurnalis kepala batu itu ke Mahkamah Agung. Tuduhannya melakukan pencemaran nama baik terhadap dirinya sebagai pemimpin sekte Pushtimarga. Pengadilan pun digelar oleh majelis hakim yang dipimpin Hakim Matthew Robert Sausse. Hukum pidana Anglo-Saxon dipilih JJ dengan tujuan untuk mempermalukan Karsan yang tak bisa ditaklukkan dengan aturan agama.

Persidangan berjalan sengit karena pengacara Karsan dan pengacara JJ saling mengajukan saksi sesuai kepentingan masing-masing. Umat Pushtimarga yang menghadiri persidangan menunjukkan pemihakan terbuka terhadap JJ. Kendati pengacara Karsan bisa menghadirkan dokter pribadi JJ yang bersaksi bahwa sang pemuka agama mengidap sifilis akibat melakukan hubungan kelamin dengan banyak perempuan, namun pengacara JJ mampu membalikkan keadaan dengan kepiawaiannya menyusun retorika.

Posisi Karsan semakin lemah di persidangan ketika satu persatu perempuan korban _chavan seva_ yang awalnya setuju menjadi saksi, berubah pikiran dan tak mau datang ke pengadilan. Di saat genting saat posisinya tinggal seorang diri, Karsan menyampaikan sikapnya yang akan terus melawan JJ meski dari dalam penjara meski sendirian.

Pidato ini menjadi titik balik yang mengubah keadaan. Satu persatu perempuan yang hadir di persidangan, dan pernah menjadi korban JJ, menjadi berani menjadi saksi. Begitu juga dengan para lelaki yang anak atau keponakan mereka pernah menjadi upacara _charan seva_.

Pada 22 April 1862, ketua majelis hakim M.R. Sousse mengeluarkan keputusan bersejarah yang membebaskan Karsan dari segala tuduhan. _Charan seva_ menjadi praktik terlarang dan tak boleh dilanjutkan. Film terhenti di sini. Dalam kehidupan nyata, Karsandas Mulji wafat sembilan tahun kemudian pada 1871 dalam usia 39 tahun. Namanya dihormati di India sebagai seorang pembaharu sosial yang menegakkan harga diri dan martabat perempuan dari pembajak bejat ajaran agama seperti dilakukan Jadunath Maharaj.

3/
Dengan materi film sesensitif ini, awalnya Pengadilan Tinggi Gujarat mengeluarkan fatwa pelarangan pemutaran _Maharaj_ atas permintaan sekelompok masyarakat Hindu yang khawatir akan terjadi aksi kekerasan terhadap pengikut sekte Pushtimarga. Namun setelah mereka menonton dan mengevalusi, larangan itu dibatalkan sehingga bisa ditayangkan di bioskop-bioskop India dan oleh kanal _Netflix_ sejak akhir Juni 2024.

Akting Junaid Khan sebagai aktor debutan patut diacungi jempol karena mampu menghidupkan peran seorang reformis muda yang vokal, meski terkadang muncul juga sikap jail dan konyolnya yang bisa membuat penonton tergelak-gelak. Namun bagi aktor kawakan Aamir Khan, ayah kandung Junaid, akting putranya dalam _Maharaj_ baru “setengah matang”. Ah, tentu saja Aamir tak mudah puas jika soal akting. Jangan lupa dengan nama julukannya yang diberikan masyarakat India: Mr. Perfectionist.

Namun untuk “akting setengah matang” itu pun, _Maharaj_ sangat layak menjadi referensi tontonan bagi pecinta film serius, jurnalis, dan para ksatria keadilan sosial ( _social justice warrior_ ), sebagai tambahan asupan energi dalam membongkar topeng-topeng standar ganda yang terus berkamuflase di tengah masyarakat.

18 Januari 2024

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #Ulasan Film
Akmal Nasery Basral

Akmal Nasery Basral

Akmal Nasery Basral adalah mantan redaktur film _Tempo_ (2004 – 2010) dan _Gatra_ (1994 – 1998), penulis 26 buku, termasuk novel _Nagabonar Jadi 2_ (2007) dan _Sang Pencerah_ (2010) Penerima Anugerah Sastra Andalas 2022 kategori Sastrawan/Budayawan Nasional, penerima Anugerah Penulis Nasional SATUPENA 2021 kategori fiksi

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Fakultas Pertanian USK Wujudkan Program Zero Waste dengan Dispenser Canggih Terhubung Keran Air

Fakultas Pertanian USK Wujudkan Program Zero Waste dengan Dispenser Canggih Terhubung Keran Air

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00