POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Gaza yang Tak Pernah Padam

Gunawan TrihantoroOleh Gunawan Trihantoro
January 9, 2025
Gaza yang Tak Pernah Padam
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh Gunawan Trihantoro
(Sekretaris KEAI Provinsi Jawa Tengah)

Perjuangan menyatukan anak-anak dengan keluarga di Gaza sangat penting. Banyak anak terpisah akibat perang, dan organisasi kemanusiaan berupaya reunifikasi. Proses ini memberikan harapan, rasa aman, serta mengurangi trauma emosional akibat dampak perang yang menghancurkan. [1]
——–

Di tanah Gaza, cerita terus ditulis,
Darah dan air mata membentuk sungai menangis.
Anak-anak terpisah dari dekapan ibu,
Di bawah langit yang penuh debu.

Seorang ibu berlutut di antara puing,
“Di mana kau, anakku? Di mana kau berlindung?”
Hanya angin yang menjawab lirih,
Membawa bisikan, kisah yang pedih.

“Bu, aku di sini, tapi tak terlihat,
Di balik bayang perang yang menggurat.”
Suara itu ada, tapi tiada wujudnya,
Harapan ibu menggema di langit Gaza.

Seperti pecahan kaca yang berserak di jalan,
Keluarga terpisah oleh perang yang kejam.
Rindu menjadi duri dalam dada,
Doa melayang, berharap sebuah asa.

Di tenda pengungsian, seorang anak bertanya,
“Paman, kapan aku pulang ke rumah kita?”
Sang relawan menatap dengan mata berkaca,
“Nak, kita akan pulang, asal kau percaya.”

Langkah-langkah kecil menyusuri lorong,
Di antara reruntuhan yang berisi kenangan kosong.
Di setiap sudut, cinta tetap berbisik,
Menghidupkan harapan yang sempat tercekik.

📚 Artikel Terkait

SRMA 18 Blora dan Semangat Baru Literasi Anak Negeri

Jangan Menjadi Guru HanaPah Lawan

Ziarah Kubur Untuk Memperoleh Kenyamanan dan Ketenteraman Batin

Menyamakan Pikiran dan Tindakan Terhadap Masalah Pengemis

Seorang ayah berjalan tanpa arah,
Matanya mencari dalam gelap yang resah.
“Adakah kau melihat putraku, kawan?”
“Aku belum, tapi jangan putus harapan.”

Lalu di satu sudut, pelukan itu terjadi,
“Abi!” teriak anak kecil yang berlari.
Air mata menjadi bahasa tanpa suara,
Mereka kembali, setelah lama terpisah.

Namun, banyak yang masih meratap,
Di tenda-tenda, di malam yang gelap.
Anak-anak tanpa nama, tanpa wajah,
Menunggu tangan yang datang menggapai.

“Bu, apakah aku akan bertemu ayah?”
Tanya seorang bocah dengan mata pasrah.
“Iya, sayang, doa kita takkan henti,”
Jawab sang ibu, meski hatinya perih.

Gaza, di mana cinta dan luka bertemu,
Setiap anak adalah cerita yang pilu.
Namun cinta keluarga lebih kuat dari perang,
Menciptakan nyala di tengah bayang.

Pada malam yang dingin, doa mengudara,
“Maha Kuasa, pulangkan anak-anak kita.”
Dan di balik reruntuhan, suara kecil menjawab,
“Aku di sini, Ibu. Aku takkan lenyap.”

Para relawan terus melangkah gigih,
Menyatukan yang tercerai dalam kasih.
Di antara gelap, mereka membawa terang,
Menyalakan kembali mimpi yang hilang.

Di Gaza, harapan itu tak pernah padam,
Meski badai datang berkali menghantam.
Anak-anak dan keluarga akan bersua,
Di tanah yang menjanjikan surga tanpa duka.

Dan meski perang mencoba memisahkan,
Rindu dan kasih tak akan pernah pudar.
Gaza, engkau adalah cerita tak terlukiskan,
Tentang cinta yang melawan kehancuran.

Rumah Kayu Cepu, 9 Januari 2025

Catatan:
[1] Puisi esai ini terinspirasi dari kisah nyata. Sumber inspirasi dari
https://news.okezone.com/read/2025/01/01/18/3100518/perjuangan-menyatukan-kembali-anakanak-dengan-keluarganya-di-gaza

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Tangis yang Tak Terdengar

The Unheard Cry

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00