POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

**Monolog Mata Ie: Surat Cinta yang Tak Pernah Usai**

LK.AraOleh LK.Ara
January 5, 2025
Tags: #Puisi
Monolog, “Suara Perempuan dari Lampadang”
🔊

Dengarkan Artikel

Puisi LK.Ara 

(Aktor berdiri di tengah panggung, menghadap ke arah penonton. Cahaya lembut menerangi, suara gemericik air terdengar di latar belakang. Dia menarik napas dalam, seolah mencium udara pagi yang segar.)

Ah… udara ini. Udara pagi Mata Ie.
Pernahkah kalian rasakan kehadirannya?
Lembut, menyelinap tanpa suara,
menggenggam hati seperti surat cinta tanpa tinta.

Aku berdiri di sini,
di tempat yang dulu disinggahi megahnya sejarah.
Bayangkan, Sultan Iskandar Muda berjalan di antara pepohonan ini.
Langkahnya…
Gagah, seperti arus deras yang tak terbendung,
dan di sisinya, Puteri Pahang,
anggun, bagai mawar yang mekar tanpa luka.

(Langkah kecil diambil, tangan terulur seolah menyentuh ranting.)

Kalian tahu?
Pohon-pohon ini pernah tunduk padanya.
Bukan karena takut,
tapi karena cinta.
Ya, cinta.
Cinta seorang pemimpin yang merawat alam,
bukan menguasainya.

Dia berbicara pada gunung,
berbisik pada angin,
“Engkaulah jiwa negeri ini.
Aku berjanji, tidak akan ada luka di tubuhmu
selama aku bernafas.”

(Kepala tertunduk sejenak, suara melembut.)

Dan kini…
Apakah kita masih mendengar bisikan itu?
Apakah janji itu masih hidup?

📚 Artikel Terkait

INDONESIA GLOWING

Siswa SDN Paya Laba Kluet Timur Raih Juara Satu OSN Tingkat Kabupaten Aceh Selatan

Awan pun Turut Memuji Tuhan

Jejak di Kepala

(Langkah kecil lagi, kini pandangan tertuju pada penonton.)

Lihatlah air ini,
mata air yang pernah menyegarkan jiwa raja.
Ia tak pernah meminta apa-apa,
hanya ingin terus mengalir,
membawa sejuk,
menyampaikan kisah.

(Langkah semakin mendekat, kini berbicara penuh emosi.)

Tapi kita? Kita yang seharusnya menjaga?
Apakah kita lupa akan cinta itu?
Surat cinta dari alam…
dari ranting, daun, dan udara.

(Menatap tajam, lalu perlahan melembut.)

Mata Ie berbicara kepada kita hari ini,
seperti kepada Sultan di masa lalu.
Ia berkata,
“Jangan biarkan aku terdiam.
Jangan biarkan aku menangis.
Ingatlah, aku adalah surat cinta,
bukan luka.”

(Langkah mundur perlahan, pandangan teralihkan ke langit.)

Dan aku…
Aku hanya saksi.
Hanya suara dari masa lalu,
mengulang cerita agar tak dilupakan.

(Menunduk, mengangkat tangan seolah menyerahkan sesuatu kepada penonton.)

Surat cinta ini,
kubawa untukmu.
Jangan biarkan ia hilang.

(Cahaya perlahan meredup, gemericik air semakin keras, dan panggung gelap.)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #Puisi
LK.Ara

LK.Ara

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Tukin Dosen, Sebuah Saga Nomenklatur

Tukin Dosen, Sebuah Saga Nomenklatur

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00