• Latest
Monolog, “Suara Perempuan dari Lampadang”

Monolog, “Suara Perempuan dari Lampadang”

Januari 4, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Monolog, “Suara Perempuan dari Lampadang”

Redaksiby Redaksi
Januari 4, 2025
Reading Time: 2 mins read
Monolog, “Suara Perempuan dari Lampadang”
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

L K Ara

*(Seorang Perempuan berdiri di tengah panggung, mengenakan pakaian tradisional Aceh. Di tangannya tergenggam rencong kecil. Wajahnya penuh keteguhan. Ia berbicara dengan nada pelan, tapi penuh keyakinan.)*

**Perempuan**
Aku hanyalah seorang perempuan dari Lampadang.
Tidak ada yang istimewa dalam hidupku—
Sejak kecil, aku hanya mengenal sawah, sungai, dan masjid di ujung kampung.
Namun, ada satu yang aku pelajari dari ayahku:
Jika kau membiarkan kehormatan diinjak,
kau kehilangan segalanya.

*(Ia menatap rencong di tangannya, lalu menghela napas panjang.)*

Hari itu, aku melihatnya sendiri.
Langit yang cerah tiba-tiba memerah.
Asap hitam melingkupi udara.
Masjid kita—Baiturrahman—terbakar.
Rumah Tuhan kita, diinjak oleh mereka yang mengaku penguasa.
Dan aku bertanya pada diriku sendiri:
Apakah ini saatnya diam?
Apakah aku hanya seorang perempuan yang tak berdaya?

*(Ia berjalan perlahan, matanya menatap jauh seolah mengingat kejadian itu.)*

Aku memanggil saudara-saudaraku.
“Lihatlah ini!” kataku pada mereka.
“Apakah kita akan membiarkan tanah kita dicemari?
Apakah kita akan membiarkan api membakar iman kita?”
Mereka mendengarkan.
Mereka mengerti.
Dan bersama-sama, kami bangkit.

*(Ia menggenggam rencongnya dengan erat, suaranya semakin lantang.)*

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026

Aku tidak peduli siapa diriku.
Aku tidak peduli apakah aku seorang perempuan
Aku tahu satu hal:
Tanah ini milik kita.
Dan kehormatan ini adalah harga diri kita.

*(Ia berhenti sejenak, pandangannya beralih ke penonton, penuh emosi.)*

Aku melihat Kohler jatuh.
Ya, ia jatuh di atas tanah yang ia injak dengan congkak.
Namun, tahukah kalian?
Kemenangan itu hanyalah awal.
Aku tahu esok akan lebih berat.
Mereka akan datang lagi,
Dengan lebih banyak pasukan, lebih banyak senjata.
Tapi aku tak takut.
Karena aku percaya—
Selama iman ini tetap ada di hati kami,
Tidak ada penjajah yang bisa menghancurkan kami.

*(Ia mengangkat rencongnya tinggi-tinggi, lalu berbicara dengan penuh tekad.)*

Aku adalah suara dari Lampadang.
Aku adalah bara yang takkan padam.
Dan selama bumi ini berputar,
Aku akan terus berjuang.

*(Cahaya panggung mulai meredup. Perempuan itu berdiri tegak, wajahnya tetap tegas, sebelum lampu benar-benar padam.)*

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Kisah Bocornya Ban dan Heroisme Tersembunyi

Kisah Bocornya Ban dan Heroisme Tersembunyi

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com