• Latest
Pengawas Sekolah Sang Lebah

Pengawas Sekolah Sang Lebah

Desember 31, 2024
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Pengawas Sekolah Sang Lebah

Redaksiby Redaksi
Desember 31, 2024
Reading Time: 4 mins read
Tags: #Banten#Pengawas Sekolah
Pengawas Sekolah Sang Lebah
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh  Nurbadriyah

Pengawas SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten,
Ketua umum Perkumpulan Penulis Motivator Nasional

Pak Adnan adalah seorang pengawas sekolah yang selalu dikenal sebagai “sang lebah.” Julukan ini bukan tanpa alasan. Seperti seekor lebah, ia memiliki sikap positif, produktif, dan selalu fokus pada kebaikan dalam setiap tantangan yang dihadapinya.

Ketika Permenpanrb- Nomor 21 Tahun 2024 muncul, yang mengatur perubahan istilah pengawas menjadi pendamping satuan pendidikan, banyak yang bingung dan khawatir. Namun, Pak Adnan justru melihat ini sebagai peluang emas.

“Perubahan ini bukan penghapusan peran, melainkan peningkatan tanggung jawab kita untuk lebih dekat dengan sekolah,” katanya dengan senyum optimis kepada rekan-rekannya.

Ia segera mempelajari aturan baru itu dengan seksama. Ia hadir dalam berbagai pelatihan, berdiskusi dengan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan, serta menggali pandangan dari komunitas pendidikan setempat. Bagi Pak Adnan, setiap perubahan adalah kesempatan untuk belajar dan berkontribusi lebih baik.

“Apapun perubahan kurikulum, peraturan, atau kebijakan, yakinlah Allah akan memberikan banyak kemudahan dan keberkahan rezeki bagi orang-orang yang selalu fokus pada pekerjaan dan tugasnya. Mereka yang mengutamakan kerja sama dalam hal kebaikan, menjadi produktif, dan melakukan setiap hal dengan berkualitas akan melihat dampaknya—tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain, keluarga, dan masyarakat,” sering ia sampaikan kepada rekan-rekannya.

Kolaborasi dan Kompetensi

Pak Adnan dikenal sebagai pribadi yang rajin meningkatkan kompetensi dirinya. Ia sering menghadiri seminar, membaca buku-buku terbaru tentang pendidikan, dan berdiskusi dengan para pakar. Tidak hanya itu, ia juga membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan, LSM, hingga organisasi guru.

“Kolaborasi adalah kunci,” katanya. “Ketika kita bekerja sama, kita tidak hanya tumbuh secara pribadi, tetapi juga dapat membantu orang lain untuk berkembang.”

Ia juga sering mengingatkan rekan-rekannya, “Seseorang yang berhenti belajar, berhenti tumbuh. Jika kita ingin mendidik generasi terbaik, kita harus menjadi pendidik yang terus belajar.”

Hasil dari dedikasi Pak Adnan terlihat nyata. Sekolah-sekolah yang ia dampingi menunjukkan peningkatan signifikan dalam mutu pendidikan. Guru-guru lebih percaya diri dalam mengimplementasikan kurikulum baru, siswa lebih kreatif dan kritis, serta nilai-nilai karakter seperti kejujuran, disiplin, dan kerja keras mulai tumbuh di lingkungan sekolah.

Menginspirasi Generasi Berdaya Saing Global

Pak Adnan tidak hanya membimbing sekolah untuk berprestasi, tetapi juga mendorong mereka menghasilkan siswa-siswa yang berdaya saing global. Ia memotivasi guru untuk mengintegrasikan pembelajaran berbasis teknologi, mengajarkan nilai-nilai moral, dan membangun kompetensi abad ke-21 pada siswa.

Di sisi lain, ada Pak Beni, seorang pengawas yang sering disebut sebagai “si lalat.” Pak Beni selalu skeptis terhadap perubahan. Setiap ada aturan baru, ia hanya mengeluh, menganggapnya sebagai beban, dan sering kali menuduh pemerintah tidak memahami kondisi lapangan.

“Ini semua cuma teori!” protesnya dalam sebuah pertemuan. “Kita sudah terlalu sibuk, kenapa harus ditambah dengan hal-hal yang tidak jelas manfaatnya?”

Pak Beni jarang meningkatkan kompetensinya. Ia merasa sudah tahu segalanya dan menolak masukan dari rekan-rekannya. Akibatnya, sekolah-sekolah yang ia awasi stagnan, bahkan beberapa menunjukkan penurunan mutu. Guru-guru merasa tidak mendapat dukungan, dan siswa-siswa kehilangan motivasi untuk berprestasi.

Pelajaran dari Sang Lebah

Pak Adnan menunjukkan bahwa menjadi seorang pendamping pendidikan berarti menjadi teladan. Sikap positif, kolaborasi, dan pembelajaran sepanjang hayat adalah kunci suksesnya. Ia percaya bahwa pendidikan adalah kerja bersama, dan setiap individu di dalamnya memiliki potensi besar untuk berkembang.

“Jika ingin dunia berubah menjadi lebih baik,” kata Pak Adnan suatu hari, “kita harus memulainya dari diri sendiri. Kita tidak bisa mengubah angin, tetapi kita bisa menyesuaikan layar kita untuk tetap melaju.”

Ia juga menegaskan, “Jangan pernah takut akan perubahan. Dalam setiap perubahan, ada peluang untuk menjadi lebih baik, asalkan kita mau beradaptasi dan terus bergerak maju.”

Pada akhirnya, pengawas seperti Pak Adnan bukan hanya berilmu dan kompeten untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menjadi inspirasi bagi orang lain. Ia membantu menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan kompetensi yang mampu bersaing di tingkat global.

“Kunci keberhasilan bukan hanya kerja keras, tetapi juga kerja bersama. Dan ingatlah, apa pun yang kita lakukan dengan ikhlas, Allah pasti akan memberikan keberkahan yang melimpah.”

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 369x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 336x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 277x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 275x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Discussion about this post

Next Post
Kisah Guru Risa dan Filosofi Kura-Kura

Program Guru Terbang

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com