• Latest
Ia Penyandang Disabilitas

Ia Penyandang Disabilitas

Desember 30, 2024
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ia Penyandang Disabilitas

Redaksiby Redaksi
Desember 30, 2024
Reading Time: 2 mins read
Tags: #Hari Disabilitas#pengemis
Ia Penyandang Disabilitas
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh:Sabariati Diva Mulyana

Mahasiswa Prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

Pada tanggal 1 Desember 2024, penulis mengamati pengamatan langsung di Pasar Almahira Lamdingin, Banda Aceh, untuk memahami kondisi dan latarbelakang kehidupan seorang pengemis. Pengamatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan lebih dalam mengenai tantangan yang dihadapi oleh individu penyandang disabilitas, serta untuk menggali faktor-faktor sosial dan ekonomi yang mempengaruhi kehidupan mereka.

Pengemis yang diamati adalah seorang  lelaki berusia sekitar 67 tahun, penyandang disabilitas yang kehilangan kedua tangannya akibat kecelakaan kerja. Beliau dulunya bekerja sebagai kuli bangunan, di mana sebuah insiden tragis menyebabkan tangannya terjepit dan harus diamputasi. Selain itu, beliau juga menderita penyakit diabetes yang semakin memperburuk kondisinya.

Dalam wawancara, bapak tersebut menjelaskan bahwa mengemis adalah satu-satunya pilihan yang tersisa baginya. Dengan kondisi fisik yang sangat terbatas, beliau tidak dapat melakukan pekerjaan lain. “Saya tidak punya tangan, tidak ada pekerjaan lain yang bisa saya lakukan,” ungkapnya dengan nada penuh harapan, meskipun terpaksa menjalani kehidupan sebagai pengemis.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Meskipun dalam keadaan sulit, bapak tersebut menunjukkan usaha untuk menjaga penampilannya. Ia mengenakan pakaian yang relatif rapi dan bersih, mencerminkan rasa hormat terhadap dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Ia membawa sebuah kotak kecil untuk mengumpulkan sumbangan dari para pengunjung pasar dan pemilik toko. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun hidup dalam keterbatasan, ia tetap berusaha untuk tampil baik di hadapan orang lain.

Kisah bapak ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi oleh banyak penyandang disabilitas di Indonesia, khususnya di Banda Aceh. Masyarakat seringkali kurang memahami kondisi mereka dan stigma negatif terhadap penyandang disabilitas masih ada. Keterbatasan akses terhadap pekerjaan yang layak membuat banyak dari mereka terpaksa mengandalkan cara-cara seperti mengemis untuk bertahan hidup.

Kondisi seperti ini menuntut perhatian dari pemerintah dan masyarakat luas. Dukungan dalam bentuk pelatihan keterampilan, aksesibilitas terhadap lapangan pekerjaan, serta program-program sosial dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas. Kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan agar lebih empatik terhadap kondisi mereka.

Kondisi pengemis penyandang disabilitas di Banda Aceh mencerminkan tantangan sosial yang kompleks. Keterbatasan akses terhadap pekerjaan dan stigma negatif dari masyarakat menjadi dua faktor utama yang memperburuk situasi mereka. Pengamatan menunjukkan bahwa meskipun ada upaya dari Dinas Sosial untuk memberikan bantuan dan rehabilitasi, banyak penyandang disabilitas masih terpaksa mengandalkan mengemis sebagai sumber penghidupan.  Peran masyarakat dalam memberikan dukungan dan pemahaman terhadap kondisi mereka sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan empatik.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Hasniati, S.Pd.I Raih Juara 1 Lomba Cerpen se-Provinsi Aceh pada HAB ke-79

Hasniati, S.Pd.I Raih Juara 1 Lomba Cerpen se-Provinsi Aceh pada HAB ke-79

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com