• Latest
Perempuan – Perempuan Yang Terseret ke Dunia Pengemis

Perempuan – Perempuan Yang Terseret ke Dunia Pengemis

Desember 28, 2024
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Perempuan – Perempuan Yang Terseret ke Dunia Pengemis

Redaksiby Redaksi
Desember 28, 2024
Reading Time: 3 mins read
Tags: #Masalah Sosial#pengemis
Perempuan – Perempuan Yang Terseret ke Dunia Pengemis
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Ahmad Rochied

Mahasiswa semester 5, Prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh

 

Baca Juga

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Januari 18, 2026
Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Januari 2, 2026
Tahun Baru yang Sunyi di Kampung

Tahun Baru yang Sunyi di Kampung

Januari 2, 2026

Di tengah keramaian dan kesibukan kota Banda Aceh, semakin seeing ditemukan masalah sosialyang seharusnya tidak terjadi. Maraknya aktivitas para pengemis  menghiasi  setiap sudut sudut kota, di jalan-jalan, persimpangan lampu lalu lintas, Dan tempat-tempat keramaian  lain seperti kawasan kuliner dan Wisata di kota Banda Aceh.

Entah apakah sebab semakin sering kehadiran pengemis di kota ini. Beragam orang dan cara yang mereka lakukan. Perlu ada survey atau bahkan penelitian yang mendalam untuk mengkaji dan melihat dengan jelas Hal ini, agar tidak menimbulkan masalah baru yang bisa jadi mengganggu kondisi kota.

Selama ini, yang sering kita dengar, ada sejumlah faktor yang menyebabkan hal itu semakin jelas kita saksikan kehadiran para pengemis tersebut. Salah satu faktor internal yang sering ditemui adalah kondisi kesehatan. banyak pengemis yang memiliki masalah fisik atau mental yang menghambat kemampuan mereka untuk bekerja. Selain itu, keterbatasan pendidikan juga menjadi penyebab utama mengapa seseorang kesulitan memperoleh pekerjaan yang layak, yang akhirnya membuat mereka terpaksa mengandalkan mengemis sebagai sumber penghidupan.

Kehilangan anggota keluarga juga menjadi salah satu penyebab yang mendorong seseorang untuk mengemis, seperti yang dialami oleh seorang wanita tua bernama Bu Ani. Berusia sekitar 60 tahun, Bu Ani kehilangan suaminya pada masa konflik GAM yang terjadi beberapa tahun silam di Aceh, dan hingga kini, ia belum menerima kabar apapun mengenai keberadaan suaminya. Saat ini, Bu Ani tinggal bersama anaknya yang mengidap down syndrome, mereka tinggal di daerah Lhong Raya dan demi menghidupi dirinya serta anaknya, ia memutuskan untuk mengemis sebagai sumber penghasilan. Ia mengemis di sekitaran pasar Aceh dan juga Darussalam.

Faktor eksternal, seperti terbatasnya lapangan pekerjaan atau tidak tersedianya pekerjaan yang layak, juga menjadi salah satu penyebab seseorang memilih untuk mengemis. Bu Ani mengaku sempat mencoba mencari pekerjaan sebagai asisten rumah tangga dan tukang cuci, namun ia ditolak karena keterbatasanfisik yang dimilikinya. Cacat fisik yang dialami adalah cacatfisik pada bagian kaki, sehingga Bu Ani kesulitan melakukanpekerjaan fisik.

Ia mengaku bahwa mengemis menjadi pilihan karena dirasa lebih mudah dan dapat menghasilkan uang yang lebih banyak. Meskipun demikian, mengemis jelas bukanlah cara yang tepat untuk memperoleh penghasilan.

Memberikan uang kepada mereka yang meminta di jalan justru dapat memperkuat ketergantungan mereka pada pemberian tersebut, dan tidak memberikan kesempatan untuk berkembang. Sebaliknya, dengan tidak memberikan uang, kita membantu mereka untuk tidak bergantung pada belas kasihan orang lain, melainkan memberi peluang untuk mencari penghasilan yang lebih baik dan lebih layak.

Meskipun niat untuk membantu dengan memberi uang datang dari rasa empati, cara ini kadang justru memperburuk keadaan, karena membuat mereka untuk terus bergantung pada cara-cara yang tidak produktif. Cara lain menyikapi pengemis agar tidak bergantungan mencari uang dengan meminta-minta adalah memotivasi mereka agar mereka tahu, meminta-minta atau mengemis merupakan hal yang salah, selain itu kita dapat memberikan support atau bantuan seperti memberikan informasi tentang Lembaga sosial yang dapat membantu mereka.

Masalah pengemis di jalanan merupakan persoalan sosial yang kompleks. Pemerintah harus mempunyai perhatian serius dalam permasalahan ini. Langkah dan cara yang dapat diambil oleh pemerintah adalah dengan menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih inklusif, yang tidak hanya terbuka bagi mereka yang tidak memiliki keterbatasan, tetapi juga bagi mereka yang memiliki disabilitas atau keterbatasan fisik dan mental. Sekarang ini, banyak orang dengan disabilitas yang kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, meskipun mereka memiliki potensi dan kemampuan yang tidak kalah dengan individu lainnya. Pemerintah dapat memberikan dukungan dalam bentuk kebijakan yang lebih mendukung disabilitas, contohnhya seperti insentif bagi perusahaan yang membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas.

 

Pemerintah juga dapat berkolaborasi dengan lembaga-lembaga sosial yang memiliki kapasitas untuk merehabilitasi pengemis. Lembaga-lembaga sosial ini memiliki pengalaman dalam membantu individu maupun sekelompok orang yang terjebak dalam kemiskinan atau kecanduan, dan dapat memberikan pelatihan keterampilan serta pendidikan yang dibutuhkan agar mereka dapat mandiri.

Harapannya, melalui upaya-upaya tersebut, jumlah pengemis akan belrkurang secara signifikan, sekaligus turut menurunkan tingkat kemiskinan yang menjadi salah satu akar penyebab munculnya masalah sosial ini.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
TEKNIK MENUTUP TAHUN

TEKNIK MENUTUP TAHUN

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com