🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Zulkifli Abdy
Kita laksana dalam perjalanan pergi,
yang jika tidak hati-hati akan merugi
Di jalan telah banyak aral melintang,
juga telah berserakan onak dan duri
Kendati sulit, kita terus berlari
Selalu mawas dan hati-hati,
supaya tak tersesat nanti
Kita telah di tapal batas,
tidak ada pilihan lagi,
tidak juga kembali
Kita mesti pergi,
dan mendaki
Ke puncak
tertinggi
negeri
abadi
Di sana pun mengalir sungai-sungai
Yang menjanjikan kehidupan damai
Kita menuai dari apa yang kita semai
Hidup tak boleh sia-sia jadi bengkalai.
(Beranda Pagi, 19 Desember 2024).
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






