Dengarkan Artikel
Oleh Alkhair Aljohore
Anak-anakku,
Engkau bertuah,
Dikurnia otak yang geliga,
Empat kali dapat ‘Anugerah Dekan’ dari enam semester,
Ingat, itu anugerah Tuhan,
Jangan bangga diri dan arogan.
Dengarlah, abah bicara,
Tentang hari yang akan tiba,
Saat abah lemah, tubuh tak bugar,
Dengan suara pelan, abah titipkan rasa.
“Anakku, sabar ya,
kutahu kau bererti,
Seperti embun pagi,
sejuk menyegarkan hati,
Ingatlah setiap susah yang ku hadapi,
Setiap pangkat yang kau raih,
Aku bangga, pasti.”
Walau hartaku tak banyak,
Tak berlimpah emas,
Tak banyak barang mewah,
Gemerlap dunia kita sudahi,
Asalkan jiwa kita tetap bersih dan tidak egois.
“Abah inginkan rasa sayang,
Dari anak-anak yang pernah
kubesarkan,
Hargailah setiap detik bersamaku,
Saat kita berdua, satu jiwa tanpa batas waktu.”
📚 Artikel Terkait
Ketika abah tak lagi berdaya,
Jangan lupa bicarakan kasih ini,
Abah adalah pohon yang renta,
Akar yang teguh,
meski daunnya mulai layu.
“Anakku, ingat pesanku ini,”
Setiap detik abah menanti,
Kata cinta tidak hanya dalam mimpi,
Tapi nyata dalam bentuk pengertian yang bersih.
Saat malaikat memanggil abah,
Jangan bersedih,
itu hanya perjalanan,
Kenanglah setiap tawa,
pelukan hangat,
Dan semua kenangan
indah kita jalani.
“Jagalah akhlakmu pada
yang dewasa,
Seperti kau rawat bunga
di taman bahagia,
Hormati mereka,
mereka pun pernah muda,
Kutitip rasa ini,
sebagai warisan jiwa.”
Anakku, bila engkau sudah dewasa,
Kau akan mengerti semua makna,
Dalam lemah ini,
cinta takkan sirna,
Selamanya tersimpan
dalam jiwa kita.
Alkhair Aljohore@
Johor, Malaysia
16.12.24
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






