POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Pengemis Lansia di Usia Senja

RedaksiOleh Redaksi
December 15, 2024
Tags: #Lansia#pengemis#Pilkada
Pengemis Lansia di Usia Senja
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Vinatul Muna

Mahasiswa Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh

Kamis, 26 September 2024 saya mendapatkan sebuah tugas untuk mengobservasi setiap pengemis yang ada di kota Banda Aceh. Dari sekian banyaknya pengemis yang saya jumpai, saya memutuskan untuk mewawancarai seorang pengemis lansia berisial (RM). Penampilannya, membuat rasa iba menghampiri saya, ketika melihat keadaan pengemis tersebut, dan ditambah lagi dengan seorang bayi di gendongannya.

Sekian lama saya wawancarai (RM). Hasilnya mendapatkan beberapa masalah terkait, mengapa (RM) memilih untuk melakukan hal tersebut.Pastinya, seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa permasalahannya tidaklah jauh dari masalah perekonomian yang sudah tidak asing lagi terdengar di Aceh.  Faktor yang membuat mereka menjadi terbiasa dalam melakukan hal tersebut. Seolah memang hal tersebut adalah sesuatu yang paling mudah untuk dikerjakan dalam menghasilkan uang.

Kembali lagi ke permasalahan awal mengenai jawaban dari lansia berinisial (RM) tersebut mengatakan “ saya hanya meminta secukupnya. Setelah sekiranya cukup untuk makan,saya memutuskan untuk pulang” ungkapnya. Menanggapi hal tersebut timbul pertanyaan bagi saya pribadi, apakah tidak ada cara lain yang dapat dilakukan selain memilih untuk mengemis?  “sudah. Saya sempat bekerja menjadi penjual minyak, tetapi hasilnya tidak seberapa, lelah sehingga memutuskan untuk berhenti saja” ungkapnya.

Mendengar hal tersebut pastinya kita segera menepis rasa iba yang sempat hadir sesaat, sehingga muncul berbagai pertanyaan bukankah itu hal yang biasa terjadi?  pekerjaan memang menghasilkan rasa lelah,  tetapi terbayar dengar hal yang diharapkan. Walaupun kadang tidak secukup yang dibutuhkan.  “Suami kerja ikut saudara. Saya punya empat orang anak yang di antaranya sudah sekolah. Saat ini juga lagi sakit, baru saja beberapa anggota keluarga sembuh dari demam” ungkapnya.

Sekali lagi, apakah itu dapat dijadikan alasan juga dalam hal ini?. Bagaimana tanggapan kalian mengenai hal tersebut? Apakah hal tersebut dapat dijadikan sebuah alasan yang tepat? Lalu bagaimana pemerintah harus menyikapinya? Sehingga muncul berbagai pertanyaan,  baik dari masyarakat, maupun pemerintah dalam menanggapi akan hal tersebut. Karena jika terus dibiarkan saja tanpa adanya tindakan yang tepat, mungkin semakin lama hal itu akan meresahkan kita nanti ke depannya.

📚 Artikel Terkait

Tangis yang Tak Terdengar

Nurhayati Tak Kunjung Dapat Rumah Bantuan, Numpang Hidup di Dayah

Fauziah: Songket Banda Aceh Sangat Diminati oleh Wisatawan

Kepemimpinan, Kecantikan, dan Penampilan Perempuan Dibentuk oleh Budaya Patriarki

Oleh karena itu peran pemerintah sangat dinantikan dalam menyikapi akan hal ini, bagaimana ke depannya. Nah, jika ditanya bagaimana tentang pendapat saya pribadi, jawabannya , pemerintah seharusnya dapat menyelesaikan segera masalah perekonomian di Aceh ini agar menjadi lebih baik lagi. Sehingga tidak banyak orang yang nantinya mencari uang dengan cara yang salah.

Dukungan dari pemerintah dapat dalam bentuk apa saja, seperti memberikan bantuan sosial atau semacamnya yang dapat membantu mereka dalam mengatasi ekonomi keluarga. Harapannya juga pemerintah dapat bertindak langsung dalam mengatasi hal in. Tidak memberikan tanggung jawab ini dari tangan ke tangan, karena ditakutkan nanti tidak semaksimal yang diharapkan dan seharusnya.

Langkah yang lebih jelas yang seharusnya dilakukan atau upaya yang seharusnya pemerintah lakukan untuk mengatasi masalah pengemis di Banda Aceh, bisa dilakukan beberapa upaya antara lain. Pertama, penyediaan lapangan kerja. Pemerintah dapat menciptakan lebih  banyak lapangan pekerjaan, terutama untuk sektor informal yang dapat diakses oleh masyarakat dengan keterampilan rendah. Program pelatihan keterampilan juga dapat diberikan untuk meningkatkan kemampuan kerja mereka.

Kedua, bantuan sosial dan ekonomi. Memberikan bantuan sosial yang tepat sasaran kepada keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Bantuan ini bisa berupa uang tunai, sembako, atau subsidi lainnya yang dapat meringankan beban ekonomi,  dengan catatan bantun tersebut sekali lagi sangat diharapakan diberikan langsung oleh pemerintah, tanpa ada perantara. Ini dilakukan untuk mencegah hal lainnya yang mungkin terjadi seperti yang kita ketahui biasa terjadi. Jika bantuan diberikan melalui tangan ke tangan, pastinya tidak semaksimal yang seharusnya.

Ketiga, pendidikan dan pelatihan, menyediakan program pendidikan dan pelatihan bagi anak-anak dan orang dewasa untuk meningkatkan keterampilan mereka. Berikan beberapa pelatihan yang mereka mampu sehingga lebih mudah untuk mereka dalami juga jangan lupakan masalah pendidikan karena pendidikan yang layak menentukan masa depan yang pantas untuk kedepannya.

Keempat, pembangunan infrastruktur sosial, yakni membangun pusat-pusat rehabilitasi dan pelatihan bagi para pengemis. Di tempat ini, mereka dapat mendapatkan bimbingan, pelatihan keterampilan, dan bantuan untuk mencari pekerjaan yang lebih layak kedepannya.

Kelima, menegakkan peraturan yang melarang pengemis di jalanan, namun dengan pendekatan yang manusiawi. Pengemis yang tertangkap dapat diarahkan ke pusat rehabilitasi atau program bantuan sosial, lalu berikan sedikit sanksi sebagai efek jera agar kedepannya tidak mengulang hal yang sama.

Keenam, kampanye kesadaran publik. Melakukan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif dari memberi uang kepada pengemis di jalanan. Masyarakat dapat diarahkan untuk memberikan bantuan melalui lembaga resmi yang lebih efektif, karena jika terus dibiasakan akan rasa iba kita, maka kedepannya semakin banyak yang akan melakukan hal tersebut.

Dengan beberapa upaya di atas, diharapkan masalah pengemis di Banda Aceh dapat diatasi secara efektif dan berkelanjutan. Untuk itu, pemerintah perlu berkomitmen untuk terus memantau dan menilai efektivitas program-program tersebut serta melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Selain itu, bergabung dengan berbagai pihak, seperti lembaga sosial, organisasi masyarakat, dan tokoh agama, menjadi kunci penting dalam mendukung keberhasilan upaya- upaya yang tersebut di atas. Meningkatkan kesadaran masyarakat juga penting dilakukan mengenai dampak memberi uang langsung kepada pengemis.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #Lansia#pengemis#Pilkada
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
The Universal Man

The Universal Man

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00