• Latest
Pengemis Lansia di Usia Senja

Pengemis Lansia di Usia Senja

Desember 15, 2024
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Pengemis Lansia di Usia Senja

Redaksiby Redaksi
Desember 15, 2024
Reading Time: 4 mins read
Tags: #Lansia#pengemis#Pilkada
Pengemis Lansia di Usia Senja
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Vinatul Muna

Mahasiswa Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh

Kamis, 26 September 2024 saya mendapatkan sebuah tugas untuk mengobservasi setiap pengemis yang ada di kota Banda Aceh. Dari sekian banyaknya pengemis yang saya jumpai, saya memutuskan untuk mewawancarai seorang pengemis lansia berisial (RM). Penampilannya, membuat rasa iba menghampiri saya, ketika melihat keadaan pengemis tersebut, dan ditambah lagi dengan seorang bayi di gendongannya.

Sekian lama saya wawancarai (RM). Hasilnya mendapatkan beberapa masalah terkait, mengapa (RM) memilih untuk melakukan hal tersebut.Pastinya, seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa permasalahannya tidaklah jauh dari masalah perekonomian yang sudah tidak asing lagi terdengar di Aceh.  Faktor yang membuat mereka menjadi terbiasa dalam melakukan hal tersebut. Seolah memang hal tersebut adalah sesuatu yang paling mudah untuk dikerjakan dalam menghasilkan uang.

Kembali lagi ke permasalahan awal mengenai jawaban dari lansia berinisial (RM) tersebut mengatakan “ saya hanya meminta secukupnya. Setelah sekiranya cukup untuk makan,saya memutuskan untuk pulang” ungkapnya. Menanggapi hal tersebut timbul pertanyaan bagi saya pribadi, apakah tidak ada cara lain yang dapat dilakukan selain memilih untuk mengemis?  “sudah. Saya sempat bekerja menjadi penjual minyak, tetapi hasilnya tidak seberapa, lelah sehingga memutuskan untuk berhenti saja” ungkapnya.

Mendengar hal tersebut pastinya kita segera menepis rasa iba yang sempat hadir sesaat, sehingga muncul berbagai pertanyaan bukankah itu hal yang biasa terjadi?  pekerjaan memang menghasilkan rasa lelah,  tetapi terbayar dengar hal yang diharapkan. Walaupun kadang tidak secukup yang dibutuhkan.  “Suami kerja ikut saudara. Saya punya empat orang anak yang di antaranya sudah sekolah. Saat ini juga lagi sakit, baru saja beberapa anggota keluarga sembuh dari demam” ungkapnya.

Sekali lagi, apakah itu dapat dijadikan alasan juga dalam hal ini?. Bagaimana tanggapan kalian mengenai hal tersebut? Apakah hal tersebut dapat dijadikan sebuah alasan yang tepat? Lalu bagaimana pemerintah harus menyikapinya? Sehingga muncul berbagai pertanyaan,  baik dari masyarakat, maupun pemerintah dalam menanggapi akan hal tersebut. Karena jika terus dibiarkan saja tanpa adanya tindakan yang tepat, mungkin semakin lama hal itu akan meresahkan kita nanti ke depannya.

Oleh karena itu peran pemerintah sangat dinantikan dalam menyikapi akan hal ini, bagaimana ke depannya. Nah, jika ditanya bagaimana tentang pendapat saya pribadi, jawabannya , pemerintah seharusnya dapat menyelesaikan segera masalah perekonomian di Aceh ini agar menjadi lebih baik lagi. Sehingga tidak banyak orang yang nantinya mencari uang dengan cara yang salah.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Dukungan dari pemerintah dapat dalam bentuk apa saja, seperti memberikan bantuan sosial atau semacamnya yang dapat membantu mereka dalam mengatasi ekonomi keluarga. Harapannya juga pemerintah dapat bertindak langsung dalam mengatasi hal in. Tidak memberikan tanggung jawab ini dari tangan ke tangan, karena ditakutkan nanti tidak semaksimal yang diharapkan dan seharusnya.

Langkah yang lebih jelas yang seharusnya dilakukan atau upaya yang seharusnya pemerintah lakukan untuk mengatasi masalah pengemis di Banda Aceh, bisa dilakukan beberapa upaya antara lain. Pertama, penyediaan lapangan kerja. Pemerintah dapat menciptakan lebih  banyak lapangan pekerjaan, terutama untuk sektor informal yang dapat diakses oleh masyarakat dengan keterampilan rendah. Program pelatihan keterampilan juga dapat diberikan untuk meningkatkan kemampuan kerja mereka.

Kedua, bantuan sosial dan ekonomi. Memberikan bantuan sosial yang tepat sasaran kepada keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Bantuan ini bisa berupa uang tunai, sembako, atau subsidi lainnya yang dapat meringankan beban ekonomi,  dengan catatan bantun tersebut sekali lagi sangat diharapakan diberikan langsung oleh pemerintah, tanpa ada perantara. Ini dilakukan untuk mencegah hal lainnya yang mungkin terjadi seperti yang kita ketahui biasa terjadi. Jika bantuan diberikan melalui tangan ke tangan, pastinya tidak semaksimal yang seharusnya.

Ketiga, pendidikan dan pelatihan, menyediakan program pendidikan dan pelatihan bagi anak-anak dan orang dewasa untuk meningkatkan keterampilan mereka. Berikan beberapa pelatihan yang mereka mampu sehingga lebih mudah untuk mereka dalami juga jangan lupakan masalah pendidikan karena pendidikan yang layak menentukan masa depan yang pantas untuk kedepannya.

Keempat, pembangunan infrastruktur sosial, yakni membangun pusat-pusat rehabilitasi dan pelatihan bagi para pengemis. Di tempat ini, mereka dapat mendapatkan bimbingan, pelatihan keterampilan, dan bantuan untuk mencari pekerjaan yang lebih layak kedepannya.

Kelima, menegakkan peraturan yang melarang pengemis di jalanan, namun dengan pendekatan yang manusiawi. Pengemis yang tertangkap dapat diarahkan ke pusat rehabilitasi atau program bantuan sosial, lalu berikan sedikit sanksi sebagai efek jera agar kedepannya tidak mengulang hal yang sama.

Keenam, kampanye kesadaran publik. Melakukan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif dari memberi uang kepada pengemis di jalanan. Masyarakat dapat diarahkan untuk memberikan bantuan melalui lembaga resmi yang lebih efektif, karena jika terus dibiasakan akan rasa iba kita, maka kedepannya semakin banyak yang akan melakukan hal tersebut.

Dengan beberapa upaya di atas, diharapkan masalah pengemis di Banda Aceh dapat diatasi secara efektif dan berkelanjutan. Untuk itu, pemerintah perlu berkomitmen untuk terus memantau dan menilai efektivitas program-program tersebut serta melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Selain itu, bergabung dengan berbagai pihak, seperti lembaga sosial, organisasi masyarakat, dan tokoh agama, menjadi kunci penting dalam mendukung keberhasilan upaya- upaya yang tersebut di atas. Meningkatkan kesadaran masyarakat juga penting dilakukan mengenai dampak memberi uang langsung kepada pengemis.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
The Universal Man

The Universal Man

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com