Dengarkan Artikel
Oleh Nurul Hikmah,S.Pd.I.,M.A
Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 10 Fajar Harapan, Banda Aceh
Sebelum aku menjadi guru,
kukira keberhasilanku lah yang lukiskan senyum di wajah taqwamu
Sebelum aku menjadi guru,
kusangka usaha kerasku dapat obati kecewa dalam jiwamu
Sebelum aku menjadi guru,
kukira doa-doa yang kukirim cukup untuk meringankan bebanmu
Sebelum aku menjadi guru,
kusangka rasa syukur yang kutabur cukup menjadi imbalan atas waktu yang kau luang untukku
Sebelum aku menjadi guru,
kukira hadiah-hadiah dariku cukup untuk membalas jasa-jasamu
Sebelum aku menjadi guru,
kusangka senyum yang terkembang itu,
karena kau bahagia bukan karena terpaksa
📚 Artikel Terkait
Sebelum aku menjadi guru,
kukira masa yang kau habiskan bersamaku
sepenuhnya karena kau punya banyak luang waktu
Sebelum aku menjadi guru,
kusangka dalam hidupmu hanya ada aku dan siswa-siswamu.
betapa aku tak menyadari kau juga punya kehidupan pribadi yang telah kau tinggal demi menghabiskan masa bersamaku
Sebelum aku menjadi guru,
kukira kau manusia setengah dewa yang selalu hadir dengan solusi untuk masalahku
tak pernah kutahu di balik semua itu,
kau sedang berjuang sangat kuat untuk solusi bagi hidupmu
Sebelum aku menjadi guru,
kusangka tangan lembut pengusap air mata itu,
selalu sigap karena kau tak punya air mata
tanpa pernah kutahu, ada ribuan bulir luka yang kau sembunyikan di belakangku
Sebelum aku menjadi guru,
kukira puisi dan untaian puji yang kukirim
cukup untuk membayar penat dan lelahmu
Sebelum aku menjadi guru,
kusangka tanda jasa yang mereka semat itu
telah membuatmu merasa berharga dengan ucapan lencana terima kasih dari mereka
Sebelum aku menjadi guru,
aku tak pernah bisa merasai
beratnya beban membawa gelar itu
Sebelum aku menjadi guru,
‘ku tak pernah tahu, ribuan duka dan air mata yang kau simpan begitu rapi, sendiri
Banda Aceh, 25 November 2020
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






