POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Petualangan Malam Penuh Pesona di Lhok Mata Ie

RedaksiOleh Redaksi
November 20, 2024
Tags: #Ujong Pancu
Petualangan Malam Penuh Pesona di Lhok Mata Ie
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Marsal Zul Kaidar

Mahasiswa Prodi Biologi, FKIP Universitas Syiah Kula, Darussalam, Banda Aceh

Beberapa waktu lalu, saya dan teman-teman memutuskan untuk camping di Lhok Mata Ie, sebuah destinasi tersembunyi di  kawasan Ujung Pancu, Lam Pageu, kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar yang terkenal dengan keindahan alamnya. Kami sepakat untuk melakukan perjalanan ini setelah merasa lelah dengan rutinitas harian yang penuh dengan kesibukan kota. Namun, perjalanan kami kali ini cukup berbeda. Alih-alih berangkat pagi, kami memulai perjalanan selepas magrib, menjadikan pengalaman ini terasa lebih istimewa.

Langit sudah gelap saat kami bergerak. Namun, kehadiran bulan purnama yang bersinar terang memberikan penerangan alami di sepanjang perjalanan. Cahayanya begitu memukau, menembus celah-celah dedaunan pohon dan menerangi jalan setapak yang kami lalui. Suasana malam terasa magis, seolah-olah alam menyambut kedatangan kami dengan keindahan yang tak biasa. Bayangan kami memanjang di atas tanah berbatu, dan setiap langkah terasa seperti petualangan kecil yang tak terlupakan.

Meski begitu, perjalanan menuju Lhok Mata Ie tidaklah mudah. Jalan setapak yang menanjak dan terkadang licin menjadi tantangan tersendiri. Kami harus saling membantu, memastikan setiap orang melangkah dengan hati-hati. Tapi keindahan malam yang penuh bintang serta canda tawa di antara kami membuat semua rasa lelah terbayar lunas.

Setibanya di lokasi,  sekitar pukul  2 dini hari, kami langsung disambut oleh keheningan dan suasana damai khas Lhok Mata Ie. Suara ombak yang menghantam pantai menjadi melodi alami yang mengiringi langkah kami. Dengan bantuan senter dan cahaya bulan, kami mendirikan tenda di area datar yang menghadap ke laut. Meskipun sudah larut malam, semangat kami masih menggebu.

📚 Artikel Terkait

Empat Pulau Kembali ke Aceh: Kemenangan Marwah Daerah, Kekalahan Geng Solo

WALHI Aceh Desak Pemerintah Bekukan Izin PT Medco E&P Malaka

Wisuda Tahfiz Al Quran SDIT Muhammadiyah Manggeng Meriah

Black Dove

Salah satu momen paling berkesan terjadi setelah tenda berdiri. Saya dan seorang teman memutuskan untuk menjelajahi pantai yang surut sambil mencari kerang. Dengan membawa senter kecil dan wadah sederhana, kami menyusuri garis pantai yang dingin. Dalam waktu singkat, kami menemukan berbagai jenis kerang yang menakjubkan. Ada kerang mata sapi dengan cangkangnya yang unik, tiram yang melekat erat pada batuan, hingga siput laut kecil yang bergerak perlahan. Selain itu, kami juga menemukan chiton, moluska bercangkang keras yang jarang terlihat, serta makhluk laut lainnya yang membuat kami terpukau.

Rasanya seperti menemukan harta karun tersembunyi di tengah malam. Sambil sesekali bercanda dan berkompetisi siapa yang menemukan kerang terbanyak, kami larut dalam momen yang penuh kesederhanaan, namun begitu berarti. Suasana malam, angin laut yang sejuk, dan suara ombak yang menenangkan menciptakan pengalaman yang sulit dilupakan.

Setelah puas mencari kerang, kami kembali ke tenda dengan hasil temuan kami. Teman-teman lain yang menunggu di tenda ikut kagum melihat koleksi kerang dan siput laut yang berhasil kami bawa. Malam itu, di bawah cahaya bulan dan bintang yang tak terhitung jumlahnya, kami berbincang hangat sambil menikmati camilan sederhana.

Pagi harinya, kami bangun lebih awal untuk menyaksikan matahari terbit. Pemandangan sunrise di Lhok Mata Ie adalah momen yang benar-benar magis. Cahaya jingga perlahan menggantikan gelap malam, menerangi laut dan membuat permukaannya berkilau indah. Kami duduk bersama, menikmati transisi malam ke pagi yang begitu menenangkan. Setelah sarapan sederhana, kami melanjutkan eksplorasi, menjelajahi hutan kecil di sekitar area camping.

Waktu terasa berlalu begitu cepat. Tanpa terasa, hari sudah menjelang sore. Sekitar pukul 4 sore, kami mulai membereskan barang-barang dan bersiap pulang. Meski berat meninggalkan tempat yang begitu indah ini, kami tahu bahwa petualangan ini akan selalu tersimpan dalam ingatan. Perjalanan pulang diiringi oleh rasa syukur atas pengalaman yang kami dapatkan dan energi baru untuk menghadapi kembali rutinitas sehari-hari.

Camping di Lhok Mata Ie bukan hanya tentang menikmati alam, tetapi juga mempererat hubungan persahabatan. Kami belajar bekerja sama, saling menjaga, dan menikmati momen tanpa gangguan teknologi. Setiap detail—dari sinar bulan yang menemani perjalanan, mencari kerang di malam hari, hingga sunrise yang menakjubkan—menjadi bagian tak terpisahkan dari cerita kami.

Saat kembali ke kota dan menyambut hiruk pikuknya, kami menyadari betapa beruntungnya kami bisa merasakan ketenangan dan keindahan seperti ini. Lhok Mata Ie adalah tempat yang mengajarkan kami arti kebahagiaan sederhana, dan kami berharap suatu hari nanti dapat kembali lagi ke sana untuk menciptakan lebih banyak kenangan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #Ujong Pancu
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

PENOKOHAN DALAM “SAYAP-SAYAP PROKLAMASI” SANGAT MENANTANG

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00