• Latest
Yuk Belajar Filsafat! Tapi Jangan Salah Langkah!

Yuk Belajar Filsafat! Tapi Jangan Salah Langkah!

November 19, 2024
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Yuk Belajar Filsafat! Tapi Jangan Salah Langkah!

Redaksi by Redaksi
November 19, 2024
in Agama, Artikel, Filsafat, Kontemplasi, Minangkabau, Sumatera Barat, UIN
Reading Time: 2 mins read
0
Yuk Belajar Filsafat! Tapi Jangan Salah Langkah!
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Reo Candrika

Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam UIN Bukittinggi, Sumatera Barat

Ada anggapan kalau belajar filsafat bisa bikin orang “gila,” sesat, atau bahkan atheis. Namun, kebanyakan pendapat ini hanya berdasarkan asumsi, tanpa alasan yang jelas. Padahal, kalau dipelajari dengan cara yang benar, filsafat justru menjadi alat untuk melatih pola pikir kritis dan bijaksana. Di UIN Bukittinggi, ada Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam di bawah Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, yang menawarkan wadah pembelajaran filsafat secara mendalam dan terarah.

Belajar filsafat itu seperti membangun rumah.  Sebelum menyusun dinding dan atap, kita perlu membuat fondasi yang kokoh. Sama halnya, memahami filsafat, memerlukan pemahaman dasar seperti pengertian, sejarah, metode, hingga cabang-cabang filsafat. Belajar dari tokoh-tokoh besar seperti Plato, Aristoteles, Al-Farabi, hingga Al-Ghazali juga memperkaya pemahaman kita. Diskusi bersama teman atau guru pun menjadi kunci untuk memperkuat konsep yang dipelajari.

Filsafat Sebagai Metode, Bukan Dogma.
Filsafat bukanlah sebuah ajaran yang dimaksudkan untuk menggantikan agama. Kata “philosophia” sendiri berarti cinta kebijaksanaan, yang menjelaskan filsafat sebagai metode berpikir kritis untuk memahami sesuatu secara mendalam. Bukan untuk meragukan agama, filsafat justru membantu kita memilah informasi secara logis. Ia mengajukan pertanyaan fundamental seperti, “Apa arti hidup?” dan “Kenapa kita ada di dunia?” Dengan landasan nilai agama, filsafat dapat memperkuat iman kita, bukan malah menggoyahkannya.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

 

Akal Memiliki Peran dan Batasan

Filsafat mendorong kita memanfaatkan akal seoptimal mungkin, namun tetap menyadari keterbatasannya. Ada aspek kehidupan, seperti pengalaman spiritual dan wahyu, yang tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh logika. Karena itu, kita memerlukan pedoman seperti Al-Qur’an dan Sunnah dalam berfilsafat. Tanpa pedoman, belajar filsafat bisa diibaratkan seperti mencari harta karun tanpa peta—bingung dan mudah tersesat.

Peran Guru yang Kompeten

Belajar filsafat tidak bisa dilakukan secara mandiri. Guru yang kompeten akan membantu menjelaskan filsafat dalam konteks yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, menghindarkan kita dari pemikiran yang menyimpang. Mereka juga mengajarkan keseimbangan antara penggunaan akal dan wahyu, sehingga kita tetap berada pada jalur yang benar. Karena itu, belajar filsafat membutuhkan bimbingan, bukan hanya sekadar membaca buku atau berselancar di internet.

Ragu: Bagian dari Proses Belajar

Keraguan adalah bagian alami dari belajar filsafat. Al-Ghazali sendiri pernah mengalami krisis spiritual sebelum akhirnya menemukan keyakinan yang lebih kokoh. Proses keraguan ini justru membawa kita lebih dekat kepada kebenaran, asalkan diiringi dengan usaha untuk mencari jawaban yang benar.

*Kesimpulannya* Filsafat bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Dengan bimbingan yang tepat, filsafat dapat membantu kita menjadi individu yang lebih bijaksana dan terbuka. Jadi, mari belajar filsafat, tetapi tetaplah berpegang pada pedoman hidup dan bimbingan dari guru yang terpercaya!

ADVERTISEMENT

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: #Bukittinggi#FilsafatLiterasi
SummarizeShare235Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Kehidupan pasca-bencana di desa_11zon
Artikel

Empat Bulan Setelah Air Bah itu Pergi

Maret 26, 2026
#Cerpen

Pergi dan Kembali

Maret 14, 2026
Bedah buku

Bedah Buku – Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition

Maret 3, 2026
Artikel

Bedah Buku – Kitab Kebijaksanaan Orang-Orang Gila (Uqalā’ al-Majānīn)

Maret 2, 2026
Next Post

TARI DALAM TEATER “SAYAP-SAYAP PROKLAMASI” KUFLET

HABA Mangat

Responden Terpilih

Maret 14, 2025

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com