POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Pengemis dan Strategi Bertahan Hidup

RedaksiOleh Redaksi
November 15, 2024
Tags: #analisis#pengemis
Pengemis dan Strategi Bertahan Hidup
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Tya Fahara

Mahasiswa Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas UIN Ar-Raniry,  Banda Aceh

Email: 220603014@student.ar-raniry.ac.id

Jumlah penduduk yang semakin meningkat, kebutuhan dan tuntutan hidup juga meningkat, serta teknologi dan informasi yang terus berkembang, sedangkan sumber daya alam, sumber- sumber penghasilan, dan sumber daya manusia yang tidak bisa mengimbangi peningkatan- peningkatan tersebut. Hal ini , menyebabkan munculnya permasalahan-permasalahan sosial yang begitu banyak dan kompleks.

Hampir di setiap daerah di Indonesia khususnya di daerah perkotaan, permasalahan sosial ini ada dengan jenis yang beragam. Pengemis adalah salah satu jenis PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) yang begitu banyak, baik dari segi jumlah maupun kompleksitas masalahnya.

Rentang usia pengemis mulai dari balita sampai dengan lanjut usia ada, bahkan pengemis yang membawa anaknya yang masih bayipun ada. Pengemis dengan kondisi fisik yang tergolong normal dan pengemis dengan kedisabilitasan pun ada. Hal ini menarik untuk diamati, sehingga kami pun memilih pengemis sebagai sasaran kami dalam observasi ini.

Kita telah ketahui bersama bahwa kesejahteraan sosial merupakan hak semua warga negara, tanpa kecuali dan negara mempunyai kewajiban dalam mewujudkan kesejahteran sosial tersebut. Hal ini sesuai dengan tujuan negara yang tercantum di dalam Pembukaan UUD 1945, beberapa pasal di dalam batang tubuh UUD 1945, serta di beberapa peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Akan tetapi, permasalahan-permasalahan sosial ini tidak kunjung terselesaikan, justru semakin bertambah kompleks. Padahal baik dari pihak pemerintah maupun pihak swasta telah melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan permasalahan- permasalahan tersebut dan mencapai tujuan negara, yaitu kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

📚 Artikel Terkait

Kejar Mimpi Aceh Ekspedisi ke 4

Pendidikan Aceh: Antara Syariat, Modernitas, dan Tantangan Global

Brain Rot dan Krisis Pendidikan Digital di Indonesia

Kemana Arah Tuju Kapal Politik Dinasti dan Nepotisme?

Melalui penelitian yang dilakukan ternyata kemiskinan individu dan keluarga termasuk salah satu penyebab yang menentukan terjadinya kegiatan mengemis dimana keadaan serba kekurangan yang terjadi pada para pengemis dan keluarganya bukan karena dikehendaki melainkan tidak dapat dihindari dengan kekuatan yang ada padanya. Kondisi ini tercermin dari hasil wawancara yang diperoleh dari pengemis bernama bapak Muhammad Ali, usia 70 tahun berasal dari Ule Kareng.

Bapak Ali adalah seorang pengemis yang mengalami cacat fisik. Dia tinggal bersama istrinya dan kedua anaknya yang bersekolah. Walaupun sudah berusia 70 tahun, beliau masih sanggup melakukan perjalanan kiloan meter. Badannya kecil dan kurus. Dia sudah lama menjadi seorang pengemis, karena ketidak mampu bekerja dikarenakan dia seorang cacat fisik. Dia mengemis dari pukul 10 pagi sampai pukul 5 sore.

Besarnya penghasilan yang dia dapatkan dari hasil mengemis setiap harinya adalah Rp 50.000,-. Penghasilan itu dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar uang sewa rumahnya. Dia mengemis dikarenakan tidak mempunyai pekerjaan yang lebih baik, karena beliau dan keluarganya mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka bahkan hanya untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendasar, yaitu kebutuhan pangan. Beliau tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan dengan normal disebabkan karena kekurangan pendapatan yang mengakibatkan tidak bisa hidup layak dan mengalami cacat atau disabilitas.  Selain itu, Beliau memiliki keterbatasan baik secara fisik dan mental, sehingga beliau kesulitan dalam berbicara dan berjalan.

Dengan demikian, pendapatan yang minim tersebut mendorong mereka untuk terpaksa harus mencari penghasilan dengan cara-cara yang mudah dan tanpa memerlukan ketrampilan, yaitu menjadi pengemis.

Walaupun pemerintah telah berupaya secara maksimal dalam menangani pengemis, namun hasilnya belum maksimal. Kondisi ini terlihat dari adanya pengemis yang telah ditangkap akan selalu kembali untuk melakukan kegiatannya. Terlihat bahwa penanganan pengemis belum efektif. Upaya yang menimbulkan efek jera pada pengemis belum terwujud secara baik, sehingga para pengemis akan kembali dan kembali lagi setelah tertangkap dan dipulangkan.

Upaya pemerintah daerah untuk menyelesaikan permasalahan pengemis melalui dinas sosial dibantu oleh, aparat desa, pemuka agama, dan tokoh masyarakat mempunyai kebijakan untuk melakukan tindakan terhadap pengemis dengan tiga cara yakni sebagai berikut. Pertama, penanggulangan preventif. Kedua, penanggulangan represif, dan  ke tiga, penanggulangan rehabilitatif.

Penanggulangan pengemis yang meliputi usaha-usaha preventif, represif, rehabilitatif bertujuan agar tidak terjadi pengemisan, serta mencegah meluasnya pengaruh akibat pengemisan di dalam masyarakat, dan memasyarakatkan kembali pengemis menjadi anggota masyarakat yang menghayati harga diri, serta memungkinkan pengembangan para pengemis untuk memiliki kembali kemampuan guna mencapai taraf hidup, kehidupan, dan penghidupan yang layak sesuai dengan harkat martabat manusia.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang yang menyebabkan masyarakat menjadi pengemis dan upaya pemerintah daerah dalam menanggulangi masalah pengemis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah masyarakat yang menjadi pengemis dan objek penelitian ini adalah latar belakang yang menyebabkan anggota masyarakat menjadi pengemis dan upaya pemerintah daerah dalam penanggulangan pengemis.

Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptif pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab anggota masyarakat Tengah menjadi pengemis adalah faktor internal dan eksternal. Upaya-upaya yang telah dilakukan untuk penanggulangan pengemis, tiga penanggulangan yakni preventif, represif, dan rehabilitatif yang bertujuan agar tidak terjadi pengemisan, serta mencegah meluasnya pengaruh akibat pengemisan di dalam masyarakat, dan memasyarakatkan kembali pengemis menjadi anggota masyarakat yang menghayati harga diri, serta memungkinkan pengembangan para pengemis

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #analisis#pengemis
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
TERPAKSA MENGEMIS UNTUK MEMBANTU EKONOMI KELUARGA

TERPAKSA MENGEMIS UNTUK MEMBANTU EKONOMI KELUARGA

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00