• Latest
Pengemis dan Strategi Bertahan Hidup

Pengemis dan Strategi Bertahan Hidup

November 15, 2024
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Pengemis dan Strategi Bertahan Hidup

Redaksi by Redaksi
November 15, 2024
in akademis, Artikel, Budaya, FEB UIN Ar-Raniry, FEBI
Reading Time: 4 mins read
0
Pengemis dan Strategi Bertahan Hidup
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Tya Fahara

Mahasiswa Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas UIN Ar-Raniry,  Banda Aceh

Email: 220603014@student.ar-raniry.ac.id

Jumlah penduduk yang semakin meningkat, kebutuhan dan tuntutan hidup juga meningkat, serta teknologi dan informasi yang terus berkembang, sedangkan sumber daya alam, sumber- sumber penghasilan, dan sumber daya manusia yang tidak bisa mengimbangi peningkatan- peningkatan tersebut. Hal ini , menyebabkan munculnya permasalahan-permasalahan sosial yang begitu banyak dan kompleks.

Hampir di setiap daerah di Indonesia khususnya di daerah perkotaan, permasalahan sosial ini ada dengan jenis yang beragam. Pengemis adalah salah satu jenis PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) yang begitu banyak, baik dari segi jumlah maupun kompleksitas masalahnya.

Rentang usia pengemis mulai dari balita sampai dengan lanjut usia ada, bahkan pengemis yang membawa anaknya yang masih bayipun ada. Pengemis dengan kondisi fisik yang tergolong normal dan pengemis dengan kedisabilitasan pun ada. Hal ini menarik untuk diamati, sehingga kami pun memilih pengemis sebagai sasaran kami dalam observasi ini.

Kita telah ketahui bersama bahwa kesejahteraan sosial merupakan hak semua warga negara, tanpa kecuali dan negara mempunyai kewajiban dalam mewujudkan kesejahteran sosial tersebut. Hal ini sesuai dengan tujuan negara yang tercantum di dalam Pembukaan UUD 1945, beberapa pasal di dalam batang tubuh UUD 1945, serta di beberapa peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Akan tetapi, permasalahan-permasalahan sosial ini tidak kunjung terselesaikan, justru semakin bertambah kompleks. Padahal baik dari pihak pemerintah maupun pihak swasta telah melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan permasalahan- permasalahan tersebut dan mencapai tujuan negara, yaitu kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Melalui penelitian yang dilakukan ternyata kemiskinan individu dan keluarga termasuk salah satu penyebab yang menentukan terjadinya kegiatan mengemis dimana keadaan serba kekurangan yang terjadi pada para pengemis dan keluarganya bukan karena dikehendaki melainkan tidak dapat dihindari dengan kekuatan yang ada padanya. Kondisi ini tercermin dari hasil wawancara yang diperoleh dari pengemis bernama bapak Muhammad Ali, usia 70 tahun berasal dari Ule Kareng.

Bapak Ali adalah seorang pengemis yang mengalami cacat fisik. Dia tinggal bersama istrinya dan kedua anaknya yang bersekolah. Walaupun sudah berusia 70 tahun, beliau masih sanggup melakukan perjalanan kiloan meter. Badannya kecil dan kurus. Dia sudah lama menjadi seorang pengemis, karena ketidak mampu bekerja dikarenakan dia seorang cacat fisik. Dia mengemis dari pukul 10 pagi sampai pukul 5 sore.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

Besarnya penghasilan yang dia dapatkan dari hasil mengemis setiap harinya adalah Rp 50.000,-. Penghasilan itu dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar uang sewa rumahnya. Dia mengemis dikarenakan tidak mempunyai pekerjaan yang lebih baik, karena beliau dan keluarganya mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka bahkan hanya untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendasar, yaitu kebutuhan pangan. Beliau tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan dengan normal disebabkan karena kekurangan pendapatan yang mengakibatkan tidak bisa hidup layak dan mengalami cacat atau disabilitas.  Selain itu, Beliau memiliki keterbatasan baik secara fisik dan mental, sehingga beliau kesulitan dalam berbicara dan berjalan.

Dengan demikian, pendapatan yang minim tersebut mendorong mereka untuk terpaksa harus mencari penghasilan dengan cara-cara yang mudah dan tanpa memerlukan ketrampilan, yaitu menjadi pengemis.

Walaupun pemerintah telah berupaya secara maksimal dalam menangani pengemis, namun hasilnya belum maksimal. Kondisi ini terlihat dari adanya pengemis yang telah ditangkap akan selalu kembali untuk melakukan kegiatannya. Terlihat bahwa penanganan pengemis belum efektif. Upaya yang menimbulkan efek jera pada pengemis belum terwujud secara baik, sehingga para pengemis akan kembali dan kembali lagi setelah tertangkap dan dipulangkan.

Upaya pemerintah daerah untuk menyelesaikan permasalahan pengemis melalui dinas sosial dibantu oleh, aparat desa, pemuka agama, dan tokoh masyarakat mempunyai kebijakan untuk melakukan tindakan terhadap pengemis dengan tiga cara yakni sebagai berikut. Pertama, penanggulangan preventif. Kedua, penanggulangan represif, dan  ke tiga, penanggulangan rehabilitatif.

Penanggulangan pengemis yang meliputi usaha-usaha preventif, represif, rehabilitatif bertujuan agar tidak terjadi pengemisan, serta mencegah meluasnya pengaruh akibat pengemisan di dalam masyarakat, dan memasyarakatkan kembali pengemis menjadi anggota masyarakat yang menghayati harga diri, serta memungkinkan pengembangan para pengemis untuk memiliki kembali kemampuan guna mencapai taraf hidup, kehidupan, dan penghidupan yang layak sesuai dengan harkat martabat manusia.

ADVERTISEMENT

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang yang menyebabkan masyarakat menjadi pengemis dan upaya pemerintah daerah dalam menanggulangi masalah pengemis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah masyarakat yang menjadi pengemis dan objek penelitian ini adalah latar belakang yang menyebabkan anggota masyarakat menjadi pengemis dan upaya pemerintah daerah dalam penanggulangan pengemis.

Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptif pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab anggota masyarakat Tengah menjadi pengemis adalah faktor internal dan eksternal. Upaya-upaya yang telah dilakukan untuk penanggulangan pengemis, tiga penanggulangan yakni preventif, represif, dan rehabilitatif yang bertujuan agar tidak terjadi pengemisan, serta mencegah meluasnya pengaruh akibat pengemisan di dalam masyarakat, dan memasyarakatkan kembali pengemis menjadi anggota masyarakat yang menghayati harga diri, serta memungkinkan pengembangan para pengemis

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 332x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 291x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 246x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 236x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 189x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: #analisis#pengemis
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Artikel

Borderless World: Ketika Sejarah Berulang dalam Perfektif Budaya

Maret 4, 2026
Kampus

Dialetika Kampus

Februari 27, 2026
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah
#Pendidikan

Menggugat Kualitas Pendidikan Tinggi Indonesia: Antara Kuantitas dan Kualitas

Agustus 4, 2025
Sekolah Rakyat
#Krisis Ekonomi

Dari Meja Dapur ke Meja Pemerintah: Memahami Krisis Ekonomi di Aceh

Mei 6, 2025
Next Post
TERPAKSA MENGEMIS UNTUK MEMBANTU EKONOMI KELUARGA

TERPAKSA MENGEMIS UNTUK MEMBANTU EKONOMI KELUARGA

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com