POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Dua Perempuan Paruh Baya, Bersalawat Mengais Rezeki

RedaksiOleh Redaksi
November 15, 2024
Tags: #analisis#pengemis
Dua Perempuan Paruh Baya, Bersalawat Mengais Rezeki
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Popy Mutiara

Mahasiswa  Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri  (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh

 

Pada suatu siang di akhir September 2024, kawasan Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh, banyak masyarakat yang berada di sana. Ada yang sibuk berfoto ria di halaman masjid yang indah itu. Ada pula yang menjalankan. Ibadah salat dhuhur. Lalu, di antara   hiruk-pikuk pedagang dan pejalan kaki, dua perempuan paruh baya terlihat duduk di area sekitar pasar. Keberadaan mereka menarik perhatian banyak orang. Mereka dengan suara sholawat yang mengalun dari pengeras suara kecil. Kedua perempuan itu adalah Sri dan Maryam, kakak beradik yang datang ke tempat ini setiap hari untuk mencari rezeki.

 

Sri, perempuan berusia sekitar 65 tahun, tampil dengan wajah segar dan pakaian rapi. Di sisinya, Maryam yang berusia sekitar 70 tahun, dengan keterbatasan fisik berupa kebutaan, tetap setia menemani. Kisah mereka adalah cerminan perjuangan kaum marginal yang jarang tersorot, hidup di tengah masyarakat yang dinamis, namun tak selalu ramah terhadap kelompok rentan.

Sri dan Maryam bukanlah penduduk asli Banda Aceh. Sekitar lima tahun lalu, mereka meninggalkan kampung halaman di Takengon, Aceh Tengah, dengan harapan bisa meraih kehidupan yang lebih baik di ibu kota provinsi. Sri pernah bekerja sebagai juru parkir di sana, namun keterbatasan ekonomi dan sulitnya mencari pekerjaan mendorong mereka untuk merantau. 

 

Namun, realita di Banda Aceh tak seindah yang mereka bayangkan. Di usia yang tak lagi muda, tanpa keterampilan khusus, mencari pekerjaan tetap bukan perkara mudah. Ketika hidup semakin mendesak, Sri dan Maryam terpaksa menjalani kehidupan sebagai pengemis, mengandalkan kemurahan hati orang-orang yang lewat.

 

Di dekat Masjid Raya Baiturrahman yang terkenal sebagai ikon kota, Sri dan Maryam menemukan cara unik untuk menarik perhatian. Mereka menggunakan pengeras suara untuk memutar lagu-lagu sholawat dan ceramah agama, berharap sentuhan religi ini akan menggerakkan hati orang-orang yang lewat untuk memberikan bantuan. Salawat yang mengalun di tengah suasana religius masjid ini tampaknya memang berhasil, menarik mereka yang simpati untuk memberikan sekadar uang atau makanan.

📚 Artikel Terkait

Keluarkan Anak-Anak Pengemis dari Lingkaran Kemiskinan

Tidak Ada Rangking Kelas, Semua Siswa Berprestasi

Dari Adam Smith ke Omnibus Law

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

 

Namun, langkah ini tidak selalu mendapat tanggapan positif. Sebagian orang merasa terganggu oleh suara pengeras suara, terutama yang sedang beribadah. Situasi ini memperlihatkan tantangan tambahan yang mereka hadapi, bahkan dalam hal cara mereka bertahan hidup.

 

Menjalani hari-hari sebagai pengemis membuat hidup Sri dan Maryam rentan. Mereka tidak hanya bergantung pada pemberian orang, tetapi juga menghadapi risiko keamanan. Pengemis seperti mereka rentan terhadap eksploitasi atau pemerasan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Tanpa perlindungan atau penghasilan tetap, mereka harus terus mengandalkan kemurahan hati masyarakat sekitar.

 

Cerita Sri dan Maryam adalah potret nyata dari kaum yang termarjinalkan, yang hidup di bawah bayang-bayang ketidakpastian. Di usia senja, mereka tak hanya menghadapi kesulitan ekonomi, tetapi juga keterbatasan akses terhadap layanan dasar seperti kesehatan dan bantuan sosial.

 

Kisah hidup Sri dan Maryam mencerminkan pentingnya peran masyarakat dan pemerintah untuk lebih peka terhadap kelompok rentan. Bantuan yang sifatnya lebih jangka panjang, seperti program pemberdayaan dan keterampilan kerja, akan lebih berdampak dibandingkan bantuan langsung yang sementara. Untuk masyarakat, kisah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tak hanya sekadar memberi, tetapi juga mendorong mereka untuk dapat hidup lebih mandiri.

 

Di sisi lain, pemerintah memiliki peran strategis untuk merumuskan kebijakan yang mendukung kelompok-kelompok rentan seperti Sri dan Maryam. Program jaminan sosial dan pelatihan keterampilan yang terarah dapat membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan hidup.

 

Dalam hiruk-pikuk kota, sering kali kita melewatkan pandangan pada mereka yang tak terlihat, yang terus berjuang meskipun hidup di bawah garis kemiskinan. Kisah Sri dan Maryam adalah pengingat untuk membuka mata dan hati terhadap mereka yang kurang beruntung. Di balik perjuangan mereka yang tampak sederhana, tersimpan kekuatan dan keteguhan hati yang luar biasa.

 

Kisah mereka menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus peduli dan bekerja sama dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih inklusif. Hanya dengan langkah-langkah kecil namun nyata, kita dapat membantu mengubah potret kehidupan orang-orang seperti Sri dan Maryam dari sekadar bertahan menjadi hidup dengan martabat.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #analisis#pengemis
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Di Antara Peluh dan Impian yang Tumbuh

Di Antara Peluh dan Impian yang Tumbuh

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00