• Latest
Dua Perempuan Paruh Baya, Bersalawat Mengais Rezeki

Dua Perempuan Paruh Baya, Bersalawat Mengais Rezeki

November 15, 2024
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Dua Perempuan Paruh Baya, Bersalawat Mengais Rezeki

Redaksi by Redaksi
November 15, 2024
in Artikel, Banda Aceh, FEB UIN Ar-Raniry, FEBI
Reading Time: 3 mins read
0
Dua Perempuan Paruh Baya, Bersalawat Mengais Rezeki
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Popy Mutiara

Mahasiswa  Jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri  (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh

 

Pada suatu siang di akhir September 2024, kawasan Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh, banyak masyarakat yang berada di sana. Ada yang sibuk berfoto ria di halaman masjid yang indah itu. Ada pula yang menjalankan. Ibadah salat dhuhur. Lalu, di antara   hiruk-pikuk pedagang dan pejalan kaki, dua perempuan paruh baya terlihat duduk di area sekitar pasar. Keberadaan mereka menarik perhatian banyak orang. Mereka dengan suara sholawat yang mengalun dari pengeras suara kecil. Kedua perempuan itu adalah Sri dan Maryam, kakak beradik yang datang ke tempat ini setiap hari untuk mencari rezeki.

 

Sri, perempuan berusia sekitar 65 tahun, tampil dengan wajah segar dan pakaian rapi. Di sisinya, Maryam yang berusia sekitar 70 tahun, dengan keterbatasan fisik berupa kebutaan, tetap setia menemani. Kisah mereka adalah cerminan perjuangan kaum marginal yang jarang tersorot, hidup di tengah masyarakat yang dinamis, namun tak selalu ramah terhadap kelompok rentan.

Sri dan Maryam bukanlah penduduk asli Banda Aceh. Sekitar lima tahun lalu, mereka meninggalkan kampung halaman di Takengon, Aceh Tengah, dengan harapan bisa meraih kehidupan yang lebih baik di ibu kota provinsi. Sri pernah bekerja sebagai juru parkir di sana, namun keterbatasan ekonomi dan sulitnya mencari pekerjaan mendorong mereka untuk merantau. 

 

Namun, realita di Banda Aceh tak seindah yang mereka bayangkan. Di usia yang tak lagi muda, tanpa keterampilan khusus, mencari pekerjaan tetap bukan perkara mudah. Ketika hidup semakin mendesak, Sri dan Maryam terpaksa menjalani kehidupan sebagai pengemis, mengandalkan kemurahan hati orang-orang yang lewat.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

 

Di dekat Masjid Raya Baiturrahman yang terkenal sebagai ikon kota, Sri dan Maryam menemukan cara unik untuk menarik perhatian. Mereka menggunakan pengeras suara untuk memutar lagu-lagu sholawat dan ceramah agama, berharap sentuhan religi ini akan menggerakkan hati orang-orang yang lewat untuk memberikan bantuan. Salawat yang mengalun di tengah suasana religius masjid ini tampaknya memang berhasil, menarik mereka yang simpati untuk memberikan sekadar uang atau makanan.

 

Namun, langkah ini tidak selalu mendapat tanggapan positif. Sebagian orang merasa terganggu oleh suara pengeras suara, terutama yang sedang beribadah. Situasi ini memperlihatkan tantangan tambahan yang mereka hadapi, bahkan dalam hal cara mereka bertahan hidup.

 

Menjalani hari-hari sebagai pengemis membuat hidup Sri dan Maryam rentan. Mereka tidak hanya bergantung pada pemberian orang, tetapi juga menghadapi risiko keamanan. Pengemis seperti mereka rentan terhadap eksploitasi atau pemerasan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Tanpa perlindungan atau penghasilan tetap, mereka harus terus mengandalkan kemurahan hati masyarakat sekitar.

 

Cerita Sri dan Maryam adalah potret nyata dari kaum yang termarjinalkan, yang hidup di bawah bayang-bayang ketidakpastian. Di usia senja, mereka tak hanya menghadapi kesulitan ekonomi, tetapi juga keterbatasan akses terhadap layanan dasar seperti kesehatan dan bantuan sosial.

 

Kisah hidup Sri dan Maryam mencerminkan pentingnya peran masyarakat dan pemerintah untuk lebih peka terhadap kelompok rentan. Bantuan yang sifatnya lebih jangka panjang, seperti program pemberdayaan dan keterampilan kerja, akan lebih berdampak dibandingkan bantuan langsung yang sementara. Untuk masyarakat, kisah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tak hanya sekadar memberi, tetapi juga mendorong mereka untuk dapat hidup lebih mandiri.

 

Di sisi lain, pemerintah memiliki peran strategis untuk merumuskan kebijakan yang mendukung kelompok-kelompok rentan seperti Sri dan Maryam. Program jaminan sosial dan pelatihan keterampilan yang terarah dapat membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan hidup.

 

ADVERTISEMENT

Dalam hiruk-pikuk kota, sering kali kita melewatkan pandangan pada mereka yang tak terlihat, yang terus berjuang meskipun hidup di bawah garis kemiskinan. Kisah Sri dan Maryam adalah pengingat untuk membuka mata dan hati terhadap mereka yang kurang beruntung. Di balik perjuangan mereka yang tampak sederhana, tersimpan kekuatan dan keteguhan hati yang luar biasa.

 

Kisah mereka menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus peduli dan bekerja sama dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih inklusif. Hanya dengan langkah-langkah kecil namun nyata, kita dapat membantu mengubah potret kehidupan orang-orang seperti Sri dan Maryam dari sekadar bertahan menjadi hidup dengan martabat.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 332x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 291x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 246x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 236x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 189x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: #analisis#pengemis
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Artikel

Borderless World: Ketika Sejarah Berulang dalam Perfektif Budaya

Maret 4, 2026
Kampus

Dialetika Kampus

Februari 27, 2026
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah
#Pendidikan

Menggugat Kualitas Pendidikan Tinggi Indonesia: Antara Kuantitas dan Kualitas

Agustus 4, 2025
Sekolah Rakyat
#Krisis Ekonomi

Dari Meja Dapur ke Meja Pemerintah: Memahami Krisis Ekonomi di Aceh

Mei 6, 2025
Next Post
Di Antara Peluh dan Impian yang Tumbuh

Di Antara Peluh dan Impian yang Tumbuh

HABA Mangat

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com