Dengarkan Artikel
Oleh Satria Dharma
Di Balikpapan, Kalimantan Timur
Semoga Anda tidak bosan dengan topik ini. Tapi saya jamin Anda tidak akan mendapatkan info tentang kebobrokan Ujian Nasional yang belasan tahun kita lakukan selain dari yang saya tulis ini.
Banyak orang yang tidak tahu karena memang tidak paham. Banyak juga orang yang sebenarnya hanya tahu sedikit (tapi kalau ngomong kayak pakar), ada yang tahu banyak, tapi lebih memilih diam. Saya tahu banyak dan memilih untuk bersuara agar kita tidak mengulangi kebodohan dan kebobrokan ujian nasional yang lalu.
Jadi begini…
Dulu itu sebelum siswa diuji dengan UN, maka hampir semua daerah melakukan try-out atau Uji Coba UN untuk mengetahui KESIAPAN sekolah dan siswa dalam menghadapi UN-nya sendiri. Ingat bahwa semua sekolah SUDAH melakukan yang terbaik yang bisa mereka lakukan agar siswa-siswa mereka berhasil dalam UN tersebut. Siswa telah digembleng habis-habisan dengan didrill soal-soal UN. Semua energi disedot untuk menghadapi UN. Setelah sekolah, siswa juga masih diikutkan bimbingan belajar khusus untuk menjawab soal UN. Pokoknya setahun penuh mereka telah dilatih secara spartan untuk menghadapi UN.
Tapi mereka harus diuji coba dulu…
Apa yang terjadi?
Ternyata hasil uji coba tersebut JEBLOK di mana-mana. Kok bisa…?! Cobalah berpikir agak serius. Penyebabnya ada di depan mata kita kok.
Mau tahu…?! Coba baca data berikut ini. Data ini cukup banyak. Jadi kalau bosan bisa dilihat sekilas saja dan lewati biar tidak bosan. :
Hasil Try Out UN Kota Tanjungpinang Memprihatinkan
Untuk jenjang SLTP, persentase kelulusan hanya mencapai 6 persen. Hanya 6%…! Dari 2.805 peserta try out, hanya 159 yang dinyatakan lulus. Bahkan, dari 25 SLTP, ada 14 sekolah yang kelulusannya nol persen! Nol persen…!
Sementara, di jenjang SMK, dari 709 peserta, hanya 39 peserta yang lulus atau hanya 5 persen. Hanya lima persen…! Di jenjang ini, ada empat sekolah yang kelulusannya nol persen.
Sedangkan di jenjang SMA/MA IPA, persentase kelulusan mencapai 2 persen. Hanya 2 persen…! Pada jurusan IPS, kelulusannya mencapai 5 persen, dan jurusan Bahasa nol persen! Nol persen…!
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=13&dn=20080306183306
PADANG : Hasil pra-Ujian Nasional (UN) SMP, SMA dan SMK Jeblok
“Padang, Padek Hasil pra-Ujian Nasional (UN) SMP, SMA dan SMK yang digelar 8 hingga 10 Februari lalu jeblok. Tingkat kelulusan siswa di Sumbar hanya bawah 50 persen. http://groups.yahoo.com/group/pakguruonline/message/2670“
TEGAL : Nilai Pra-UN JEBLOK.
“MENYIKAPI jebloknya nilai pra Ujian Nasional (UN), Komisi A DPRD Kota Tegal meminta Dinas Pendidikan (Disdik) harus bertanggungjawab. Jangan sampai hasil kelulusan tahun ini (2009, red), baik SMP maupun SMA jeblok. Karena tidak ada langkah kongkrit dari Disdik, Kepala Sekolah (Kasek), guru, maupun siswa.
http://www.radartegal.com/index.php/Jebloknya-Nilai-Pra-UN-masih-Bisa-Diperbaiki.html“
Hasil Pra UN Tiarap.
http://mdopost.com/news/index.php?option=com_content&task=view&id=17474&Itemid=9\
“SAMARINDA-Jebloknya hasil nilai pra-Ujian Nasional (pra-UN) yang dilaksanakan Diknas Kaltim masih mengundang keprihatinan sejumlah elemen pendidikan.
http://www.samarinda.go.id/node/9430”
Bandingkan hasil Pra-UN ini dengan hasil UN mereka yang tiba-tiba melejit diatas 90% semua)
Hasil Try Out UN Hanya 20 Persen, Kadisdikpora Bintan Sebut Biasa.
BINTAN-Try out atau Ujiaan Percobaan ujian nasional (UN) yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Bintan secara serentak di SLTP dan SLTA sekabupaten Bintan 2010, hanya mampu menghasilkan persentase kelulusan 20 persen. http://www.batamtoday.com/news/read/2010/02/0301/19608.Hasil-Try-Out-UN-Hanya-20-Persen,-Kadisdikpora-Bintan-Sebut-Biasa.html
Gubernur: Anjlognya Hasil “Tryout” Cambuk Siswa Kalsel.
Dari hasil uji coba UN, tingkat kelulusan sementara tertinggi SMA jurusan IPA hanya 70 persen yang diraih oleh Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Selanjutnya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) tingkat kelulusan 65 persen, Banjarmasin 50 persen, Hulu Sungai Tengah (HST) 42 persen. Sedangkan kabupaten lainnya, Tabalong, 40 persen, Banjarbaru, 30 persen, Barito Kuala (Batola) 27 persen, Tanah Laut 20 persen, Tapin, 14 persen, Tanah Bumbu delapan persen, Balangan dua persen dan Kotabaru, 2 persen. Sementara tingkat kelulusan sementara untuk SMA jurusan IPS lebih parah lagi, tertinggi hanya 60 persen bahkan dua daerah yaitu Tapin dan Balangan tingkat kelulusan 0 persen.
http://id.news.yahoo.com/antr/20100224/tid-gubernur-anjlognya-hasil-tryout-camb-f9ffe45.html
Hasil Try Out Di Pamekasan Jeblok.
Rata – rata hanya 23 persen siswa peserta try out yang lulus. Ironisnya lagi, jebloknya hasil uji coba unas ini terjadi di semua tingkatan sekolah, dari SD, SMP, hingga SMA. http://berita8.com/news.php?tgl=2009-04-01&cat=5&id=9802
📚 Artikel Terkait
Nilai “Try Out” UN di Lebak Jeblok 92,12 Persen Tak Lulus
Nilai hasil ujian “try out” yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Banten, jeblok di mana peserta yang tidak lulus mencapai 92,12 persen dari jumlah 21.247 orang.
“Saya sangat prihatin hasil pencapaian kelulusan ujian “try out” hanya 1,88 persen,” katanya. http://antara.co.id/print/1266268134
KARIMUN, KEPRI : Siswa Belum Siap, Nilai Try Out UN Anjlok
Kemerosotan hasil nilai try out, terlihat setelah beberapa sekolah menyerahkan hasil ujian try out para siswanya ke Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun. dari 37% dari seluruh siswa jurusan IPA hanya 17% siswa yang lulus. ***
http://www.kepri-terkini.com/index.php?option=com_content&view=article&id=752:siswa-belum-siap-nilai-try-out-un-anjlok&catid=41:karimun&Itemid=56
Hasil Try Out UN SMA Subulussalam Aceh Anjlok
SUBULUSSALAM – Hasil buruk dalam try out Ujian Nasional (UN) dialami para pelajar sekolah menengah atas (SMA) sederajat se-Pemko Subulussalam. Pasalnya hasil try out yang diprakarsai oleh Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam, Minggu (20/12) lalu menunjukkan angka ketidaklulusan mencapai hingga 99 persen. Menurut Wildan, dari 946 pelajar yang ikut uji coba, hanya sembilan peserta yang dinyatakan lulus. http://www.serambinews.com/news/view/20460/hasil-try-out-un-sma-subulussalam-anjlok
Hasil Try Out Unas Masih Jeblok DISPENDIK WASWAS
PONOROGO-Siswa calon peserta ujian nasional(unas) tingkat SMA/SMK di Ponorogo harus belajar lebih ekstra.Pasalnya,dalam dua kali try out hasilnya masih jeblok.Hanya sekitar 60 persen siswa yang dinyatakan lulus.
Meski demikian,hasil tersebut jauh lebih bagus dibanding try out pertama.Hasil try out Januari lalu hanya terdapat 50 persen siswa yang lulus dengan grade kelulusan 5,5
http://radarmadiun.co.id/main.php?act=detail&catid=25&id=5762
Hasil Try Out UN di Bali, 65% Lulus
Kelulusan hasil try out Ujian Nasional (UN) siswa SMA/SMK tahun ini di Bali hanya mencapai 65 persen dari total peserta 38.157 orang. http://www.beritabali.com/index.php?reg=&kat=&s=news&id=200904180004
Hasil “Try Out” UN Jeblok, Soal Terlalu Sulit?
Sebanyak 74 persen dari seluruh siswa kelas XII SMA se-Surabaya tidak lulus try out UN yang digelar pada 18 Januari 2010. Ini Surabaya lho….! Lha kalau Surabaya saja yang kota besar dengan infrastruktur Pendidikan yang jauh lebih baik ketimbang daerah-daerah lain yang tidak lulus 74% bayangkan berapa banyak daerah lain yang lebih buruk daripada ini? Sebanyak 13.907 (dari 18.590) siswa tidak lulus. Mereka tersebar hampir di semua sekolah, kecuali sekolah favorit. Bahkan, ada sekolah yang angka ketidaklulusannya 100 persen.
http://edukasi.kompas.com/read/2010/02/05/10432229/Hasil.Try.Out.UN.Jeblok..Soal.Terlalu.Sulit
Try Out Ujian Nasional di NTT Rendah
TEMPO Interaktif, Kupang – Hasil try out (Uji Coba) ujian nasional yang digelar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Nusa Tenggara Timur (NTT) masih rendah, hanya mencapai 40 persen. http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2010/03/01/brk,20100301-229119,id.html
Hasil try out UN tak memuaskan
UNGARAN – Try outujian nasional (UN) SMA dan SMK yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang hasilnya masih belum memuaskan.Mata pelajaran matematika hingga kini masih menjadi momok bagi para siswa. Menurut Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang Dewi Pramuningsih, ada kecenderungan para siswa meremehkan saat mengikuti try out sehingga hasilnya tak memuaskan dengan persentase kelulusan di bawah 50 persen.
http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=38266&Itemid=58
SITUBONDO | SURYA – Seluruh siswa SMA Negeri Kapongan, menggelar istighotsah bersama gurunya di musala setempat. Doa bersama yang dilakukan para siswa kelas tiga ini, karena nilai hasil try out para siswa tidak memenuhi standar kelulusan yang ditetapkan. http://www.surya.co.id/2010/02/27/nilai-try-out-jeblok-siswa-istighotsah.html
Apakah kita harus cemas dengan kondisi ini…?! Ternyata tidak. Kan UN dan kelulusannya bisa kita akali dan rekayasa. Apa sih yang tidak bisa kita lakukan.
Faktanya, hasil nilai UAN kita selalu meningkat setiap tahun. Bravo…! Sungguh luar biasa…!
Kepala BSNP Mungin Eddy Wibowo mengatakan, kelulusan UN SMA negeri sebesar 91,36%, sementara untuk SMA swasta 95,14% dengan total jumlah peserta UN SMA sebanyak 1,5 juta siswa.
Perbedaan itu juga terjadi pada UN SMP,yaitu angka kelulusan UN SMP sekolah negeri 94,66 % dan swasta 95,32 % dengan total siswa SMP peserta UN sebanyak 3,4 juta orang.� http://epaper.suarapembaruan.com/default.aspx?iid=26581&startpage=page0000018
Dengan penentuan nilai minimal dalam rentang lima tahun sejak 2004 lalu peserta ujian nasional meraih nilai rata-rata terendah 4,77 dan nilai rata-rata tertinggi 7,68. Pada ujian nasional 2008 lalu yang meraih nilai dibawah 6,00 itu sangat sedikit, hanya 2 persen saja,� http://www.bogor.net/index.php?option=com_content&view=article&id=348&Itemid=53
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional Mansyur Ramly memperkirakan angka kelulusan pada tahun ini mencapai 91 persen. Angka itu, kata dia, menurun sekitar satu persen dibanding tingkat kelulusan pada tahun ajaran sebelumnya.
Dari Tangerang, Banten, sebanyak 411 siswa sekolah tingkat menengah atas dan sekolah tingkat menengah kejuruan di Kabupaten Tangerang tidak lulus sekolah. Dengan jumlah itu, menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Ahmad Suwandi, tingkat kelulusan menurun dibanding tahun lalu, dari 98 persen menjadi 97,98 persen. http://aanrohanah.blogspot.com/2008/06/nilai-rata-rata-ujian-nasional-alami_17.html
Hasil UNAS tahun 2008/2009 tingkat SMP, MYs, dan SMP Terbuka di Sumatra Barat dari 76.446 siswa kelulusannya adalah 91,04%. http://www.antara-sumbar.com/id/index.php?sumbar=berita&j=&id=33835
Data Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyebutkan, angka kelulusan meningkat dibanding tahun lalu. Untuk SMA dari jumlah peserta 57.509 siswa, ternyata yang lulus mencapai 55.530 siswa (96,6 persen), sedangkan yang tidak lulus hanya 1.979 siswa (3,4 persen). Padahal tahun lalu angka kelulusan siswa SMA hanya 92 persen. Demikian halnya SMK, dari 57.914 siswa ternyata yang lulus mencapai 5.915 (96,6 persen) dan tidak lulus. http://disdikdki.net/news.php?tgl=2009-06-15&cat=1&id=102
Kabid Dikdasmen pada Disdik Pati, Jawa Tengah, Bambang Santoso mengatakan, persentase kelulusan siswa juga mendekati seratus persen. Tingkat kelulusan tahun lalu, MA jurusan Bahasa mencapai 100%, SMA jurusan IPA (99,78%), jurusan IPS (98,67%), SMK (94,93%), MA jurusan IPA (97,20%) dan jurusan IPS (97,30%). http://www.pasfmpati.com/web/index.php?option=com_content&view=article&id=770:disdik-pati-berharap-lampaui-nilai-rata-rata-un-prov-jateng&catid=1:latest-news
Padahal nilai kelulusan siswa semua jenis dan jenjang dinaikkan. Tapi toh siswa Indonesia mampu membuat prestasi. Bravo sekali lagi…! Allahu Akbar…!
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Burhanuddin Tola menyatakan pemerintah mentargetkan rata-rata nilai ujian nasional siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas mampu mencapai 7,5 pada 2014 mendatang.
Saat ini, ia mengungkapkan, pemerintah menetapkan nilai rata-rata minimal 5,5 untuk peserta ujian nasional. Nilai rata-rata itu naik tiap tahun, pada 2004 rata-rata minimal lulus siswa 4,0; pada 2005, 4,25; pada 2006, 4,5; pada 2007, 5,0; dan pada 2008, 5,25.
Dengan penentuan nilai minimal dalam rentang lima tahun sejak 2004 lalu peserta ujian nasional meraih nilai rata-rata terendah 4,77 dan nilai rata-rata tertinggi 7,68.
Pada ujian nasional 2008 lalu yang meraih nilai dibawah 6,00 itu sangat sedikit, hanya 2 persen saja, pemerintah optimis nilai rata-rata itu akan terus naik,� kata dia.
http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2009/03/16/brk,20090316-164923,id.html
Di sisi lain, lanjut Mungin, ratarata nasional tingkat kelulusan UN SMA/MA tahun ini meningkat 2,42% dari 91,32% pada 2008 menjadi 93,74% pada 2009. Hal yang sama juga dialami untuk kelulusan UN tingkat SMP/MTs dengan naik sebesar 2,42%. �Dari 91,32% pada tahun 2008 menjadi 93,74%,�ujar Mungin. Mungin mengungkapkan,ratarata nilai UN juga mengalami kenaikan. Untuk SMA/MA naik dari 7,21 tahun 2008 menjadi 7,25.Adapun untuk SMP/MTs naik 0,46, yaitu dari 6,87 tahun 2008 menjadi 7,33 pada 2009. Secara keseluruhan, lanjut Mungin, UN terbukti meningkatkan motivasi dan semangat belajar peserta didik. Guru dan orangtua juga memberikan dukungan yang baik terhadap proses belajar siswa. “Buktinya nilai UN dari tahun ke tahun terus meningkat,” katanya.
Meski demikian BSNP tidak pernah mengatakan adanya peningkatan KUALITAS PENDIDIKAN tapi sekedar kenaikan nilai UN. http://groups.yahoo.com/group/cfbe/message/38759
Bandingkan antara hasil nilai Try-out dengan hasil UN-nya sendiri di berbagai daerah. Meski pun uji cobanya JEBLOK tapi ternyata terjadi peningkatan nilai yang fantastis pada ujian sebenarnya. Apakah menurut Anda ini mengejutkan, mengherankan dan sekaligus aneh bin ajaib…! 🤭
Tidak ada yang tidak bisa kalau kita mau. Mau dagelan, mau akrobat, mau rekayasa, mau drama, mau apa aja kita bisa kok. Terserah sutradaranya saja.
Surabaya, 6 Nopember 2024
Satria Dharma
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






