Di Bawah Terik Matahari dan Angin Laut

Oktober 2024
Oleh: Redaksi

Puisi Oleh Leni Marlina

1)

Maafkan aku kawan,

aku terpaksa berlari, bukan untuk  meninggalkanmu, tapi ayahku menunggu.

Sepulang sekolah, aku melangkah ke dermaga,

di mana bau asin laut menyambut seperti sahabat lama,

seragamku berganti dengan baju yang sudah memudar,

dan di bawah terik, aku dan ayah memulai pekerjaan.

2)

Ayahku menata ikan-ikan di atas jaring,

tangannya yang kasar terampil bergerak cepat,

“Jemurlah dengan hati-hati, Nak,” katanya lembut,

dan aku tahu, setiap ikan adalah harapan yang harus kami rawat.

Di sini, di bawah matahari yang tak pernah bersahabat,

aku belajar tentang sabar dari angin yang tak henti bertiup,

tentang bagaimana laut tak selalu memberi dengan mudah,

namun selalu mengajarkan cara bertahan di tengah gelombang.

3)

Ikan-ikan itu berbaring di atas jaring seperti mimpi yang terbentang,

kering oleh waktu, dihangatkan oleh sinar yang menyengat,

dan di sela-sela pekerjaan, aku mencuri pandang ke laut,

membayangkan ombak membawa cerita dari tempat jauh.

Bunyi deburan ombak adalah lagu yang menemaniku,

setiap ayunan jaring seperti tarian tangan ayah,

dan aku ikut bergerak, belajar dari irama hidupnya,

menjemur tidak hanya ikan, tapi juga asa yang kami gantungkan.

4)

Ketika matahari mulai tenggelam di cakrawala,

aku dan ayah memandang hasil kerja kami dengan bangga,

tangan ini mungkin kecil, namun setiap sentuhannya berarti,

karena aku tahu, di sinilah kami menghampat harapan bersama.

SMA N 1 Baso, Agam, Sumbar

——

Puisi ini awalnya ditulis oleh Leni Marlina hanya sebagai hobi dan koleksi puisi pribadi 24 tahun yg lalu (tahun 2000). Puisi tersebut direvisi kembali serta dipublikasikan pertama kalinya melalui media digital tahun 2024.

Leni Marlina telah mengabdi sebagai dosen tetap di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang sejak tahun 2006. Penulis juga merupakan pendiri dan kepala beberapa komunitas digital bidang sastra, pendidikan dan sosial termasuk World Children’s Literature Community (WCLC): https://rb.gy/5c1b02; POETRY-PEN International Community; komunitas PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat) Starcom Indonesia; (Starmoonsun Eduprenuer Community Indonesia):  https://rb.gy/5c1b02

Sebagai anggota aktif dari Perkumpulan Penulis Indonesia SATU PENA Sumatera Barat, penulis juga terlibat dalam kolaborasi internasional, seperti Victoria Writers Association di Australia dan ACC International Writers Community di Hong Kong.

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist