Dengarkan Artikel
Oleh Harie Khairiah
Judul: Neraka yang Turun ke Kebun Kelapa
Penulis: Ida Fitri
Penerbit: Marjin Kiri
Cetak: Desember 2023
Halaman: 124 halaman
ISBN: 978–602–0788–48–7
Keresahan Ida Fitri Tentang Neraka Perempuan di Aceh
Kepiawaian Ida Fitri dalam merangkai kata menjadi sebuah cerita tak perlu diragukan. Ini terbukti dari banyak Cerpennya yang dimuat di berbagai surat kabar bergengsi di tanah air. Sebanyak delapan belas cerpennya yang mengambil latar tempat daerah Aceh, kemudian dirangkum menjadi sebuah kumcer dengan judul “Neraka yang Turun ke Kebun Kelapa”
Cerita Fiksi Yang Begitu Nyata
Melalui buku ini, Ida memaparkan sisi Aceh yang lain dengan penuh warna, begitu nyata, seolah penulis sedang membagi pengalamannya pribadi dan kita membacanya, layaknya kita membaca diary Pribadi yang mengulang kisah-kisah lalu, yang terkadang penuh luka, cobaan, pelajaran-pelajaran dalam kehidupan, serta kenyataan pahit.
Seperti cerita yang berjudul bayangan bahtera Nuh (hal 28), pembaca cerita ini seolah-olah diajak menjadi sosok Namaha yang sedang mengambil selembar catatan yang ditulis di kertas lusuh dan mulai membacanya.
📚 Artikel Terkait
Siapapun yang pernah merasakan dahsyatnya Tsunami, bagaimana bertahan hidup setelah tsunami berlalu, pasti akan menjadi emosional membaca kisah ini. Seolah flash back ke diri sendiri, ketika terpisah dengan keluarga, orang yang tersayang, mencoba mencari mereka di antara mayat-mayat yang berlumuran lumpur, belum kering air mata isu penjarahan merebak. Sudah jatuh tertimpa tangga, orang-orang takbertanggung jawab, memanfaatkan kemalangan orang lain hanya demi keuntungan pribadi, mayat yang dipotong jarinya karena menggunakan cincin, penjarahan rumah kosong, yang terkena imbas tsunami.
Mari beranjak ke cerita sore sebelum kenduri (hal 83), sebuah tradisi yang sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh. Gotong-royong dalam mempersiapkan pesta(kenduri) dari mempersiapkan rumah hingga memasak, sambil saling bercerita, bertukar informasi dan juga terkadang bergosip seperti yang dilakukan Wa Rabumah dan Kak Na.
Dalam cerita ini, membahas isu perempuan, berstatus janda(Kak Nun) yang menyukai lelaki yang lebih muda (Nyak Syukri) dan kemudian menjadi suaminya. Pernikahan yang dianggap tak pantas karena perbedaan usia yang banyak, sehingga menjadi buah bibir di kampong tersebut.
Menggunakan Analogi
Melalui kumcer ini kita dapat merasakan, Ida Fitri merupakan sosok yang peka terhadap isu-isu sosial yang berada di sekitarnya, keresahan-keresahan Ida ini, ditambah pengetahuan yang dia punya, bacaan yang dia baca, menghasilkan cerita-cerita yang apik untuk dibaca, mulai dengan bahasa yang ringan sehingga sekali baca orang langsung mengerti apa yang Ida maksud.
Ada juga bahasa yang membingungkan pembacanya, layaknya cerpen karya Franz Kafka dan Jorge Luis Borges. Pembaca diajak menebak-nebak maksud cerita ini ke arah mana, jawaban pastinya hanya pembaca dengan literasi yang tinggi dan penulis yang tahu pasti maksudnya.
Seperti cerita berjudul Pemikul Jamban, Narator membuka ceritanya dengan sebuah mimpi yang dia alami selama tiga hari berturut-turut, yakni masuk ke sebuah jamban dengan kebutuhan mendesak. Mimpi melihat kotoran itu pertanda keberuntungan menurut Cuda Barein. (hal23).
Cerita menjadi menarik ketika narator bangun pagi, dia melihat orang-orang memikul jamban dengan kepalanya, jamban beserta sumurnya dipikul dengan ganjil di atas kepala, dan ini bukan mimpi. Mengajak kita berpikir, arti dari jamban yang dipikul di atas kepala itu apa?
Cerita lain, yang menggunakan analogi di buku ini di antaranya neraka yang turun di kebun kelapa, ratu laron, legenda burak,
Neraka Perempuan di Aceh
Ada banyak cerita tentang perempuan di Aceh, kepatuhannya, kesetiannya, kerasnya, perjuangannya, kepintarannya. Ida mengangkat beberapa isu tersebut, dipadukan dengan cerita Alquran, syariat Islam di Aceh yang seolah berat sebelah(seperti dalam cerita perilaku penyembah pohon)hanya perempuan yang lebih banyak diberi aturan dan masih banyak lagi.
Contohnya cerita neraka yang turun ke kebun kelapa, cerita utama yang menjadi cover kumcer ini. Diawali dengan kisah pembagian air di sawah, perkara yang tidak sesederhana kelihatannya, pada suatu masa dulu ada sebuah keluarga pernah saling membacok karena masalah air sawah (hal 38).
Klimaksnya ketika Dali melihat kobaran neraka melahap tubuh telanjang seorang wanita di langit di atas kebun kelapa yang ternyata istrinya. Membuat Dalil histeris. Maryam istrinya bukan jenis perempuan yang banyak bicara, dia melakukan kewajibannya sebagai istri dalam diamnya, ia tidak pernah membantah Dali, ia bahkan mengutamakan Dali dari pada keinginannya sendiri.(hal 42)
Tuhan telah menjamin surga untuk perempuan yang menuruti sang suami, kenapa juga neraka itu melahap Maryam? (hal43) Pertanyaan ini juga menjadi pertanyaan besar bagi pembaca cerpen ini. Pembaca yang tidak jeli, tidak akan paham, kecuali dia membaca dengan seksama.
Ida paham betul bagaimana bercerita tentang Aceh melalui kumcer ini. Topik-topik hangat di Aceh seperti ganja, kenduri, GAM, tsunami, PKI, peristiwa DOM, syariat Islam dan masih banyak lagi. Keresahan-keresahan yang mungkin semua orang Aceh khusunya perempuan juga merasakan hal yang sama. bukuini sangat bagus untuk dimiliki.
Biodata Singkat Penulis
Nama Lengkap: Khairiah, nama pena Harie Khairiah
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





