• Latest
Ketika Saf Menjadi Saksi - IMG_1395 | POTRET Budaya | Potret Online

Ketika Saf Menjadi Saksi

Oktober 7, 2024
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Ketika Saf Menjadi Saksi - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | POTRET Budaya | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Ketika Saf Menjadi Saksi - IMG_1395 | POTRET Budaya | Potret Online

Ketika Saf Menjadi Saksi

Redaksi by Redaksi
Oktober 7, 2024
in POTRET Budaya, Puisi, Sastra
Reading Time: 2 mins read
0
603
SHARES
3.4k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Karya Leni Marlina

Berdiri aku di saf terdepan,
di bawah kubah yang menaungi doa.
Sahabatku, tubuhmu terbujur diam,
dibalut kafan putih, tanda perpisahan dengan dunia.

Di luar, keramaian berdesakan, berderet
karangan bunga, untaian huruf terukir megah,
tapi tiada tangan yang terulur
untuk bersuci,
tiada kaki yang melangkah ke saf ini.

“Kita shalatkan dia,” seruku,
tapi mereka sibuk,
bukan dengan doa,
melainkan dengan sepatu yang enggan terlepas,
atau cermin yang memantulkan bayangan fana.

Saf tetap lengang,
hanya segelintir yang berdiri,
delapan, sepuluh, tak lebih dari sebelas.
Di sini, sunyi menjadi teman,
di sini, malaikat menjadi saksi.
Gemerlap dunia tak masuk ke dalam masjid ini.

Sahabatku, aku berdoa untukmu,
tak butuh karangan bunga,
tak butuh upacara megah,
hanya shalat untukmu seperti yang pernah kau harap,
keikhlasan kami yang mengalir bersama takbir.

Langit pun tak perlu gemuruh,
karena Allah tak menghitung jumlah,
Ia menghitung ketulusan saf yang menyatu,
hati yang bergetar di antara rakaat.

Baca Juga

di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026

Dan ketika waktuku tiba,
aku ingin jangan dikirimi karangan bunga,
jangan hiasi dunia dengan kemewahan,
cukup datang,
cukup berdiri di saf yang tak kosong,
cukup tunjukkan cinta kepada-Nya,
dalam gerakan shalat tanpa sujud,
ketika masa itu tiba, betapa indahnya para sahabat melepasku dengan shalat mereka, karena aku tak mampu dan tak punya jatah waktu lagi melakukanya, aku akan merindukanmu sahabatku semuanya, tapi aku lebih rindu kepada-Nya.

Padang, Sumbar, 2020

—-

Penulis adalah anggota perkumpulan penulis Satu Pena Sumbar.

Sekilas Tentang Penulis

Leni Marlina telah mengabdi sebagai dosen tetap di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang sejak tahun 2006 dan pernah dianugerahi Dosen Berprestasi Terbaik 1 Kategori Penulis yang Diberikan oleh Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang pada tahun 2015.

Sebelumnya, ia menamatkan program Sarjana Sastra Inggris tahun 2005 dengan prediket Cumlaude, setelah setahun sebelumnya dianugerahkan penghargaan sebagai Terbaik Pertama Mahasiswa Berpretasi Tingkat Nasional tahun 2024.

Tahun 2011, ia menerima Beasiswa S2 Luar Negeri untuk mengambil Program Master of Writing Literature di Deakin University, Melbourne dan lulus tahun 2013.

Ia aktif membimbing kegiatan kemahasiswa, training dan pengabdian di luar kampus di bidang kepenulisan, kebahasaan, dan kebudayaan.

ADVERTISEMENT

Penulis yang saat ini merupakan ibu dari tiga orang putra ini, juga merupakan pendiri dan kepala beberapa komunitas sosial, sastra dan pendidikan, termasuk World Children’s Literature Community (WCLC), POETRY-PEN International Community, serta Komunitas Membaca dan Menulis Puisi Indonesia (PPIPM: Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat).

Selain itu, penulis mendirikan dan memimpin dua kursus bahasa Inggris: ECSC (English Children’s Literature Smart Course) dan MEC (Marvelous English Course), serta komunitas sosial berbasis digital, Starcom Indonesia (Starmoonsun Eduprenuer Community Indonesia). Sebagai anggota aktif dari Perkumpulan Penulis Indonesia SATU PENA Sumatera Barat, penulis juga terlibat dalam kolaborasi internasional, seperti Victoria Writers Association di Australia dan ACC International Writers Community di Hong Kong.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare241Tweet151
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Next Post
Ketika Saf Menjadi Saksi - b26136d8 4f94 4636 aeb2 914e420cdd1b | POTRET Budaya | Potret Online

DIGITALISASI KEARIFAN LOKAL, KENAPA TIDAK?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com