Dengarkan Artikel
Karya Leni Marlina
Berdiri aku di saf terdepan,
di bawah kubah yang menaungi doa.
Sahabatku, tubuhmu terbujur diam,
dibalut kafan putih, tanda perpisahan dengan dunia.
Di luar, keramaian berdesakan, berderet
karangan bunga, untaian huruf terukir megah,
tapi tiada tangan yang terulur
untuk bersuci,
tiada kaki yang melangkah ke saf ini.
“Kita shalatkan dia,” seruku,
tapi mereka sibuk,
bukan dengan doa,
melainkan dengan sepatu yang enggan terlepas,
atau cermin yang memantulkan bayangan fana.
Saf tetap lengang,
hanya segelintir yang berdiri,
delapan, sepuluh, tak lebih dari sebelas.
Di sini, sunyi menjadi teman,
di sini, malaikat menjadi saksi.
Gemerlap dunia tak masuk ke dalam masjid ini.
Sahabatku, aku berdoa untukmu,
tak butuh karangan bunga,
tak butuh upacara megah,
hanya shalat untukmu seperti yang pernah kau harap,
keikhlasan kami yang mengalir bersama takbir.
Langit pun tak perlu gemuruh,
karena Allah tak menghitung jumlah,
Ia menghitung ketulusan saf yang menyatu,
hati yang bergetar di antara rakaat.
Dan ketika waktuku tiba,
aku ingin jangan dikirimi karangan bunga,
jangan hiasi dunia dengan kemewahan,
cukup datang,
cukup berdiri di saf yang tak kosong,
cukup tunjukkan cinta kepada-Nya,
dalam gerakan shalat tanpa sujud,
ketika masa itu tiba, betapa indahnya para sahabat melepasku dengan shalat mereka, karena aku tak mampu dan tak punya jatah waktu lagi melakukanya, aku akan merindukanmu sahabatku semuanya, tapi aku lebih rindu kepada-Nya.
📚 Artikel Terkait
Padang, Sumbar, 2020
—-
Penulis adalah anggota perkumpulan penulis Satu Pena Sumbar.
Sekilas Tentang Penulis
Leni Marlina telah mengabdi sebagai dosen tetap di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang sejak tahun 2006 dan pernah dianugerahi Dosen Berprestasi Terbaik 1 Kategori Penulis yang Diberikan oleh Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang pada tahun 2015.
Sebelumnya, ia menamatkan program Sarjana Sastra Inggris tahun 2005 dengan prediket Cumlaude, setelah setahun sebelumnya dianugerahkan penghargaan sebagai Terbaik Pertama Mahasiswa Berpretasi Tingkat Nasional tahun 2024.
Tahun 2011, ia menerima Beasiswa S2 Luar Negeri untuk mengambil Program Master of Writing Literature di Deakin University, Melbourne dan lulus tahun 2013.
Ia aktif membimbing kegiatan kemahasiswa, training dan pengabdian di luar kampus di bidang kepenulisan, kebahasaan, dan kebudayaan.
Penulis yang saat ini merupakan ibu dari tiga orang putra ini, juga merupakan pendiri dan kepala beberapa komunitas sosial, sastra dan pendidikan, termasuk World Children’s Literature Community (WCLC), POETRY-PEN International Community, serta Komunitas Membaca dan Menulis Puisi Indonesia (PPIPM: Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat).
Selain itu, penulis mendirikan dan memimpin dua kursus bahasa Inggris: ECSC (English Children’s Literature Smart Course) dan MEC (Marvelous English Course), serta komunitas sosial berbasis digital, Starcom Indonesia (Starmoonsun Eduprenuer Community Indonesia). Sebagai anggota aktif dari Perkumpulan Penulis Indonesia SATU PENA Sumatera Barat, penulis juga terlibat dalam kolaborasi internasional, seperti Victoria Writers Association di Australia dan ACC International Writers Community di Hong Kong.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






