POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Seminar Kemajuan Teknologi Kreator Era Artificial Intelligence(AI) di Sumatera Barat, Hadapi Tantangan dan Peluang Kreativitas , Dibahas Sengit

RedaksiOleh Redaksi
October 6, 2024
Seminar Kemajuan Teknologi Kreator Era Artificial Intelligence(AI) di Sumatera Barat, Hadapi Tantangan dan Peluang Kreativitas , Dibahas Sengit
🔊

Dengarkan Artikel

 

Padang, Oktober 2024- Potretonline.com-
AI adalah kecerdasan buatan cabang ilmu komputer yang berfokus kepada pengembangan sistem yang dapat melakukan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. AI dapat mempermudah/membantu manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satunya dalam bidang seni dan kepenulisan. Saat ini telah banyak karya yang dikembangkan menggunakan teknologi ini. Sekalipun banyak pula yang menyalahgunakan, tetapi di tangan yang tepat, ia adalah busur yang dapat melesatkan anak panahnya.

Demikian intisari disampaikan dua pembicara yakni Muhammad Ishak Fahmi , praktisi hukum/ budayawan dan Leni Marlina, dosen UNP/penulis pada acara Seminar Kemajuan Teknologi Kreator Era Artificial Intelligence(AI) di Sumatera Barat, Hadapi Tantangan dan Peluang Kreativitas , di gedung Balai Pelestarian Kebudayasan wilayah III Sumbar Sabtu, tgl 5 Oktober 2024.

Bgd Ishak menyampaikan tiga hal yang tidak boleh ditinggalkan dalam berkarya di era AI yakni Moral, Etika dan Hukum. Karya adalah satu hasil dari sebuah kkreativitas manusia. Maka penting untuk mendaftarkan karya kita agar terhindar dari plagiat. Jangan sampai kita yang berjuang, orang yang menikmati. Siapa saja bisa berkarya di era artificial intelligence ini. Pertanyaannya mau atau tidak kita menggunakan alat AI untuk mempercepat kerja kita atau kita tetap mempertahankan pola konvesional.

” Pengkarya seni, budaya, ekonomi, dan lain-lain, boleh menggunakan AI,  tapi harus memegang tiga pakem tersebut. Kita harus jujur dan tidak memicu konflik SARA. Mau pakai jalan tol atau jalan biasa untuk berkarya? ” Ujarnya pada peserta.

📚 Artikel Terkait

Holistik dan Adaptif: Merancang Kurikulum dan Lingkungan Belajar untuk Daya Saing Abad ke-21

OCCRP, Jokowi, dan Konspirasi Tingkat Dewa

Miss Klarifikasi dan Ani-Ani Kapitalisme: Ketika Moral Bangsa Dihalukan

BENGKEL OPINI RAKyat

Leni Marlina juga memperkuat dan menceritakan pengalamannya mengajar sastra yang berkaitan dengan AI.
” Jika kita harus cerdas memanfaatkan AI , bukan hanya mempercepat kerja kreatif kita, tetapi juga bisa memperluas jaringan karya. Dimana pun di dunia ini bisa membaca karya tulisan kita ketika kita memanfaatkan AI. Dulu mahasiswa jika disuruh bikin puisi dua minggu nggak kelar- kelar, tapi setelah ada AI lebih cepat. Karena bisa menginspirasi. Namun jujur, apakah AI merusak menulis puisi? , semua terpulang pada kita, sama seperti menggunakan pisau. Sederhana saja contohnya. Akan merusak atau membantu? ” Tanyanya pada peserta seminar yang antusias bertanya.

Seminar yang dirancang dua jam itu baru berakhir tiga jam kemudian dihadiri tokoh dari LKAAM, Forum Siti Manggopoh, SATUPENA Sumbar, Anggota Forum KEAI, mahasiswa Unand dan UNP, guru2 , penulis, sastrawan, wartawan, dan Vice President VILTA Australia dengan jumlah hampir 100 orang secara hybrid dengan rincian, 59 orang online dan 40 orang offline.

Secara substansi materi AI sangat penting karena membahas aspek hukum, moral dan etika dalam berkarya, dan anak-anak muda cukup antusias bahkan ibu- ibu yang hanya biasa menggunakan HP pun tertarik bertanya. Alhamdulillah , tempat dan peralatan difasilitasi oleh Kepala BPK RI Wilayah III Sumbar.

Ketua panitia Mutiara Talenta, merasa sangat puas dengan acara yang dikemas untuk pertamakali ini.
” Ternyata cukup banyak peminatnya. Ke depan akan kita tindak lanjuti beberapa kesimpulan seminar ini agar AI memang betul-betul dipahami dan dijaga nilai- nilai budaya ABS SBK kita”

Sastri Bakry selaku koordinator Forum Kreator Era AI Sumbar membenarkan dan langsung gerak cepat berkolaborasi dengan Balai Pelestarian Budaya. Alhamdulillah respon positif Undri selaku kepala BPK sangat membantu kegiatan ini.
“Kita bisa lakukan kajian melibatkan peneliti, pakar hukum, ahli IT, budayawan dan LKAAM. AI
Etika profesi kreator AI, mungkinkah ada aturan yang mengikat kita spesifik Sumbar? “

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Demi Cintaku

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00