POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Demi Cintaku

Johor, Malaysia

RedaksiOleh Redaksi
October 6, 2024
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Alchair Aljohore

Pada waktu itu, di sebuah kampus yang indah, terdapat seorang mahasiswa bernama Alam. Alam adalah seorang pemuda tampan dengan rambut hitam pekat dan mata biru yang memikat. Dia memiliki kecerdasan yang luar biasa, serta kebaikan hati yang membuat dia disenangi oleh banyak teman.

Satu hari, Alam sedang duduk di kantin kampusnya, sambil menikmati secangkir kopi. Tiba-tiba, matanya tertuju pada seorang gadis cantik yang sedang berjalan menuju lorong kelas. Gadis itu bernama Seri, seorang mahasiswa jurusan sastra yang pintar, berambut pirang dan memiliki senyuman yang menawan.

Alam merasa tertarik pada Seri dan ingin mengenalnya lebih dekat. Dia pun mengambil inisiatif dan mendekati Laura untuk berkenalan. “Hai, perkenalkan namaku Alam. Apa kabarmu?” ucap Alam dengan ramah. Seri membalas sapaan Alam dengansenyuman dan mengatakan, “Hai, Alam. Aku baik-baik saja. NamakuSeri, senang berkenalan denganmu.”

Sejak saat itu, Alam dan Seri mulai menghabiskan waktu bersama. Mereka sering bertemu di kampus, mengerjakan tugas bersama, dan berbagi cerita satu sama lain. Semakin lama, Alam semakin yakin bahwa dia jatuh cinta pada Seri, dan dia ingin memberitahunya.

 Di suatu sore yang cerah, Alam memutuskan untuk bertemu dengan Seri di taman kampus. Dia ingin mengungkapkan perasaannya dengan jujur dan apa adanya. Ketika mereka bertemu, Alam menggenggam tangan Seri dengan lembut dan berkata, “Seri, aku harus mengatakan sesuatu padamu. Aku merasa sangat dekat denganmu, dan aku tahu bahwa aku jatuh cinta padamu.”

Seri terkejut mendengar pernyataan Alam. Hatinya berdegup kencang, tetapi dia tidak tahu apa yang harus dia jawab. Setelah beberapa saat berpikir, dia akhirnya berkata, “Alam, aku juga merasa dekat denganmu. Tapi aku masih belum yakin tentang perasaanku. Apakah kita bisa mengambil waktu untuk lebih mengenal satu samalain?”

Alam mengerti kekhawatiran Seri dan setuju untuk memberinya waktu. Mereka melanjutkan hubungan persahabatan mereka, tetapi Alam tetap merasa cinta yang mendalam terhadap Seri.

Beberapa bulan kemudian, Alam dan Seri  semakin dekat. Mereka sering keluar bersama dan bercerita tentang harapan dan impian mereka. Suatu saat, Alam tahu bahwa dia harus mengungkapkan perasaannya sekali lagi.

Malam itu, Alam mengantarkan Seri pulang setelah makan malam  bersama. Di depan pintu rumah Seri, Alam menghentikan langkah mereka dan mengambil napas dalam-dalam. Dalam ketegangan yang melanda, Alam mengatakan, “Seri, aku mencintaimu  lebih dari apa pun di dunia ini.

📚 Artikel Terkait

Kuliner Khas Aceh Terpopular dan Lezat

Sang Juara

TAK ADA MAKAN SIANG YANG GRATIS

Guru Jadi Tersangka Lagi, Yok Kita Bantu!

Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Apakah kau mau menjadi kekasihku?”

Seri merasa terharu mendengar kata-kata Alam. Dia tahu bahwa cinta Alex adalah cinta yang tulus dan tulus. Dengan senyuman yang tulus di wajahnya, Laura berkata, “Alex, aku juga mencintaimu. Aku ingin menjadi kekasihmu.”

Demi cintanya, Alam dan Seri menjalin hubungan yang kuat dan mesra. Mereka saling mendukung, saling menghargai, dan saling mencintai satu sama lain. Setiap hari yang mereka lewati bersama adalah anugerah yang berharga.

Dengan waktu, Alam berhasil menyelesaikan kuliahnya dan mendapatkan pekerjaan yang baik. Seri juga mendapatkan pekerjaan di bidang sastra yang dia cintai. Mereka berdua saling mendukung dalam mencapai impian dan tujuan mereka.

Hingga suatu hari, Alam merasa bahwa dia sudah siap untuk melangkah ke babak selanjutnya. Dia ingin melamar Seri untuk menjadiistrinya. Alam mempersiapkan segalanya dengan teliti, dari cincin bertatahkan berlian hingga tempat khusus di taman yang indah.

Pada satu senja yang indah, denganmatahari yang tenggelam di balikcakrawala, Alam membawa Seri ketaman itu. Mereka berjalan melewatibunga-bunga yang indah dan pepohonan yang hijau. Saat mencapaitempat yang telah dipersiapkan, Alam berlutut di depan Seri, membukakotak cincin, dan berkata, “Seri, akumen cintaimu dengan seluruh hatiku. Apakah kau mau menikah denganku, untuk selamanya?”

Seri menatap Alam dengan mata yang berkaca-kaca, terharu dan bahagia. Dia tersenyum dan menjawab, “Ya, Alam. Aku mau menikah denganmu. Aku mencintaimu dengan segenap hatiku.”

Demi cintanya yang tak tergoyahkan, Alam dan Seri menjalani kehidupan pernikahan yang bahagia dan penuh kasih. Mereka saling mendukung, saling mencintai, dan saling menghormati hingga akhir hayat mereka.

 

Alkhair Aljohore@

28.8.24 – cerpen

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Indahnya Menulis Bagi Seorang Guru

Indahnya Menulis Bagi Seorang Guru

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00