• Latest

Puisi –Puisi Yosefina Ure Pukan

Juni 5, 2024
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Puisi –Puisi Yosefina Ure Pukan

Siswi SMPN 2 Nagawutung, Kabupaten Lembata, NTT

Redaksiby Redaksi
Juni 5, 2024
Reading Time: 7 mins read
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
ADVERTISEMENT

 

PENGHUNI PUTIH BIRU

​

D​i bawah gunung Labalekan

Kau berdiri kokoh tak bersuara bagaikan hembusan angin

Sebuah alas kaki, beralaskan rerumputan yang kering tanpa memisahkan diri

Pepohonan tertunduk layu

Di bawah kejamnya mentari yang membakar

Lingkunganmu penuh dengan sampah

Tiangmu yang kau sebut pagar

Terhampar . . .

Terpecah belah. . .

Tak bersatu

Di bawah kejamnya sang mentari

Dinding putih birumu ternoda

Dengan kata kata kotor, kata-kata hambar dari kami penghunimu

Kami penghunimu terdiam hati yang lemah

Kami penghunimu tak lagi bersemangat

Mendiam diri

Wahai penghuni putih biru

Di hari ini dirimu tampak berbeda

Bunga-bunga kembali menyapa

Semua berubah ketika kau hadirkan sesosok yang kau sapa dengan kata guru

Kami penghunimu tergerak oleh katanya

Seperti pohon yang kembali tegap

Melawan mentari yang kejam

Dinding putih birumu tersenyum tanpa noda

Tiang pelindungmu didirikan berseragam

Di depan ruanganmu terpapar kreasi dari penghunimu

Pondok kreatifmu tersisi penuh dengan kami penghunimu

​​

 

KATA HATI YANG TAK BISA DIUNGKAPKAN

Rintik-rintik suara itu

Tawa canda terus berkelabu

Lari, lompat tak berirama

Ruangan itu tak pernah hening

Selama 11 jam 55 menit 2 detik

Ada kata yang ingin kuungkapkan

Lewat tatapan mata

Sekali memandang kami takut

Takut kau marah

Takut kau sedih

Karena ungkapan ini sedikit menyakitkan

Tiap tetesan embun yang kau berikan

Terlalu sempurna, namun. . .

Kau tak menyadari

Terkadang pesanmu berbalut duka dihati kami

Kau berpesan tegas dengan menyodorkan rotan

Yang selalu melekat di punggung kami pagi hari

“Jangan terlambat, bangunlah lebih awal, kau tahu jam berapa sekarang”

Dari sikap kami itu

Kau tak sadar kami sedang mencontohimu

Dengan sikap ketidakdisiplinanmu

Di pukul 09.00 kau baru bergegas ke sekolah

Itu yang ingin kami ungkapkan, namun berat

Di situlah membuat kami sedikit kecewa

Mengapa kau tak hukum dirimu dahulu?

Mengapa kau tak tanya dirimu saja?

Apakah ini contoh yang baik bagi para peserta didikku?

Dalam lima menit ruangan tak tenang

Canda tawa, keributan yang memadai datang kembali

Seakan telinga diserbu seribu nyamuk

Terjadilah tawuran

Teriakanmu membuat semua terdiam

Kau melangkakan kaki menuju ke ruangan kami

Dengan segenggang kayu rotan

Kau menanyakan permasalahannya

Kau menghukum semuanya

Dengan rotan yang kau genggam

Rotanmu mengingatkan kami

Ruangan tetap ribut

Tetap bising

Ketika kau tak masuk menginjaki ruangan itu

Ruangan bising karena kau

Yang tak bisa kau sadari

Mimpi perubahanmu mainnya sekadar media

Kau terlalu sibuk

Sampai kau lupa dengan kami

SUARA ANAK BANGSA

Saat ini.. .

Kami berkelana di zaman mimpi tak bersurat

Berliuk-liuk identik terus berjuang

Ini suara kami

Wahai pemerintah

Tolong dengarkan keluh kami

Kami merintih lema dalam tata surya

Kau membuat para pendidik kami tersibuk

Terdesak tersesat menuntut

Membuat mereka harus mengisi laporan administrasi

Dan segala macam yang harus mereka lakukan

Hingga mereka melupakan kami

Kau seakan membuat generasi menjadi bodoh

Dengan juanji-janji manismu

Kami ingin gapai predikat baik

Kami tak ingin gagal

Berjuang menjadi anak bangsa yang hebat

Itulah yang kami butuh

Kami coba menyusuri zaman

Menyusuri kenyataan yang memudar

Lenyap dari keegoan

Lenyap dari dunia serba intant

Sirna harapan kami

Habis suara kami

Saat ini

Menggapai yang terbaik

Itu harapan kami

Itu impian kami

Impian anak bangsa

Kami ingin memukul mimpi

Kami ingin menjual matahari tuk membeli bulan

Kami tak mau hari esok kami dibunuh

Kami tak ingin cita hidup kami dikutuk

Jangan sodorkan cerita bisu kepada kami

Jangan tawarkan ramuan tua setengah terbakar

Celotehmu celoteh basi

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026

Discussion about this post

Next Post

Siluet Jiwa

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com