POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Puisi –Puisi Yosefina Ure Pukan

Siswi SMPN 2 Nagawutung, Kabupaten Lembata, NTT

RedaksiOleh Redaksi
June 5, 2024
🔊

Dengarkan Artikel

 

PENGHUNI PUTIH BIRU

​

D​i bawah gunung Labalekan

Kau berdiri kokoh tak bersuara bagaikan hembusan angin

Sebuah alas kaki, beralaskan rerumputan yang kering tanpa memisahkan diri

Pepohonan tertunduk layu

Di bawah kejamnya mentari yang membakar

Lingkunganmu penuh dengan sampah

Tiangmu yang kau sebut pagar

Terhampar . . .

Terpecah belah. . .

Tak bersatu

Di bawah kejamnya sang mentari

Dinding putih birumu ternoda

Dengan kata kata kotor, kata-kata hambar dari kami penghunimu

Kami penghunimu terdiam hati yang lemah

Kami penghunimu tak lagi bersemangat

Mendiam diri

Wahai penghuni putih biru

Di hari ini dirimu tampak berbeda

Bunga-bunga kembali menyapa

Semua berubah ketika kau hadirkan sesosok yang kau sapa dengan kata guru

Kami penghunimu tergerak oleh katanya

Seperti pohon yang kembali tegap

Melawan mentari yang kejam

Dinding putih birumu tersenyum tanpa noda

Tiang pelindungmu didirikan berseragam

Di depan ruanganmu terpapar kreasi dari penghunimu

Pondok kreatifmu tersisi penuh dengan kami penghunimu

​​

 

KATA HATI YANG TAK BISA DIUNGKAPKAN

Rintik-rintik suara itu

Tawa canda terus berkelabu

Lari, lompat tak berirama

Ruangan itu tak pernah hening

Selama 11 jam 55 menit 2 detik

Ada kata yang ingin kuungkapkan

Lewat tatapan mata

Sekali memandang kami takut

Takut kau marah

Takut kau sedih

Karena ungkapan ini sedikit menyakitkan

Tiap tetesan embun yang kau berikan

Terlalu sempurna, namun. . .

Kau tak menyadari

Terkadang pesanmu berbalut duka dihati kami

📚 Artikel Terkait

Ramadan di Depan Mata, Strategi Disiapkan Sejak Sekarang

BASA GEUTANYOE KARAP ABÉH MEUGINTÖN, MEUSUPÉT, MEUPIRÉT NGÖN BASA KOMPUTER

Teungku H. Mahyiddin Yusuf:

Mengenal Macau, Tanah Wisata Kaya Budaya

Kau berpesan tegas dengan menyodorkan rotan

Yang selalu melekat di punggung kami pagi hari

“Jangan terlambat, bangunlah lebih awal, kau tahu jam berapa sekarang”

Dari sikap kami itu

Kau tak sadar kami sedang mencontohimu

Dengan sikap ketidakdisiplinanmu

Di pukul 09.00 kau baru bergegas ke sekolah

Itu yang ingin kami ungkapkan, namun berat

Di situlah membuat kami sedikit kecewa

Mengapa kau tak hukum dirimu dahulu?

Mengapa kau tak tanya dirimu saja?

Apakah ini contoh yang baik bagi para peserta didikku?

Dalam lima menit ruangan tak tenang

Canda tawa, keributan yang memadai datang kembali

Seakan telinga diserbu seribu nyamuk

Terjadilah tawuran

Teriakanmu membuat semua terdiam

Kau melangkakan kaki menuju ke ruangan kami

Dengan segenggang kayu rotan

Kau menanyakan permasalahannya

Kau menghukum semuanya

Dengan rotan yang kau genggam

Rotanmu mengingatkan kami

Ruangan tetap ribut

Tetap bising

Ketika kau tak masuk menginjaki ruangan itu

Ruangan bising karena kau

Yang tak bisa kau sadari

Mimpi perubahanmu mainnya sekadar media

Kau terlalu sibuk

Sampai kau lupa dengan kami

SUARA ANAK BANGSA

Saat ini.. .

Kami berkelana di zaman mimpi tak bersurat

Berliuk-liuk identik terus berjuang

Ini suara kami

Wahai pemerintah

Tolong dengarkan keluh kami

Kami merintih lema dalam tata surya

Kau membuat para pendidik kami tersibuk

Terdesak tersesat menuntut

Membuat mereka harus mengisi laporan administrasi

Dan segala macam yang harus mereka lakukan

Hingga mereka melupakan kami

Kau seakan membuat generasi menjadi bodoh

Dengan juanji-janji manismu

Kami ingin gapai predikat baik

Kami tak ingin gagal

Berjuang menjadi anak bangsa yang hebat

Itulah yang kami butuh

Kami coba menyusuri zaman

Menyusuri kenyataan yang memudar

Lenyap dari keegoan

Lenyap dari dunia serba intant

Sirna harapan kami

Habis suara kami

Saat ini

Menggapai yang terbaik

Itu harapan kami

Itu impian kami

Impian anak bangsa

Kami ingin memukul mimpi

Kami ingin menjual matahari tuk membeli bulan

Kami tak mau hari esok kami dibunuh

Kami tak ingin cita hidup kami dikutuk

Jangan sodorkan cerita bisu kepada kami

Jangan tawarkan ramuan tua setengah terbakar

Celotehmu celoteh basi

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Siluet Jiwa

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00