
Oleh Rosli K Matari
dalam angin, kudengar
musim luruh
membisik kata-kata, bergetar
rawan dan luluh
“hidup ini, sekadar masyrik
matahari tergesa-gesa ke maghrib”
“seindah-indah lazuardi, carik
tidakkah hujung, matahari ghaib?”
kudiam, tetapi daun
mungkin teringat, banding embun
sekarang
perlahan-lahan, aku kuning, perang
sebagai limau, menunggu
diceber cabar lagi
sejuk ketar salju,
musim luruh ini akan pergi
– Rosli K. Matari
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 338x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 334x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 257x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.














