• Latest
Indahnya Menjaga Lisan Agar Tak Ada Hati yang Terluka

Indahnya Menjaga Lisan Agar Tak Ada Hati yang Terluka

Januari 16, 2024
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Indahnya Menjaga Lisan Agar Tak Ada Hati yang Terluka

Redaksiby Redaksi
Januari 16, 2024
Reading Time: 2 mins read
Indahnya Menjaga Lisan Agar Tak Ada Hati yang Terluka
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Yurisa

Berdomisili di Aceh Timur

Aku harus mengatakan ini agar mereka dapat mengerti dan saling menghargai perasaan orang lain.

Kita semua tahu dan paham bahwasanya menikah itu menggenapkan separuh agama. Menghalalkan yang haram dengan adanya akad yang mengguncangkan arsy-Nya.

Menikah akan menjadi ladang pahala yang besar bagi mereka yang paham tentang ilmu pernikahan.

Aku. Belum menikah bukan ingin mengulur waktu untuk menikah. Allah yang Maha Tahu sudah menetapkan waktu yang tepat untukku menikah. Jadi aku bersabar dan tetap berprasangka baik kepada-Nya.

Menjadi sebuah pembicaraan yang tak kunjung usai ketika gadis yang berusia 25 tahunan belum juga menikah. Mereka masih menganggap bahwasanya ketika sudah tamat kuliah, ataupun yang usia sudah menginjak 20 tahunan seseorang itu sudah wajib menikah. Paradigma masyarakat ini sulit untuk dipunahkan.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Entah mengapa paradigma ini memunculkan diksi-diksi yang menyakitkan hati. Teramat sering mereka mencela seseorang yang belum menikah, sering mereka membandingkan dirinya yang sudah menikah kepada seseorang yang belum menikah.

Lontaran kalimat yang tak pantas menghantarkan luka bagi seseorang yang belum menikah. Tak hanya dia, orang tua pun ikut terluka ketika putrinya dicela dengan status single yang disandangnya.

Apakah yang sudah menikah memiliki piagam emas untuk menghina seseorang yang belum menikah? Sehingga ucapan mereka begitu mudah menghantarkan luka yang tak berdarah.

Ketika seseorang itu belum menikah, dan dia masih bisa menjaga dirinya dengan baik. Maka dukung dia dengan semampunya. Tak harus menjadi mak comblang untuk menemukan jodohnya. Doa yang baik dengan niat yang tulus dan ikhlas sudah sangat cukup menghargai dan membahagiakan hatinya.

Apakah begitu sulit mengatakan: “Semoga Allah memberikan jodoh yang terbaik untukmu.”

Dan sepertinya mereka yang sudah terbiasa mencela sangat mudah mengatakan:
” Duh umur sudah tua, masak iya nggak nikah-nikah.”

Dan beragam kalimat lainnya yang tak bisa ku ketik, karena kalimat mereka sungguh menyakitkan.

Semoga Allah menjaga lisan kita, dan Allah membimbing kita untuk selalu berkata yang baik.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Senarai Puisi Usfa Sri Rezeki

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com