POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Berharap Kepada Manusia, Harus Siap Kecewa

RedaksiOleh Redaksi
December 28, 2023
Berharap Kepada Manusia, Harus Siap Kecewa
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Yurisa

Berdomisili di Aceh Timur

Menemukan diri dalam lubang harapan yang terlalu dalam membuat rasa kecewa menggerogoti tubuh, hingga yang tertinggal hanyalah tulang belulang. Begitulah perumpamaan ketika seseorang menemukan dirinya terlalu dalam berharap kepada manusia. Begitupun aku, pernah suatu ketika menaruh harapan yang begitu dalam kepada seseorang, hingga lupa menaruh harapan yang sesungguhnya hanya kepada Tuhan.

Waktu itu aku berharap sepenuhnya kepada seseorang yang nantinya menjadi pasangan hidup. Seseorang  yang tidak akan pernah membuat hatiku pilu, tak akan pernah tutur katanya menyakitkan hatiku. Tak ada celah sedikitpun untuk bisa seseorang itu melukai perasaanku. Karena itu, harapanku begitu besar kepadanya.

📚 Artikel Terkait

Predator Anak – Ulasan Artikel

Hanya Mimpi

Guru

Dibantu Dapur Umum, Pemko Ucapkan Terima Kasih Kepada BNPB

Hingga akhirnya, bunga yang tengah merekah dengan suguhan keindahannya kini telah layu dan segan untuk menampakkan dirinya. Harapan itu hancur seketika. Dulu dia yang menjadi alasan ukiran senyum di wajahku, kini dia yang menjadi penyebab buliran air mata jatuh di pipiku. Entah apa alasannya, akan tetapi aku menjadi sadar, rasa kecewa ini tidak sepenuhnya salah dirinya. Rasa kecewa ini hadir karena kudapati diriku terlalu dalam menempatkan harapan kepada dia bukan kepada-Nya.

Mungkin Allah cemburu kepadaku, seolah-olah Allah berkata ” Duhai Hamba-Ku rasa harapmu kepada manusia terlalu jauh.” Hingga akhirnya,  Allah patahkan hatiku sepatah-patahnya, lalu Allah ingin aku untuk menaruh harapan seutuhnya hanya kepada-Nya.

Dan juga yang terjadi ini adalah sebuah teguran. Bahwasanya, akan ada saatnya manusia akan membuatmu kecewa karena berharap yang berlebihan. Akan tetapi, ketika kita berharap hanya pada Allah, maka kita tak akan pernah kecewa. Semakin berharap kepada Allah maka Allah akan semakin cinta kepada kita.

Selalu berpikir positif untuk setiap kejadian yang dialami. Pasti ada hikmah yang terselip di dalamnya. Pasti ada kebaikan setiap terjadi masalah. Maka dari itu, setiap masalah yang terjadi pada diri kita atas izin-Nya, dan hanya kepada-Nya kita meminta pertolongan untuk semua permasalahan hidup. Kejadian apapun yang membuat kita lebih dekat dengan Allah, maka harusnya kita dapat bersyukur dan semoga kita menjadi hamba yang dicinta dan diridhai-Nya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
UNDANGAN KE HELSINKI

UNDANGAN KE HELSINKI

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00