🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Nita Juniarti
Aku mencintamu
dengan kecemasan sekat dada yang kosong,
Sanggupkah kau tahu, seperti Aku yang merindui dengan tikaman sepi?
Cuma, pada galau menyiksa
Menderu badai memporakkan harapan
meletakkan bunga layu pada jaring angin
sunyi yang merindu menyimpan bayangan menari-nari
buku menguning terpatri “habis gelap terbitlah terang”
📚 Artikel Terkait
Mengingat perbincangan dalam gerimis
musik dangdut penyerta menggoyang kaki dan kepala.
dalam gerimis menjelma pikiran-pikiran meruncing menikami ubun kepala
Obrolan mengalir melewati parit-parit.
merembes ke tanah
Galau itu beriak dalam matamu
entah apa yang membuatmu luka?
Wahai perempuan pembebas wanita
Tuban, 13 November 2023
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.





